jump to navigation

Newsletter yang ke-4 dari BundaInBiz April 24, 2008

Posted by ikawahyuni in Parenting.
add a comment

Alhamdulillah, pagi ini mencoba memeriksa e-mail yang di gmail ternyata ada newsletter baru dari BundaInBiz. BundaInBIz ? Apa tuh ? Hehehe, itu merupakan nama komunitas Ibu-ibu yang bekerja dari rumah. Mereka lebih memilih untuk mengelola bisnis dari rumah daripada bekerja kantoran. Banyak sih motivasi yang membuat para ibu-ibu ini lebih memilih kerja di rumah tapi yang utama sih karena supaya bisa tetap mengurus anak-anaknya . Bravo… niat yang amat mulia. I wish I could do that. Of course you can also do that. Why not ???!!!! Insya Allah, sedang dalam tahap perencanaan kok. Tinggal tunggu aja tanggal mainnya. Makanya sekarang saya coba berlangganan newsletter dari BundaInBiz ini. Jadi bisa belajar lebih banyak mengenai memulai sebuah bisnis dari rumah. Ternyata isinya sangat menarik, karena berisi pengalaman-pengalaman pribadi para ibu-ibu anggota komunitas ini dalam memulai bisnis mereka . Kalau berdasarkan pengalaman pribadikan jadi lebih mengena, sehingga membuat pembaca jadi berpikir dan tertantang “jika ibu ini saja bisa, mengapa saya tidak”. Ya…paling tidak itulah yang selalu saya rasakan setelah membaca newsletter tersebut .

Newsletter yang keempat ini salah satunya menjelaskan tentang cara mengatur keuangan bisnis yang sedang dirintis. Menurut Mba’ Nurul Abidah, si penulis, berapa pun kecilnya bisnis yang sedang kita jalani tetap harus menerapkan yang namanya manajemen keuangan bisnis. Dan yang paling penting adalah jangan sampai keuangan bisnis kita menjadi satu dengan keuangan keluarga. Hal ini dapat membuat kita sebagai pelaku bisnis jadi susah mengontrol keuangan bisnis kita dan jadi ribet ke belakangnya. Bisa gak jelas untung atau rugi . Kata beliau jangan sampai kita merasa nyaman-nyaman saja padahal di atas kertas, biaya yang dikeluarkan lebih besar daripa keuntungan yang di dapat . Yang ada, Sudah jatuh tertimpa tangga pula . Udah bisnis rugi, keuangan keluarga juga menipis karena terpakai tanpa sepengatuhan kita.

Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengontrol keuangan diantaranya adalah :

  1. Membuat rekening sendiri untuk modal usaha.
  2. Punya buku kas bisnis (yang ada debet, kredit, dan saldo) yang berguna untuk mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan bisnis SEKECIL APAPUN ITU .
  3. Menyiapkan dompet khusus untuk menyimpan uang kas bisnis sehingga kalau ada keperluan mendadak tidak perlu menggunakan uang keluarga.
  4. Bisa juga menggunakan software keuangan untuk mengontrol keuangan bisnis.
  5. Yang paling penting adalah displin membuat pembukuan keuangan setiap hari, tidak boleh tidak. (Naah ini kadang yang paling berat. Pantesan keuangan keluarga juga dedel duel, karena pencatatan yang tidak teratur sehingga banyak yang lupa.)

Ok deh….segitu dulu, mudah-mudahan tulisan pendek ini bermanfaat buat yang lain yang sedang mulai berbisnis. Saya juga harus mulai menerapkan manajemen keuangan pada bisnis kecil saya, supaya gak rugi .

Tetap semangat dan berusaha untuk hari esok yang lebih baik !!!

Setahun Sudah April 21, 2008

Posted by ikawahyuni in Iqbal, Parenting.
7 comments

Tidak terasa ternyata sudah setahun saya menjadi seorang Ibu. Pengalaman yang penuh dengan warna-warni, suka dan duka. Iqbal sekarang sudah bertambah besar dan pintar. Alhamdulillah, walaupun dari postur tubuh cenderung kurus tapi perkembangan motorik kasar, halus, kognitif, sosial-emosi, dan bahasanya sangat baik.

Saat ini ia sudah mulai senang dititah, maunya jalaaan terus. Sudah bisa berdiri sendiri tanpa harus dibantu dan dipegangi. Hanya perlu diberi semangat terus, karena masih belum berani untuk berjalan sendiri . Bisa sih, tapi 3 sampai 4 langkah sudah jatuh . Sudah bisa memegang benda-benda kecil seperti kacang dan bahkan mencoba memakannya beberapa kali tanpa sepengetahuan saya . Lucunya jika ia ingin memasukkan benda asing ke dalam mulutnya pasti posisi tubuhnya akan membelakangi saya, seperti memberi kesan “ngumpet” supaya tidak ketahuan . It’s so smart n funny. I’ve never thought that he could be very smart .

Iqbal juga sudah mulai mengenal orang-orang yang ada disekitarnya sehingga agak sulit meninggalkannya dengan orang baru walalupun itu adalah Kung atau Utinya sendiri. Maunya nempeeeel terus sama Bundanya, termasuk sudah bisa menangis ketika bundanya berangkat kerja. Padahal duru mah boro-boro nangis, cueks beybe ajah . Ia mulai bersikap posesif pada mainan-mainannya. Mulai mengenal teman-teman seusianya. Sudah bisa memanggil bundanya walaupun cuma bisa ujung belakangnya saja (Jadi sebel karena dia lebih bisa memanggil ayah ke Mas Aji dari pada Bunda ke saya). Sangat senang bermain ci luk ba dengan benda apa pun . Terkadang ketika ia bangun tidur pun masih sempat-sempatnya ci luk ba dengan ayahnya. Sangat senang menggoyangkan pantatnya alias berjoget jika mendengarkan musik apa pun (ini mungkin gara2 Bundanya pas lagi hamil seneng banget dengerin musik daripada murathal hehehe). Sudah mulai jadi peniru, apalagi kalau diajari memeletkan lidah oleh tantenya pasti langsung ditiru.

Sudah bisa buang air besar dengan teratur setiap hari dan di kamar mandi pula. Kalau mau pipis pasti mencari lantai, klo lagi berdiri di karpet atau ada di atas kasur pasti dia kan berusaha untuk pindah dari karpet atau kasurnya . Masya Allah…..begitu banyak momen-momen spesial yang telah Saya lalui bersamanya.

Walaupun tak sedikit kenakalan, kekreatifannya, dan kekeras kepalaannya yang membuat aku jadi geleng-geleng kepala . Apalagi kalo sudah berhubungan dengan makan, wuiiiiih perlu kesabaran ekstra besar. Walaupun dia bukan anak yang tipe mengemut makanan (ngunyahnya jago bener deh), tapi yang susah itu adalah memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Kalau sudah liat sendok dan piring makannya kepalanya langsung geleng-geleng ke kanan dan ke kiri untuk menghindari suapan Bundanya. Tapi kalau sudah diberi pisang, hmmm langsung kayak jalan tol deh makannya, bebas hambatan :P . Satu lagi yang suka bikin pusing dari Iqbal adalah pola tidurnya yang kacau di malam hari. Meskipun sudah tidur sebelum jam 8 malam pasti bangunnya jam 3 atau jam 4 pagi, kadang-kadang jam 12 malam juga suka bangun dan ngajak main. Jika sudah begitu maka yang ketempuhan adalah ayahnya .

Saya sadar sekali masih banyak kekurangan saya sebagai seorang Bunda untuk Iqbal. Banyak momen-momen spesial terjadi tanpa kehadiran saya disisinya. Bagaimana Saya sudah melewatkan langkah pertamanya, kata pertamanya, senyuman pertamanya, dsb. Waktu yang terlampau singkat untuk sekedar bermain bersamanya (walapun Bunda sebetulnya ingin bersamamu setiap saan Nak). Oleh karena alasan itulah, saya kekeuh untuk tetap memberikan nutrisi terbaik untukIqbal supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat, walaupun untuk itu Saya harus bermuka tebal dengan mengambil jam kantor untuk mengumpulkan ASI. Menolak tugas-tugas dinas ke luar kota agar tetap bisa memberinya ASI. Dan juga mengemis mohon izin agar bisa merawat dan menemaninya ketika tidak ada pembantu. Rasanya Itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan waktu untuk Iqbal yang sudah Saya korbankan hanya untuk bekerja di luar rumah.

Setahun sudah saya menjadi seorang ibu. Insya Allah perjuangan masih panjang dan belum berakhir. Saya masih harus belajar untuk membagi waktu dengan baik, meyusun menu makanannya supaya tidak bosan, belajar untuk mendidiknya dengan baik, dll. Belajar mencintainya dengan proporsional, karena sekali lagi Iqbal adalah makhluk Allah yang dititipkan kepada Saya dan Mas AJi untuk dididik dan diasuh dengan penuh kasih sayang dan dapat diambil kapan pun juga oleh Pemiliknya. Maka saya harus siap ketika saat itu datang . Memang tidak mudah tapi juga tidak ada kata sulit, karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, dan hanya kepada Allah-lah kita berharap dan menggantungkan segala urusan. (Q.S. Al-Insyirah : 5-8).

Wallahu a’lam bi shahwab.

Dear Iqbal, Bunda love you ’cause of Allah.