jump to navigation

Jangan Menyerah August 4, 2009

Posted by ikawahyuni in Renungan, celoteh.
trackback

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa

(by : d’ Massive)

Lagi suka banget sama lagu ini. Gak tahu kenapa setiap lihat video klip dan denger liriknya jadi terharu. Liriknya sederhana tapi penuh makna karena  mengingatkan kepada kita untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Jangan putus asa dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah SWT, karena pasti ada jalan keluarnya. Karena Allah tidak akan memberikan ujian atau cobaan di luar kesanggupan hamba-Nya :) . Hanya pada Allah kita senantiasa memohon petunjuk yang lurus atas segala urusan kita dan jalan kluar yang terbaik untuk segala permasalahan hidup.

Sedikit berbagi mengenai pengalamanku dan suami. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Mengetahui segala niat memaklumiku menulis ini untuk contoh dan pengalaman baik bukan sebagai keriyaan dan sum’ah (memperdengarkan amal saleh). Sebab yang mau ku ceritakan ini ada di tepian riya’ dan sum’ah, menceritakan amal dan pengalaman hidup keluargaku dan ada yang aku dan suami lakukan lagi kemudiannya sehingga menambah seolah-olah bisa riya dan sum’ah.

Baru-baru ini kami mendapat ujian dari Allah SWT dimana suami tiba-tiba dipaksa untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Walaupun mungkin ujian ini masih belum seberat ujian-ujian yang diberikan Allah kepada orang lain. Kami cukup bingung pada saat itu karena pada saat yang bersamaan aku sedang mengandung anak kedua. Kami berdua diliputi perasaan khawatir akan biaya persalinan kelak, cicilan rumah, biaya hidup sehari-hari dan lain-lain yang masih belum tahu harus ditutup dari mana. Suami juga tak henti-hentinya berusaha untuk melamar pekerjaan. Akan tetapi dari setiap lamaran yang dikirimnya, hanya sedikit yang berbuah panggilan tes dan wawancara. Kalau pun ada panggilan tes dan wawancara ternyata hasilnya negatif. Entah karena gajinya yang terlalu kecil untuk standar suamiku atau karena memang karena suami yang tidak lulus tes sehingga tidak dipanggil lagi.

Setelah satu bulan berusaha untuk mencari pekerjaan, Alhamdulillah akhirnya ada satu perusahaan yang menerima suamiku walaupun gajinya jauh dibawah gaji sebelumnya, tapi sesuai dengan bidang yang diminati oleh suami. Ternyata pertolongan Allah tidak berhenti di situ saja. Ketika hari persalinan tiba, kami hanya punya tabungan setengah dari seluruh biaya persalinan. Tapi kembali Allah menunjukkan kekuasaannya, walaupun harus meminjam dari keluarga, syukur Alhamdulillah biaya tersebut dapat tertutupi untuk sementara.

Ketika aku masih di rumah sakit setelah melahirkan, dengan bimbingan dari Allah kami menonton acara ceramah/tausiyah yang diberikan oleh Ustadz Yusuf Mansyur di TVRI dalam rangka Isra’ Mi’raj. Isi dari tausiyah beliau sangat sesuai dengan keadaan kami. Beliau mengingatkan bahwa jika ada permasalahan dalam hidup maka kita harus introspeksi diri terhadap ibadah-ibadah kita kepada Allah. Terutama dari shalat kita. Apakah sudah tepat waktu ? Apakah sudah dilengkapi dengan shalat sunat rawatib? Apakah rajin shalat sunat dhuha dan shalat malam ? Karena ternyata dengan memperbaiki shalat maka akan membuat kita semakin dekat kepada Allah SWT. Kepada siapa lagi kita akan meminta selain kepada Allah. Jadi sebelum meminta pertolongan kepada manusia maka kita harus terlebih dahulu memintanya kepada Allah. Mendengar hal tersebut kami berdua menjadi tertegun dan mereka ulang kesalahan yang sudah kami perbuat. Kami memang sudah mulai lalai dalam beribadah kepada Allah, shalat yang tidak tepat waktu, bacaan qur’an yang seadanya. Bahkan ketika suami sedang mencari kerja kami malah sibuk meminta bantuan kepada manusia dan lupa bahwa yang Maha menguasai diri kami adalah Allah. Alhamdulillah, ternyata Allah masih berbaik hati mengirimkan kepada kami tentara-Nya untuk memperingati kami.

Semenjak saat itu kami pun mulai berusaha memperbaiki ibadah kami dengan disertai memohon pertolongan kepada Allah. Memang jawaban dari doa kami dan pertolongan Allah tersebut tidak instan kami dapatkan tapi perlahan kami mulai merasakan adanya rezeki yang datang dari arah yang tidak terduga-duga. Sedikit demi sedikit kami bisa melunasi hutang biaya persalinan, bahkan kami bisa langsung melakukan aqiqah untuk putri kami yang baru lahir. Laptop suami yang sudah ingin dijual dari dulu tapi belum ada peminatnya, Alhamdulillah akhirnya bisa terjual juga. Cicilan rumah dan biaya hidup sehari-hari yang sempat kami khawatirkan tidak dapat tercukup, ternyata sampai hari ini masih bisa kami penuhi.

Allahu Akbar….. “maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman : 13). Begitu banyak nikmat yang sudah Allah berikan kepada keluarga kami, tapi kaminya yang sering lupa untuk bersyukur. Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya untuk senantiasa memperbaiki niat dan ibadah kita semata-mata hanya karena Allah SWT. Dan juga senantiasa menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong kita, sesuai dengan Q.S. Al-Baqarah : 45.

Wallahu a’lam bishshohwab.

Comments»

1. yani - August 5, 2009

Dear Ika, sempet kaget juga membaca tulisanmu ini.
Maklumlah…aku ngga akan tahu yg terjadi padamu jika dirimu ngga cerita, padahal kita sempat beberapa kali chat ya?

InsyaAllah cobaan yang Allah berikan sesuai kemampuan manusia, yang penting kita selalu bersyukur dan tidak lupa menghambakan diri kepada Allah SWT Yang Maha Sempurna. InsyaAllah ceritamu ini membawa hikmah buatku & pembaca lainnya Ka…thx ya :)

Btw, adiknya Iqbal siapa namanya ya? Pastinya masih sering bangun malam ya… Btw, diriku cuma bisa kasih tulisan saat dirimu lahiran niy: Alhamdulillah, Ika Lahiran! :mrgreen:

Dari jauh hanya bisa kutitipkan doa, mudah2an keluarga Ika selalu dalam lindungan Allah SWT, amiin.

ikawahyuni - August 15, 2009

Alhamdulillah nama adiknya Iqbal itu Alya Fakhirah Prabowo. Iya nih skr masih penyesuaian jam tidur. Klo malam masih suka bangun :) . Jadi bunda n ayahnya jugaikutan begadang deh ! Terima kasih untuk support n doanya ya. Semoga Yani n Mas Adi di sana juga senantiasa dalam lindungan Allah SWT, amiin :) .

2. Threeas - August 5, 2009

Makasi ya bu dah berbagi cerita.. Jadi instropeksi ma diri sendiri ni :) Maaf ya belum sempat nenggok adiknya Iqbal, InsyaAllah sebelum pindah ke Jakarta, aku sempatin nenggok..

Semoga tetap sabar ya menghadapi cobaan. InsyaAllah keluarga Bu Ika akan naik kelas nantinya.. Ada hal yang indah yang Allah berikan buat hamba-Nya yang lulus ujian..

ikawahyuni - August 15, 2009

Sama-sama mba !! Alhamdulillah klo bermanfaat semoga. Amiin….

3. syam - August 6, 2009

oh, jadi mas aji yang ke biomat dan bilang cuti waktu itu yah..
:) ok, jangan menyerah ya.. :D *halah..*

ikawahyuni - August 15, 2009

hehehe iya syam… emang waktu itu dia udah dalam proses resign makanya bisa antar jemput :P . Thanx syam !!!

4. tya - September 24, 2009

tya setuju bgt sama mba ika… lagu ini emang bagus bgt… dr awal aku denger lagu ini, aku dah suka… di saat lg badmood pas denger lagu ini ga tau knp bikin hati jd lebih baik… ^_^