jump to navigation

Cium…cium ya Bunda May 14, 2009

Posted by ikawahyuni in Iqbal, Parenting, celoteh.
trackback

Selasa pagi entah kenapa perutku terasa mengeras dan tegang sekali serta ada rasa nyeri sedikit. Rasa itu semakin mejadi-jadi ketika aku sedang menyuapi anakku Iqbal. Berhubung anak usia 2 tahunku ini sangat aktif sehingga makan pun tak bisa duduk diam, walhasil aku harus ikut-ikutan duduk berdiri- duduk berdiri. Akibatnya perutku terasa makin tak keru-keruan.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah delapan sudah waktunya berangkat ke kantor. Akan tetapi perutku masih terasa tegang dan agak nyeri. Sebetulnya hari ini aku masih harus membantu rekan satu lab-ku untuk mengambil data di laboratorium, tetapi karena khawatir jika rasa tegang diperutku yang tidak hilang-hilang akan berlanjut ke kontraksi, akhirnya aku putuskan untuk istirahat di rumah. Memang kehamilan keduaku ini terasa lebih ringkih dibandingkan waktu hamil Iqbal dulu. Sekarang aku lebih sering keram perut dan mudah lelah. Mungkin hal ini disebabkan pada kehamilan kedua ini lebih banyak aktivitas yang harus kulakukan baik di kantor maupun di rumah.

Aah tapi bukan ini inti dari ceritaku sebenarnya. Ada kejadian mengharukan pagi itu ketika akhirnya aku memutuskan untuk tidak masuk kantor. Seperti biasa setelah selesai makan pagi dan mandi Iqbal pasti akan langsung minta ditemani oleh pengasuhnya untuk main ke luar, karena biasanya setelah memberinya makan dan memandikannya aku akan langsung bersiap-siap untuk ke kantor. Ketika anakku itu pulang dari bermain dan mendapatkan ibunya tergolek di atas tempat tidur karena sakit perut, tiba-tiba dia langsung mendekatiku dan berkata, “Bunda…atiit?!”. Lalu kujawab, “iya sayang perut bunda sakit, makanya bunda tiduran”, sambil berusaha tersenyum. Lalu hal mengejutkan itu terjadi, dia tiba-tiba mendekatiku seraya berkata, “cium….cium…ya !” Dan mendaratlah dua buah ciuman di pipiku. Masya Allah, anak dua tahun ini benar-benar telah membuatku melupakan rasa sakit di perutku. Memang selama ini jika dia habis jatuh atau ada bagian tubuhnya yang dikeluhkan terasa sakit, aku selalu menghiburnya dengan mencium bagian yang sakit dan kubilang bahwa itu adalah obat supaya cepat sembuh. Aku tidak menyangka bahwa ia benar-benar merekam apa yang kerap kulakulan padanya. Terlepas apakah dampak dari kebiasaanku itu bagus atau tidak, yang pasti aku merasa terharu sekali dengan sikapnya pagi ini. Alhamdulillah, Allah sudah menganugerahkan anak yang menyayangi diriku. Semoga aku terus bisa menanamkan kasih sayang dan kelembutan kepada sesama dalam dirinya. Aku sadar bahwa hal tersebut sangat bergantung pada diriku dan suamiku sebagai contoh bagi anak kami. Semoga Allah senantiasa menolong dan membimbing kami dalam meberikan tarbiyah bagi anak-anak kami, Amin.

Comments»

1. yani - May 14, 2009

so sweet…
memang anak merekam semua kejadian yg dialaminya dengan sangat kuat ya? insyaAlloh kalo iqbal dibesarkan dgn kasih sayang, dia kan menyayangi org2 di sekitarnya, aamin.

ika jgn kecapean yah, kudoakan semoga sehat selalu.

salam

2. Ika - May 14, 2009

Betuuul banget yan. Dan proses merekamnya itu cepat lho !!! Kadang2 aku suka geli sendiri klo ngeliat iqbal tiba2 meniru tingkah laku aku n mas aji, pdhal kita cuma beberapa kali ngelakuinnya tanpa sadar klo bakalan ditiru. :D .
Amin, mudah2an yani di sana juga senantiasa dianugerahi kesehatan :)

3. Aunty-nya Iqbal - May 14, 2009

:) moga sekarang dah sembuh ya sayang.. Moga ciuman Iqbal memang jdi penyembuh.. aamiin.
Cun kangenku tuk Iqbal ya.. juga do’a tuk adenya Iqbal, moga sehat..aamiin.

Kangen,
:*

ikawahyuni - May 15, 2009

Alhamdulillah udah teh !!! MOga teteh disana juga sehat2 selalu. Take care ya teh !!