Posted by: ikawahyuni on: May 14, 2009
Selasa pagi entah kenapa perutku terasa mengeras dan tegang sekali serta ada rasa nyeri sedikit. Rasa itu semakin mejadi-jadi ketika aku sedang menyuapi anakku Iqbal. Berhubung anak usia 2 tahunku ini sangat aktif sehingga makan pun tak bisa duduk diam, walhasil aku harus ikut-ikutan duduk berdiri- duduk berdiri. Akibatnya perutku terasa makin tak keru-keruan.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah delapan sudah waktunya berangkat ke kantor. Akan tetapi perutku masih terasa tegang dan agak nyeri. Sebetulnya hari ini aku masih harus membantu rekan satu lab-ku untuk mengambil data di laboratorium, tetapi karena khawatir jika rasa tegang diperutku yang tidak hilang-hilang akan berlanjut ke kontraksi, akhirnya aku putuskan untuk istirahat di rumah. Memang kehamilan keduaku ini terasa lebih ringkih dibandingkan waktu hamil Iqbal dulu. Sekarang aku lebih sering keram perut dan mudah lelah. Mungkin hal ini disebabkan pada kehamilan kedua ini lebih banyak aktivitas yang harus kulakukan baik di kantor maupun di rumah.
Aah tapi bukan ini inti dari ceritaku sebenarnya. Ada kejadian mengharukan pagi itu ketika akhirnya aku memutuskan untuk tidak masuk kantor. Seperti biasa setelah selesai makan pagi dan mandi Iqbal pasti akan langsung minta ditemani oleh pengasuhnya untuk main ke luar, karena biasanya setelah memberinya makan dan memandikannya aku akan langsung bersiap-siap untuk ke kantor. Ketika anakku itu pulang dari bermain dan mendapatkan ibunya tergolek di atas tempat tidur karena sakit perut, tiba-tiba dia langsung mendekatiku dan berkata, “Bunda…atiit?!”. Lalu kujawab, “iya sayang perut bunda sakit, makanya bunda tiduran”, sambil berusaha tersenyum. Lalu hal mengejutkan itu terjadi, dia tiba-tiba mendekatiku seraya berkata, “cium….cium…ya !” Dan mendaratlah dua buah ciuman di pipiku. Masya Allah, anak dua tahun ini benar-benar telah membuatku melupakan rasa sakit di perutku. Memang selama ini jika dia habis jatuh atau ada bagian tubuhnya yang dikeluhkan terasa sakit, aku selalu menghiburnya dengan mencium bagian yang sakit dan kubilang bahwa itu adalah obat supaya cepat sembuh. Aku tidak menyangka bahwa ia benar-benar merekam apa yang kerap kulakulan padanya. Terlepas apakah dampak dari kebiasaanku itu bagus atau tidak, yang pasti aku merasa terharu sekali dengan sikapnya pagi ini. Alhamdulillah, Allah sudah menganugerahkan anak yang menyayangi diriku. Semoga aku terus bisa menanamkan kasih sayang dan kelembutan kepada sesama dalam dirinya. Aku sadar bahwa hal tersebut sangat bergantung pada diriku dan suamiku sebagai contoh bagi anak kami. Semoga Allah senantiasa menolong dan membimbing kami dalam meberikan tarbiyah bagi anak-anak kami, Amin.
Posted by: ikawahyuni on: May 14, 2009
| Category: | Bakin g |
|
| Style: | American | |
| Special Consideration: | Kids |
Udah lama pengen nyobain resep ini waktu lihat di multiplynya Mba Sisil (http://sisiliapa.multiply.com/). Sampai pesen tepung pisang segala dari Gasol karena penasaran sama rasanya. Setelah jadi ternyata kurang manis untuk lidahku entah karena salah konversi berat dari cup ke gram atau karena apa. But overall wangi kayu manisnya kentara banget malah tadinya aku kirain bakal wangi pisang karena pakai tepung pisang tapi enggak tuh. Jadi pengen nanya sama yang punya resep aslinya
. Untungnya cuma bikin setengah resep. Untuk menutup kekurangan di manisnya aku tambahin gula halus yang biasa dipakai untuk donat aja. Untuk fotonya nyusul deh ada kesalahan teknis nih !!!
Bahan :
30 g gula halus
112,5 g mentega tawar
1 butir telur
52,5 g tepung terigu serba guna (aku pakai tepung terigu protein rendah)
100 g oatmeal quick cooking
70 g tepung pisang
1/4 sdt baking soda
1/4 sdt bubuk kayu manis
Gula donat (untuk taburan)
Cara Membuat :
1. kocok mentega dan gula 2-3 menit
2. Masukkan telur, kocok sebentar hingga tercampur rata, sisihkan
3. campur tepung terigu, tepung pisang, baking soda dan kayu manis hingga rata.
4. campurkan mentega kocok dan tepung, aduk rata
5. tambahkan oarmeal aduk rata
6. cetak dengan sendok di loyang, lalu pipihkan, panggang kurang lebih 15 menit.
Posted by: ikawahyuni on: May 14, 2009
Kantor lama tapi pemimpin baru…. hmmm memang hal yang biasa ya !!! Hampir setiap karyawan yang kerja di satu kantor pasti pernah ngerasain namanya pergantian kepemimpinan. Terkadang pemimpin yang baru adalah orang yang lebih baik dari yg lama, tapi juga gak jarang justru malah lebih ancur daripada pemimpin yang lama.
Kalau sudah begitu….. cuma bisa bilang yaaa itu resikonya jadi bawahan iya gak ?!! Harus terima apa adanya dan adaptasi !!!
Dan begitulah kurang lebih yang sedang saya alami saat ini di kantor saya yang tercinta ini (heh?!! gak salah
). Sudah dari kira-kira bulan November tahun lalu kantor saya kedatangan pemimpin atau kepala unit yang baru. Awalnya begitu besar harapan bahwa si kepala yang baru ini punya karakter yg lebih baik dan akan membawa kantor ini menuju perbaikan. Tapi harapan tinggal harapanlaah
. Walaupun mungkin masih terlalu dini untuk menilai kinerja kepala unit yang baru ini, tapi jika dilihat dari karakter beliau dan sepak terjangnya selama kurang lebih selama 7 bulan ini sih saya jadi agak pesimis. Belum apa-apa teman kantor saya sudah banyak yang merasa dizolimi, dan sepertinya taktik perang Belanda yang suka memecah belah dan mengadu domba mulai diterapkan. Alhasil antar sesama teman kantor jadi saling curigaan n tidak percaya. Sekarang susah mengidentifikasi mana kawan mana lawan.
Jadi terbersit pemikiran, kira-kira akan seperti apa kantor ini dalam 4 tahun ke depan
. Mudah-mudahan sih temen-temen di kantor bisa kembali kompak dan keadaan dapat kembali menjadi baik. Sehingga suasana kerja pun bisa lebih nyaman dan bekerja pun tidak dalam keadaan tertekan karena takut salah langkah dan salah omong yang akibatnya bisa berimbas pada kenaikan jenjang karier karyawan.
Kembali lagi menjadi pemimpin itu tidak gampang memang…. tapi apa iya cuma bawahan yg harus beradaptasi dgn gaya kepemimpinan atasannya. Bagaimana dengan atasan itu sendiri?
Apakah dia tidak harus beradaptasi juga dengan lingkungan kerja yg sudah berjalan di tempatnya yg baru? Jika memang sudah baik apakah harus dirubah hanya untuk menunjukkan bahwa dia “BERBEDA” dari pemimpin yang lama dan juga untuk menunjukkan bahwa ia juga “BISA” melakukan sesuatu untuk karyawan dan tempat kerjanya yang baru kepada orang lain di luar kantor ? Hmm, pantes laah klo kantornya gak maju2.
Posted by: ikawahyuni on: October 29, 2008
Seorang teman bertanya kepada saya apa rencana saya tahun depan ? Saat itu saya hanya bisa tersenyum dan menjawab “actually, I don’t expect this kind of question =)”. Lalu teman saya menjawaban adalah “why ? don’t you have dreams ? “. Saya terdiam…. dan pertanyaan itu bermain-main dalam pikiran saya. Do I have dreams ? Of course I do…. I do have dreams…. big dreams. Tapi kembali lagi…. alasan-alasan untuk memendam mimpi saya kembali hadir. Sedikit kesal terbersit dalam hati saya, kesal dengan diri sendiri karena tidak berani mendobrak dinding yg menjadi penghalang mimpi-mimpi saya. Kesal karena kalah dengan ketakutan-ketakutan yang ada dalam diri, takut untuk memilih jalan yg saya suka karena takut mengecewakan orang lain.
I do have dreams !!!! And Insya Allah, I will make my dreams come true, soon or later. I will do what i love and love what i do. Saya sadar jalan menuju mimpi itu tidak mudah tapi saya punya Allah yang akan menolong dan membimbing saya. Jadi…. tunggu saja tanggal mainnya =).
Ngomong-ngomong soal mimpi… mimpi saya yang ingin saya wujudkan dalam waktu dekat adalah beli bukunya Harold Mcgee yang berjudul On Food & Cooking: The Science & Lore of the Kitchen. Karena semenjak diamanahi Iqbal saya jadi sangat tertarik dengan dunia kuliner alias masak-memasak dan yang berkaitan dengan kue-kuean. Kenapa buku ini ? Karena buku ini bagus baget =), isinya membahas mengenai dunia masak-memasak secara ilmiah dan dikait-kaitkan dengan kimia. Wuiiih pas banget deh dengan latar belakang pendidikan saya. Cuma masalahnya buku ini termasuk buku impor yang belinya pakai dollar. Sedangkan sekarang 1 dollar itu udah 12000-an
. Hiks…hiks….hiks ayoo dong turun lagi biar bisa beli buku ini. Atau mudah-mudahan ada orang baik hati yang punya buku ini trus mau menghibahkan bukunya ke saya atau mau jual dengan harga second. Gak apa-apa deh bekas yang penting masih bisa dibaca hehehe =P. Amiiin
Posted by: ikawahyuni on: June 27, 2008
Artikel dari http://www.medicastore.com/asi_susuformula/
Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang sehat dan cerdas. Segala daya dan upaya akan dilakukan oleh sang ibu dan ayah agar tujuan tersebut tercapai. Mulai dari sering mendengar musik klasik, minum vitamin, rajin berolahraga sampai memberikan susu formula yang mengandung AA dan DHA yang dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan anak.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada cara yang mudah dan murah agar anak sehat dan cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia mengatakan, “Menyusui ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak.”
Sayangnya, para ibu di Indonesia banyak yang tidak memberikan ASI kepada bayinya. Padahal dengan memberikan ASI, kesehatan dan kecerdasan sang bayi pun terjamin. Tidak hanya itu, sang ibu pun mendapatkan salah satu manfaat yaitu menjadi lebih jarang terkena kanker payudara.
Tengoklah Nia (28), karyawati yang memiliki dua putri ini mengaku memberikan ASI dan vitamin yang bagus agar anaknya sehat dan cerdas. Ibu yang sangat peduli tentang kesehatan ini lebih memilih yang alami seperti ASI (Air Susu Ibu). Baginya, penting agar anak selalu diberi kasih sayang dan memenuhi kebutuhan psikologisnya.
Anda mungkin bingung, bagaimana ASI dapat menyehatkan dan mencerdaskan anak anda?ASI jelas adalah hak sang bayi dan inisiasi menyusu dini ASI berperan penting dalam menyukseskan ASI eksklusif. Mengenai kelebihan ASI dibandingkan susu formula dan agar bijaksana dalam memilih dan menggunakan susu formula, Anda bisa simak uraian di bawah ini.
Ada 2 faktor yang mempengaruhi kecerdasan, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Menurut dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, Amerika Serikat memperkirakan faktor genetik hanya menyumbang 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan.
Lingkungan penting karena memiliki peran lebih besar daripada genetik. Faktor lingkungan terdiri dari asuh, asah dan asih. Asuh berarti memberikan kebutuhan untuk pertumbuhan fisik, Asah berarti memberikan stimulasi atau pendidikan, Asih berarti memberikan kebutuhan psychososial.
Agar perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak tidak terganggu, orang tua perlu menjaga nutrisi. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terutama otak karena kepandaian berhubungan dengan pertumbuhan otak.
“ASI Eksklusif adalah nutrisi terbaik dalam kualitas dan kuantitas pada saat masa lompatan pertumbuhan otak yang terjadi dari 0 sampai 6 bulan”, ungkap Dr. Utami Roesli, Sp.A yang baru saja berulang tahun di bulan September lalu.
ASI mengandung nutrient yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori.
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan selain bagus untuk perkembangan otak, juga bagus untuk mempersiapkan sistem pencernaan bayi karena pada saat lahir, enzim pencernaan bayi masih belum lengkap dan hanya bisa digunakan untuk mencerna ASI. Perlu diketahui bahwa ASI mengandung lebih dari 100 macam enzim yang membantu penyerapan zat gizi yang terkandung di dalam ASI.
Lebih lanjut, dr. Utami Roesli, Sp.A yang lebih akrab disapa dr. Tami menambahkan, “Proses menyusui ASI tidak hanya sekedar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial”. Proses menyusui itu merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu.
Di luar negeri telah banyak dilakukan penelitian terhadap anak yang menyusui ASI lebih dari setengah abad yang lalu. Mulai dari Douglas tahun 1950 yang menemukan bahwa anak ASI lebih cepat bisa berjalan, sampai penelitian oleh Lucas (1996) dan Riva (1998) yang menemukan bahwa nilai IQ anak ASI lebih tinggi beberapa poin.
Berdasarkan hasil studi Horwood & Fergusson tahun 1998 terhadap 1000 anak berusia 13 tahun di Selandia Baru, tampak kecenderungan kenaikan lama pemberian ASI sesuai dengan peningkatan IQ, hasil tes kecerdasan standar, peningkatan rangking di sekolah dan peningkatan angka di sekolah.
Tidak hanya itu, penelitian lain yang dilakukan di negara yang berbeda pada tahun 2002 juga seiya sekata dengan hasil studi Horwood & Fergusson. Richards dkk di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI secara bermakna menunjukkan hasil pendidikan yang lebih tinggi.
Semua hasil penelitian tersebut menyakinkan manfaat positif memberikan ASI bahwa anak ASI lebih cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A ini menegaskan, “ Anak yang diberi ASI akan lebih sehat, IQ lebih tinggi, EQ dan SQ lebih baik bahkan soleh dan soleha ”.
Kucing dan macan termasuk jenis mamalia yang ibunya melahirkan dan menyusui anaknya. Coba perhatikan bahwa susu induk kucing bisa dinikmati anak kucing dan susu induk macan bisa dinikmati oleh anak macan. Namun, air susu kucing tidak cocok untuk macan, demikian sebaliknya.
“Tuhan telah menciptakan air susu ibu selalu cocok untuk anaknya”, ungkap dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC yang mengambil spesialis dokter anak di FK UNPAD, Bandung. Hebatnya lagi bahwa ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu berjumlah sesuai dengan yang bisa diserap oleh pencernaan si bayi. Bahkan anugrah yang satu ini juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi secara real time, misalnya bila cuma haus maka akan lebih banyak cairan dan seterusnya.
Meskipun dalam beberapa jam kelahirannya, bayi belum lapar atau haus karena masih ada bekal dari di dalam kandungan, bayi baru lahir berhak mendapatkan kolostrum yaitu cairan emas kaya antibodi yang pertama kali keluar dari puting payudara ibu setelah melahirkan.
ASI merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup bayi dan tumbuh kembang secara optimal. Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI memiliki banyak manfaat yang terutama berperan dalam menyehatkan dan mencerdaskan bayi.
ASI bermanfaat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan perkembangan emosional karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu, dan mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman.
Pada awal Agustus lalu, pekan ASI sedunia 2007 juga dirayakan di Indonesia dengan tema Menyusu “Satu Jam Pertama Kehidupan Dilanjutkan dengan Menyusu Eksklusif 6 Bulan, Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi”.
Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini (early latch on) sebagai tindakan life saving, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global.
“Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkwalitas, ”ujar Ibu Ani Yudhono dalam acara puncak pekan ASI Sedunia 2007.
Inisiasi menyusu dini adalah dengan meletakkan bayi baru lahir di atas perut atau dada ibunya. Dalam waktu hampir 1 jam, bayi akan mulai bergerak mencari puting ibu dan mulai menyusu sendiri. Dr. Tami menyebutkan bahwa di luar negeri hal ini diketahui sudah lama tapi di Indonesia baru sejak tahun 2006 lalu.
Inisiasi menyusu dini dapat membantu memunculkan refleks bayi untuk menyusui dan berperan penting untuk kesuksesan menjalankan ASI eksklusif. Sayangnya, belum semua tenaga kesehatan di Indonesia yang mengetahui hal ini.
Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang pemberian air susu ibu secara eksklusif pada bayi di Indonesia sudah disahkan sejak 2004 lalu. Para ibu dan calon ibu dapat ikut mendukung program pemerintah dengan memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Mungkin hal kecil bagi kita tapi sangat berarti bagi kehidupan si bayi kelak.
Bayi yang diberi susu formula terancam obesitas. Kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Kita tahu bahwa hewan cenderung lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan manusia.
Tidak heran sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mendapat ASI tidak segemuk bayi yang mendapat susu formula. Pertumbuhannya lebih bagus dan jarang sakit. Tidak sedikit bayi diare akibat susu formula karena gula susu sapi (laktosa) pada beberapa bayi.
Susu formula di pasaran kini banyak mengandung tambahan nutrisi berupa asam lemak seperti AA dan DHA yang dipercaya dapat mencerdaskan anak. Namun, bayi tidak memiliki kemampuan untuk mencerna semua zat gizi tersebut.
Pada bayi produksi enzim belum sempurna untuk dapat mencerna lemak, sedangkan dalam ASI sudah disiapkan enzim lipase yang membantu mencerna lemak, dan enzim ini tidak terdapat pada susu formula atau susu hewan.
Lemak yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal oleh tubuh bayi dari pada lemak yang ada pada susu formula, sehingga tinja bayi susu formula lebih banyak mengandung makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuhnya.
Kemudian, di dalam ASI terkandung asam lemak esensial yang tidak didapat di dalam susu sapi atau susu formula. Asam lemak esensial ini dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah.
Di dalam ASI juga terkandung Vitamin C, sehingga bayi ASI tidak perlu mendapat suplemen vitamin C, vitamin C biasanya diberikan untuk bayi-bayi yang diberi susu formula. Zat Besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga tidak terserang anemia (kekurangan darh akibat defisinesi zat besi).
Saat dilahirkan bayi mempunyai persediaan cukup zat besi, tetapi itu kembali kepada ibunya, apakah saat hamil dia mempunyai persediaan zat besi yang cukup. Semua jenis susu mengandung sedikit zat besi sekitar 100ml, atau 0.5-0.7mg/i, namun perbedaannya zat besi yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal sampai 50% oleh bayi, berbeda dengan zat besi yang ada pada susu hewan yang hanya 10% saja.
Pada tahun pertama kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap penyakit, sehingga memerlukan perlindungan ekstra dari ibunya. ASI mengandung sel-sel darah putih dan sejumlah faktor anti-infektif yang membantu melindungi bayi dari infeksi. ASI juga mengandung antibodi terhadap berbagai infeksi yang pernah dialami ibu sebelumnya.
Dr. Utami Roesli menyayangkan bahwa kurangnya informasi adalah kendala terbesar ibu tidak menyusui ASI. Informasi tentang susu formula jauh lebih banyak dan meyakinkan dibandingkan ASI sehingga para ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya.
ASI adalah satu-satunya yang baik untuk bayi. Ibu sebaiknya memahami mengenai susu formula sebelum memberikannya kepada bayi. Carilah informasi yang tepat dan seimbang mengenai susu formula dan ASI.
Sangat disayangkan bahwa tidak semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif. Banyak faktor yang mempengaruhi sang ibu sehingga tidak bisa menyusui anaknya. Salah satunya adalah masalah psikologis ibu pasca melahirkan atau puting susu yang tidak normal. Bisa juga karena sakit kronis, infeksi payudara dan radang payudara.
Kalau sudah begitu, jalan keluarnya adalah dengan memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula bagi bayi berumur di bawah satu tahun tidak dianjurkan. Dokter menyarankan agar bayi diberi ASI sampai berusia 6 bulan yang disebut dengan ASI Eksklusif dan tetap dilanjutkan sampai 2 tahun jika masih menyusui.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan ada kondisi dimana susu formula boleh diberikan. Susu formula hanya boleh diberikan pada keadaan sangat terbatas, yaitu telah dilakukan penilaian terhadap status menyusui dari ibu, dan relaktasi tidak memungkinkan serta diberikan hanya kepada anak yang tidak dapat menyusu, misalnya: anak piatu.
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris.
Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar.
Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Susu yang paling enak dan disukai bukan juga merupakan pertimbangan utama pemilihan susu.
Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu.
Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut.
Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHA pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga WHO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja.
Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak:
Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.
Pemberian susu formula membutuhkan biaya yang besar. Untuk pembelian susu formula selama 6 bulan di Indonesia diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 7,920 trilyun – Rp. 14,720 trilyun. Padahal belum tentu keluarga-keluarga tersebut mampu secara ekonomi. Bukan tidak mungkin ekonomi mereka semakin terpuruk.
Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.
Kontributor :Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC
Dr. Tami pernah mengikuti pendidikan neonatalogy di Belanda tahun 1987, instruktur massage di Amerika Serikat tahun 1999. Beliau mendapatkan sertifikat sebagai konsultan laktasi internasional (International Board Certified Lactation Consultant-IBCLC) tahun 2001 dan diperbaharui tahun 2006. Dr. Tami sering mendapat penghargaan dari Presiden, Menteri Kesehatan maupun IDI atas dalam pengembangan program ASI eksklusif dan keikutsertaan dalam Pekan ASI Sedunia di Indonesia. Diantara banyak keanggotaan profesi, beliau menjadi anggota Aliansi Dunia Aksi Menyusui (WABA-World Alliance of Breastfeeding Action) dan Asosiasi Konsultan laktasi Internasional (International Lactation Consultant Association-ILCA) Dokter yang sering memberikan pelatihan dan seminar seIndonesia ini, sangat religius dan selalu berusaha mengamalkan ilmu yang diperolehnya. Dr. Tami yang murah senyum ini bisa ditemui di ruang prakteknya di RS St .Carolus. |
Sumber :
Posted by: ikawahyuni on: June 27, 2008
Pernah denger gak kalo ada anak gak cocok sama ASI ibunya, trus gara-gara itu si anak jadi sakit-sakitan terus n badannya jadi kurus? Terus setelah anaknya gak dikasih ASI lagi n diganti sama susu formula, eeeh anaknya jadi sehat n gendut. Haaah, teori apaan tuh ? Aduuh jd pusing dengerinnya…. Udah segitu parahnyakah produsen susu formula, terutama untuk bayi, mencuci otak ibu-ibu sehingga menyalahkan ASI krn anaknya sakit-sakitan n kurus. Dan apakah anak itu harus gendut ya supaya dibiliang sehat ? Dan begonya lagi mulutku cuma bisa bilang “oooh gitu ya? aku baru tahu tuh soal itu” tanpa bisa mendebatnya lebih jauh dan yg punya pengalaman soal itu dengan yakinnya membenarkan hal itu. Hiks….hiks…hiks…. sediiihnya =(.
Mengutip perkataannya dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia yang mengambil spesialis dokter anak di FK UNPAD, Bandung, bahwa Tuhan telah menciptakan air susu ibu selalu cocok untuk anaknya. Hebatnya lagi bahwa ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu berjumlah sesuai dengan yang bisa diserap oleh pencernaan si bayi. Bahkan anugrah yang satu ini juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi secara real time, misalnya bila cuma haus maka akan lebih banyak cairan dan seterusnya.
Tuuuh coba bayangin kurang bagus apanya coba ASI itu. Bayi yang diberi susu formula memang cenderung akan lebih gendut bahkan bisa sampai obesitas karena kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Jadi jelaslah klo anak ASI itu terkadang tidak segemuk yg diberi susu formula.
Pada posting berikutnya aku tampilkan artikel yang menyatakan kelebihan ASI.
Posted by: ikawahyuni on: June 20, 2008
Finally, I made it. Yup, bolu kukus strawberry. Padahal beli buku resepnya udah lama banget, dari zaman mas Aji masih di Kanada. Alhamdulillah baru bisa dipraktekkin sekarang. Dan hasilnya…..eng…ing….eng, hehehe bantet bow
. Tapi rasanya Alhamdulillah masih bisa dinikmati, buktinya Iqbal suka.
Curaaaang masak iqbal dijadiin patokan, diakan belum tau rasa, yaa jelas aja suka. Hehehe, kan namanya juga usaha. Lagian saya buat kue juga buat Iqbal, biar Iqbal bisa dapat camilan sehat. Daripada terus-terusan makan biskuit buatan pabrik
, mending buat kue sendiri deh.
Kalau dianalisa sih (dasar org kimia), sepertinya bantatnya itu karena waktu ngocok putih telurnya kan terpisah antara putih telur yang sudah kaku dgn air, nah si air ini ikut masuk ke campuran tepung terigu, walhasil walaupun udah pake baking powder tetep aja kue gak bisa ngembang deh. Hiks…hiks…hiks… krn kurang ilmu jd kesalahan kecil bisa jadi gak sukses dalam buat kue. 
Cuma kok waktu buat kue kemarin itu aku ragu sama kehalalan beberapa bahan pembuat kuenya
. Salahnya aku, saking bersemangatnya bikin kue gak ngecek dulu di halal-guide. Yaa bismillah aja deh. Sekarang jd PR tersendiri buatku untuk cari keterangan soal bahan kue seperti cream of tar-tar n baking powder. Insya Allah akan aku buat ringkasannya di tulisan mendatang dari hasil searching soal bahan kue yang halal.
Ups…maaf ya, lupa bawa buku resepnya jadi belum bisa bagi2 resep bolkus ini. Insya Allah untuk eksperimen yg tiga bisa menyertakan resepnya.
Ok deh…. sampai jumpa di coba-coba resep selanjutnya.
Posted by: ikawahyuni on: May 12, 2008
Hasil browsing internet, dapat artikel bagus soal Ibu Rumah Tangga. Insya Allah makin membuat mantap akan pilihan profesi saya ke depannya. Saya tahu hal ini akan sulit dan akan banyak mendapat pertentangan dari keluarga besar terutama dari orang tua. Juga akan menimbulkan persepsi negatif dari orang-orang di kantor. Biarlah orang berpikir semaunya, saya lebih mengenal diri saya dan kemampuan saya. Yang pasti Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi diri saya.
Tuesday, May 09, 2006
Saya adalah Ibu Rumah Tangga
21 Apr 2006 06:48 WIB
Untuk rencana hari ini, dalam buku agenda tertulis: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection… Dan beberapa jadwal lainnya. Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya hanya seorang isteri dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga. Saya ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat purchase order; acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba saya istilahkan dengan meeting supplier; sedangkan incoming inspection adalah istilah untuk rapi-rapi rumah. Semua saya lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.
Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian yaitu general affair saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu bagian. Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuannya nanti harus dilaporkan pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.
Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani perkerjaan sebagai ibu rumah tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui. Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga. Ternyata, setelah benar-benar terjun fulltime menjalani pekerjaan rumah tangga, pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.
Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan, kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.
Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem. Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.
Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini merupakan komitmen saya. Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena cape ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Di sinilah karir saya ditempa. Saya adalah fasilator bagi berjalannya managemen rumah tangga. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji` berupa palaha tak terhingga dari Allah swt. Juga `bonus` berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah.
Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksible dalam mengembangakan potensi untuk meraih prestasi. Di antaranya saya dapat lulus Nihongo Nouryoku Shiken (Tes Kemampuan Bahasa Jepang) level satu setelah berusaha keras belajar di antara waktu luang yang ada, juga dapat mengembangkan hobi menulis. Siapa yang menyangka jika setelah menjadi ibu rumah tangga, saya justru diamanahi menjadi ketua di salah satu forum kepenulisan.
Saya bercermin dari ummahatul mukminin di antaranya Siti Khadijah ra., seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan sang suami Rasulullah saw. Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah saw yaitu Fatimah ra., yang tangannya selalu membekas karena sering menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan kendi, bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.
Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk menghiburnya, “Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Perempuan mana yang menghamparkan tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), Teruskanlah amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang.”
Betapa saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini. Sebuah profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri – ibu rumah tangga. Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini. Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda? Tanpa ragu lagi akan keluar jawaban, “Saya adalah ibu rumah tangga.”
[Renungan diri oleh: Lizsa Anggraeny , aishliz et yahoo.com.sg, FLP Jepang]
Posted by: ikawahyuni on: April 24, 2008
Alhamdulillah, pagi ini mencoba memeriksa e-mail yang di gmail ternyata ada newsletter baru dari BundaInBiz. BundaInBIz ? Apa tuh ? Hehehe, itu merupakan nama komunitas Ibu-ibu yang bekerja dari rumah. Mereka lebih memilih untuk mengelola bisnis dari rumah daripada bekerja kantoran. Banyak sih motivasi yang membuat para ibu-ibu ini lebih memilih kerja di rumah tapi yang utama sih karena supaya bisa tetap mengurus anak-anaknya
. Bravo… niat yang amat mulia. I wish I could do that. Of course you can also do that. Why not ???!!!! Insya Allah, sedang dalam tahap perencanaan kok. Tinggal tunggu aja tanggal mainnya
. Makanya sekarang saya coba berlangganan newsletter dari BundaInBiz ini. Jadi bisa belajar lebih banyak mengenai memulai sebuah bisnis dari rumah. Ternyata isinya sangat menarik, karena berisi pengalaman-pengalaman pribadi para ibu-ibu anggota komunitas ini dalam memulai bisnis mereka
. Kalau berdasarkan pengalaman pribadikan jadi lebih mengena, sehingga membuat pembaca jadi berpikir dan tertantang “jika ibu ini saja bisa, mengapa saya tidak”. Ya…paling tidak itulah yang selalu saya rasakan setelah membaca newsletter tersebut
.
Newsletter yang keempat ini salah satunya menjelaskan tentang cara mengatur keuangan bisnis yang sedang dirintis. Menurut Mba’ Nurul Abidah, si penulis, berapa pun kecilnya bisnis yang sedang kita jalani tetap harus menerapkan yang namanya manajemen keuangan bisnis. Dan yang paling penting adalah jangan sampai keuangan bisnis kita menjadi satu dengan keuangan keluarga. Hal ini dapat membuat kita sebagai pelaku bisnis jadi susah mengontrol keuangan bisnis kita dan jadi ribet ke belakangnya. Bisa gak jelas untung atau rugi
. Kata beliau jangan sampai kita merasa nyaman-nyaman saja padahal di atas kertas, biaya yang dikeluarkan lebih besar daripa keuntungan yang di dapat
. Yang ada, Sudah jatuh tertimpa tangga pula
. Udah bisnis rugi, keuangan keluarga juga menipis karena terpakai tanpa sepengatuhan kita.
Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengontrol keuangan diantaranya adalah :
.Ok deh….segitu dulu, mudah-mudahan tulisan pendek ini bermanfaat buat yang lain yang sedang mulai berbisnis. Saya juga harus mulai menerapkan manajemen keuangan pada bisnis kecil saya, supaya gak rugi
.
Tetap semangat dan berusaha untuk hari esok yang lebih baik !!!
Posted by: ikawahyuni on: April 21, 2008
Tidak terasa ternyata sudah setahun saya menjadi seorang Ibu. Pengalaman yang penuh dengan warna-warni, suka dan duka. Iqbal sekarang sudah bertambah besar dan pintar. Alhamdulillah, walaupun dari postur tubuh cenderung kurus tapi perkembangan motorik kasar, halus, kognitif, sosial-emosi, dan bahasanya sangat baik.
Saat ini ia sudah mulai senang dititah, maunya jalaaan terus. Sudah bisa berdiri sendiri tanpa harus dibantu dan dipegangi. Hanya perlu diberi semangat terus, karena masih belum berani untuk berjalan sendiri
. Bisa sih, tapi 3 sampai 4 langkah sudah jatuh
. Sudah bisa memegang benda-benda kecil seperti kacang dan bahkan mencoba memakannya beberapa kali tanpa sepengetahuan saya
. Lucunya jika ia ingin memasukkan benda asing ke dalam mulutnya pasti posisi tubuhnya akan membelakangi saya, seperti memberi kesan “ngumpet” supaya tidak ketahuan
. It’s so smart n funny. I’ve never thought that he could be very smart
.
Iqbal juga sudah mulai mengenal orang-orang yang ada disekitarnya sehingga agak sulit meninggalkannya dengan orang baru walalupun itu adalah Kung atau Utinya sendiri. Maunya nempeeeel terus sama Bundanya, termasuk sudah bisa menangis ketika bundanya berangkat kerja. Padahal duru mah boro-boro nangis, cueks beybe ajah
. Ia mulai bersikap posesif pada mainan-mainannya. Mulai mengenal teman-teman seusianya. Sudah bisa memanggil bundanya walaupun cuma bisa ujung belakangnya saja
(Jadi sebel karena dia lebih bisa memanggil ayah ke Mas Aji dari pada Bunda ke saya). Sangat senang bermain ci luk ba dengan benda apa pun
. Terkadang ketika ia bangun tidur pun masih sempat-sempatnya ci luk ba dengan ayahnya. Sangat senang menggoyangkan pantatnya alias berjoget jika mendengarkan musik apa pun
(ini mungkin gara2 Bundanya pas lagi hamil seneng banget dengerin musik daripada murathal hehehe). Sudah mulai jadi peniru, apalagi kalau diajari memeletkan lidah oleh tantenya pasti langsung ditiru.
Sudah bisa buang air besar dengan teratur setiap hari dan di kamar mandi pula. Kalau mau pipis pasti mencari lantai, klo lagi berdiri di karpet atau ada di atas kasur pasti dia kan berusaha untuk pindah dari karpet atau kasurnya
. Masya Allah…..begitu banyak momen-momen spesial yang telah Saya lalui bersamanya.
Walaupun tak sedikit kenakalan, kekreatifannya, dan kekeras kepalaannya yang membuat aku jadi geleng-geleng kepala
. Apalagi kalo sudah berhubungan dengan makan, wuiiiiih perlu kesabaran ekstra besar. Walaupun dia bukan anak yang tipe mengemut makanan (ngunyahnya jago bener deh), tapi yang susah itu adalah memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Kalau sudah liat sendok dan piring makannya kepalanya langsung geleng-geleng ke kanan dan ke kiri untuk menghindari suapan Bundanya. Tapi kalau sudah diberi pisang, hmmm langsung kayak jalan tol deh makannya, bebas hambatan
. Satu lagi yang suka bikin pusing dari Iqbal adalah pola tidurnya yang kacau di malam hari. Meskipun sudah tidur sebelum jam 8 malam pasti bangunnya jam 3 atau jam 4 pagi, kadang-kadang jam 12 malam juga suka bangun dan ngajak main
. Jika sudah begitu maka yang ketempuhan adalah ayahnya
.
Saya sadar sekali masih banyak kekurangan saya sebagai seorang Bunda untuk Iqbal. Banyak momen-momen spesial terjadi tanpa kehadiran saya disisinya. Bagaimana Saya sudah melewatkan langkah pertamanya, kata pertamanya, senyuman pertamanya, dsb. Waktu yang terlampau singkat untuk sekedar bermain bersamanya (walapun Bunda sebetulnya ingin bersamamu setiap saan Nak). Oleh karena alasan itulah, saya kekeuh untuk tetap memberikan nutrisi terbaik untukIqbal supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat, walaupun untuk itu Saya harus bermuka tebal dengan mengambil jam kantor untuk mengumpulkan ASI. Menolak tugas-tugas dinas ke luar kota agar tetap bisa memberinya ASI. Dan juga mengemis mohon izin agar bisa merawat dan menemaninya ketika tidak ada pembantu. Rasanya Itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan waktu untuk Iqbal yang sudah Saya korbankan hanya untuk bekerja di luar rumah.
Setahun sudah saya menjadi seorang ibu. Insya Allah perjuangan masih panjang dan belum berakhir. Saya masih harus belajar untuk membagi waktu dengan baik, meyusun menu makanannya supaya tidak bosan, belajar untuk mendidiknya dengan baik, dll. Belajar mencintainya dengan proporsional, karena sekali lagi Iqbal adalah makhluk Allah yang dititipkan kepada Saya dan Mas AJi untuk dididik dan diasuh dengan penuh kasih sayang dan dapat diambil kapan pun juga oleh Pemiliknya. Maka saya harus siap ketika saat itu datang . Memang tidak mudah tapi juga tidak ada kata sulit, karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, dan hanya kepada Allah-lah kita berharap dan menggantungkan segala urusan. (Q.S. Al-Insyirah : 5-8).
Wallahu a’lam bi shahwab.
Dear Iqbal, Bunda love you ’cause of Allah.
