HFMD (Hand-foot-and-mouth disease)
Berkaca dari pengalaman Iqbal yang sampai terkena dua kali (usia 18 bulan dan 2 tahun 7 bulan) oleh penyakit HFMD ini, saya jadi mencari informasi dan ingin berbagi informasi tersebut melalui blog ini.
Apa sih HFMD itu dan apa penyebabnya?
HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan biasa terjadi pada bayi dan anak-anak (di bawah 10 tahun). Karena umumnya bayi dan anak-anak masih memiliki antibodi yang rendah jika dibandingkan dengan orang dewasa. Akan tetapi HFMD yang terjadi pada manusia ini jangan disamakan dengan yang terjadi pada hewan ternak seperti sapi ya. Hehehe soalnya waktu pertama kali dengar dari dokternya Iqbal saya langsung kepikiran kesitu. Sedangkan perasaan saya Iqbal gak pernah main atau bersentuhan langsung dengan sapi atau binatang ternak yang lain
.
Jadi ternyata virus yang menyerang manusia berbeda dengan yang menyerang hewan. Pada manusia penyakit HFMD ini disebabkan oleh virus dari golongan enterovirus (polioviruses, coxsackieviruses, echoviruses, and enteroviruses) umumnya sih disebabkan oleh coxsackievirus A16.
Bagaimana gejala-gejalanya ?
Berdasarkan pengalaman waktu Iqbal sakit dan juga artikel dari CDC ternyata gejala- gejalanya :
- Diawali dengan demam, sakit tenggorokan, terkadang nafsu makan menurun, dan badan lemas. (Sebelum demam, Iqbal sempat batuk pilek. Pas demam, suhu tubuhnya bisa mencapai 39, 3 derajat dan susah makan. Bahkan waktu terkena pertama kali Iqbal sama sekali gak mau makan selama 3 hari, cuma mau nyusu sama aku aja. BB-nya turun drastis banget. Kalau pas yang kedua mungkin karena antibodinya sudah lebih baik, masih bisa masuk makanan walaupun harus ekstra “maksanya”).
- Satu atau dua hari setelah demam akan muncul luka di rongga mulut. Mulanya hanya seperti titik merah, lalu kelamaan akan melepuh dan akhirnya jadi sariawan. Jadi bentuknya kecil-kecil tapi banyak dan menyebar di mulut, lidah, gusi, bahkan sampai pada dinding rahang atas. (ini yang membuat anak jd susyaaah makan)
- Setelah 1 – 2 hari juga akan keluar ruam kulit yang tidak gatal. Ruamnya berwarna merah bisa datar atau menggelembung, terkadang sampai melepuh. Biasanya timbul di daerah telapak tangan, kaki, bahkan terkadang juga keluar di daerah pantat dan atau alat kelamin. (Kalau Iqbal, waktu pertama kali terkena HFMD, bercak merah pada telapak tangan dan kaki tidak keluar, hanya ada sariawan saja. Sedangkan yang kedua kalinya bercak ini banyak muncul di kaki. Sedangkan di telapak tangan dan bagian pantat hanya sedikit. Cuma ruamnya itu tidak sampai melepuh, dan tidak terlihat secara kasat mata. Tetapi jika telapak kakinya diraba maka akan terasa ada yg menjendol. Iqbal juga mengeluh kakinya sakit. Baru setelah demamnya reda terlihat bahwa di telapak kaki dan tangannya ada bercak-bercak merah).
Jadi, pada penderita mungkin muncul hanya ruam saja atau sariawan saja atau kedua-duanya.
Beberapa gambar mengenai ruam yang timbul.
Bagaimana cara penyebarannya ?
Penularannya umunya melalui kontak langsung dengan penderita. Virus ditemukan pada sekresi dari hidung dan tenggorokan (ingus dan riak), air liur, cairan yang keluar dari ruam dari orang yang terinfeksi. Umumnya dapat menyebar dari tangan penderita yang tidak sering dicuci atau permukaan yang terkontaminasi oleh virus.
Penderita sangat besar kemungkinan menularkan infeksi virus ini pada minggu pertama ia sakit. Akan tetapi, virus penyebab HFMD ini dapat tinggal di tubuh penderita lebih dari seminggu, bakan ketika gejala-gejalanya telah hilang. Artinya walaupun sudah sembuh si penderita masih dapat menularkan virus tersebut kepada anak-anak lain.
Pada beberapa penderita – umumnya orang dewasa -, gejala seperti yang di atas mungkin tidak keluar, tapi bagi yang terinfeksi virus tetap bisa menularkan kepada orang lain. Virus HFMD pada manusia tidak berpindah dari atau ke hewan peliharaan atau hewan lainnya. Jangka waktu dari infeksi awal ke keluarnya tanda-tanda dan gejala (masa inkubasi) adalah selama tiga sampai tujuh hari.
Contohnya pada kasus Iqbal, ia mungkin tertular oleh Tantenya atau ayahnya yang sebelumnya juga terkena flu. Saya pikir hanya flu biasa tapi ternyata gejalanya menunjukkan gejala HFMD. Mungkin saja ayah atau tantenya sebenarnya terkena virus penyebab HFMD tapi gejalanya tidak keluar. Iqbal mengalami demam mulai hari Kamis siang – Jum’at malam, untuk mencegah penularan kepada teman-temannya, maka Iqbal saya larang untuk main sampai 5 hari setelah demamnya reda (baru boleh main hari Kamis minggu depannya). Naah yang susah itu menjauhkan dia dari adiknya yang masih bayi. Tapi mudah-mudahan adiknya yang masih 4 bulan gak kena juga ya
. Sampai saat tulisan ini dibuat sih Alhamdulillah tidak menunjukkan gejala-gejala seperti di atas. Kalau kata dokternya Iqbal sih, selama ini pada pasien-pasiennya, HFMD ini jarang menyerang bayi. Jika ada kasus pun hanya satu atau dua saja.
Orang-orang yang belum pernah terinfeksi enterovirus yang menyebabkan HFMD beresiko untuk terinfeksi. Akan tetapi, tidak semua orang yang terinfeksi akan menjadi sakit HFMD. Seperti disebutkan di atas, bahwa umumnya terjadi pada anak di bawah 10 tahun tapi dapat juga terjadi pada orang dewasa. Pada anak-anak kemungkinan terinfeksi virus dan sakit HFMD lebih besar karena mungkin anak-anak masih memiliki sedikit antibodi yang dapat melindungi mereka dari virus penyebab HFMD. Antibodi akan terbentuk di dalam tubuh sejak kita terpapar oleh enterovirus penyebab HFMD. Infeksi akan menghasilkan kekebalan untuk melindungi dari virus penyebab HFMD dari jenis yang sama. Jika seseorang sakit HFMD yang kedua kalinya maka infeksi yang terjadi disebabkan oleh jenis virus yang lain dari golongan enterovirus.
Seperti pada Iqbal, virus yang menginfeksi pada kali pertama ia terkena HFMD mungkin berbeda dengan virus yang menginfeksi pada kali kedua. Akan tetapi karena ia pernah terkena HFMD sebelumnya maka ketika ia terinfeksi pada yang kedua kalinya, sakit yang dideritanya tidak terlalu parah. (Thanx to Iqbal’s doctor for the explanation).
Lalu jika sudah sakit, bagaimana cara pengobatannya ?
Karena sejak awal sudah disebutkan bahwa HFMD itu disebabkan oleh virus maka tidak ada treatment atau pengobatan khusus untuk penyakit HFMD ini. Tanda-tanda atau gejalanya akan hilang dengan sendiri dalam 7 sampai 10 hari.
Untuk demamnya dapat dilakukan “home treatment” seperti perbanyak asupan cairan, kompres dengan air hangat, makan buah, serta pemberian parasetamol jika suhu tubuh sudah di atas 38,5 atau 40 derajat atau jika anak tidak merasa nyaman.
Nyeri akibat luka/sariawan di mulut biasanya menyebabkan anak-anak menjadi tidak mau makan. Hal ini dapat diobati dengan obat pereda rasa sakit seperti acetaminophen (Tylenol, dll) atau ibuprofen (Advil, Motrin, dll) yang dapat menghilangkan ketidaknyamanan.
Kalau dokternya Iqbal sih menyarankan untuk memberikan makanan yang dingin-dingin, seperti agar-agar, es krim, dan jus buah. Bisa juga memberi makanan yang halus seperti bubur, puree kentang, atau memblender makanan sehingga menjadi lebih halus lalu menyuapinya dengan menggunakan pipet. Jika anak benar-benar tidak mau makan bisa juga diberi obat pereda rasa sakit sebelum makan. Emang sih butuh kesabaran ekstra dalam hal membujuk dan memberi makan pada anak ketika sakit HFMD ini. Alhamdulillah waktu kemarin sakit Iqbal masih mau minum air putih, susu, dan minum jus buah serta makan nasi dan bakpau walaupun dengan sedikit dipaksa. Yang penting ada yang masuk, jadi badannya gak lemas. Kalau anaknya sudah bisa berkumur, mungkin bisa dicoba berkumur dengan air hangat yang diberi garam setelah makan yang dapat berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Jadi, tidak perlu antibiotik ya !!!
Adakah cara untuk pencegahannya?
Semenjak tidak ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terpapar virus penyebab HFMD, maka cara pencegahan yang paling baik adalah dengan
- Sering-sering mencuci tangan terutama setelah buang air dan mengganti popok, juga sebelum menyiapkan makanan dan makan. Jika tidak ada air bisa menggunakan tisu basah atau hand sanitizer yang mengandung alkohol pembunuh kuman.
- Rajin-rajin membersihkan permukaan yang kotor juga mainan anak dengan sabun dan air serta larutan desinfektan.
- Ajarkan anak untuk tidak meletakkan jari, tangan, atau benda-benda lain ke mulut (menjaga kehigienisan).
- Hindari bersentuhan langsung dengan penderita HFMD (mencium, memeluk, sharing peralatan makan atau gelas dengan penderita, dll).
- Usaakan untuk mengisolasi penderita HFMD supaya tidak menularkan kepada orang lain. Jadi kalau anak Anda terkena HFMD ada baiknya libur sekolah atau ke day care dulu sampai lewat masa penularannya.
Demikian sekilas tentang HFMD… mudah-mudahan bisa menambah informasi untuk Anda dan bisa bermanfaat. Untuk artikel lengkapnya bisa langsung mengunjungi alamat web di bawah ini. Dengan mengetahui gejala dan cara pengobatannya mudah-mudahan tidak panik ketika anak Anda terinfeksi virus penyebab HFMD ini. Tetap observasi dan jika ingin berkonsultasi lebih lanjut silahkan kunjungi dokter anak Anda
.
Sumber
- http://www.cdc.gov/ncidod/dvrd/revb/enterovirus/hfhf.htm
- http://www.mayoclinic.com/health/hand-foot-and-mouth-disease/DS00599
- milis sehat (http://health.groups.yahoo.com)
- Posted in: Iqbal ♦ Kesehatan
- Tagged: kesehatan anak








wah penjelasan yang sangat informatif, makasih ya,,,
sama-sama
wuihh hebat bunda,. tapi ayah jadi inget sepertinya ayah beberapa kali setelah peluk Iqbal ,. terus cium2 dek Alya,.. yaaaah,.
Hasbunallah wa nikmal wakeel, gak ngulang lagi deh,. jazakallah khairan ya Bunda.
sama, bunda juga gitu. Makanya pas baca artikel ini jadi nyesel karena gak hati-hati. Mustinya dari awal bunda sdh pakai masker.