jump to navigation

Perjuangan Untuk Suapan Pertama August 16, 2009

Posted by ikawahyuni in Iqbal, Parenting, celoteh.
trackback

Pondok Labu, 6 Agustus 2009.

Fiuh… pagi ini perjuanganku untuk membuat Iqbal berhasil dilakukan tanpa harus dengan marah-marah dan ancaman :) . Kemarin aku memang bertekad untuk bisa membujuk anak pertamaku ini untuk mau makan pagi tanpa harus menarik otot :D . Karena akhir-akhir ini, lebih tepatnya dimulai semenjak kandunganku sudah mendekati 8-9 bulan sampai aku akhirnya melahirkan, Iqbal makannya mulai susah. Dia pintar sekali memancing amarahku sehingga membuatku harus sedikit bersuara keras kepadanya dan mengancamnya supaya dia mau makan. Sebetulnya aku tahu jika cara ini mungkin kurang baik, tapi bingung mau bagaimana lagi karena kalau dibujuk dengan kata-kata halus dia seperti meledek. Hmm…mungkin akunya saja yang kurang sabar :( , walhasil kalau sudah begitu aku menyerah deh !!! Dan kebiasaan susah makannya ini semakin menjadi ketika aku tinggal di rumah orang tuaku setelah melahirkan. Wah…dia makin punya cara untuk menolak jika disuruh makan, dari mulai minta tidur, kejar-kejaran dengan mbaknya, sampai minta perlindungan kepada aki-ninnya. Untuk cara yang terakhir dia bisa sampe nangis-nangis ke aki-ninnya. Jadi serba salah deh… yang ada akunya makin khawatir karena takut berat badannya turun (padahal dia udah termasuk kategori kurus lho) dan sakit.

Alhamdulillah pagi ini berbeda….kucoba melakukan pendekatan halus kepadanya. Kuajak dia bermain dan menonton acara anak-anak favoritnya. Awalnya dia mencoba menolak suapan pertama, tapi kucoba lagi sambil membujuknya dengan memasang muka ceria dan tertawa padahal dihatiku sudah takut akan mendapat penolakan lagi. Tapi….yippie…hoooreeee ketika kucoba mendekatkan sendok ke mulutnya tanpa disangka-sangka dia membuka mulutnya dan aku sukses memasukkan suapan pertama tanpa perlu marah-marah seperti biasanya :) . Suapan kedua, ketiga, dan seterusnya berhasil pula kulakukan. Memang sih tak semulus  pada suapan pertama karena jika dia sudah bosan dengan mainan yang aku berikan atau ketika sedang iklan dia pasti berhenti makan dan mulai ngeyel lagi. Kalau sudah begitu kucoba cari mainan baru untuknya, apa saja kucoba untuk dijadikan umpan. Mulai dari krayon dan kertas, cat air, kartu UNO milik om dan tantenya sampai memutar video barney kesukaannya. Yang penting targetku agar dia makan sampai habis tercapai. Dan memang akhirnya target itu tercapai :) , walaupun mungkin memakan waktu dan harus memutar otak agar kreatif tapi Alhamdulillah hasilnya dia mau menghabiskan makannya.

Jika ditanya bagaimana rasanya….wah lega sekali dan suatu kepuasaan tersendiri. Yang pasti berbeda rasanya ketika berhasil membuat Iqbal menghabiskan makanannya dengan cara halus dibandingkan dengan cara marah-marah. Iqbal terlihat lebih menikmati makannya karena tidak berada dalam tekanan dan rasa takut. Aku yakin ini semua tidak lepas dari pertolongan Allah yang sudah menunjukkan ilham agar aku lebih kreatif dan melunakkan hati Iqbal agar mau makan. Karena hanya Allah yang menguasai segala makhluk…. Dia bisa mengeraskan hati seseorang semudah Dia melunakkannya. Seberapa besar pun tenaga dan pikiran kita berusaha untuk mengubah hati seseorang jika kita tidak meminta pertolongan Allah untuk membolak-balikkan hatinya maka akan sia-sialah usaha kita.

Hari ini aku kembali mendapat suatu pelajaran berharga. Pelajaran yang aku dapat dengan menjadi orang tua. Aku jadi bisa mengerti perasaan ibuku ketika dulu aku juga susah makan. Hmm…. Sesuatu yang mungkin belum tentu kumengerti jika aku belum merasakannya sendiri. Terima kasih Allah, karena Kau telah menganugerahkan kesempatan ini… membuatku semakin menghargai apa yang sudah ibuku lakukan untukku selamat ini !!! Untuk para ibu, bunda, atau pun mamah di dunia ini, tetap semangat dan jangan menyerah untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita dengan cara-cara yang disukai Allah SWT. Jika anak anda susah makan, tetaplah kreatif dan inovatif dalam membujuk anak-anak kita supaya mau makan J. Insya Allah, perjuangan kita akan bernilai pahala di mata Allah SWT. Amiiin.

Comments»

No comments yet — be the first.