ASI ibu gak cocok untuk bayinya ? Masaaaak sih…. ???!!!! June 27, 2008
Posted by ikawahyuni in Uncategorized.2 comments
Pernah denger gak kalo ada anak gak cocok sama ASI ibunya, trus gara-gara itu si anak jadi sakit-sakitan terus n badannya jadi kurus? Terus setelah anaknya gak dikasih ASI lagi n diganti sama susu formula, eeeh anaknya jadi sehat n gendut. Haaah, teori apaan tuh ? Aduuh jd pusing dengerinnya…. Udah segitu parahnyakah produsen susu formula, terutama untuk bayi, mencuci otak ibu-ibu sehingga menyalahkan ASI krn anaknya sakit-sakitan n kurus. Dan apakah anak itu harus gendut ya supaya dibiliang sehat ? Dan begonya lagi mulutku cuma bisa bilang “oooh gitu ya? aku baru tahu tuh soal itu” tanpa bisa mendebatnya lebih jauh dan yg punya pengalaman soal itu dengan yakinnya membenarkan hal itu. Hiks….hiks…hiks…. sediiihnya =(.
Mengutip perkataannya dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia yang mengambil spesialis dokter anak di FK UNPAD, Bandung, bahwa Tuhan telah menciptakan air susu ibu selalu cocok untuk anaknya. Hebatnya lagi bahwa ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu berjumlah sesuai dengan yang bisa diserap oleh pencernaan si bayi. Bahkan anugrah yang satu ini juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi secara real time, misalnya bila cuma haus maka akan lebih banyak cairan dan seterusnya.
Tuuuh coba bayangin kurang bagus apanya coba ASI itu. Bayi yang diberi susu formula memang cenderung akan lebih gendut bahkan bisa sampai obesitas karena kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Jadi jelaslah klo anak ASI itu terkadang tidak segemuk yg diberi susu formula.
Pada posting berikutnya aku tampilkan artikel yang menyatakan kelebihan ASI.
Bolu Kukus Strawberry June 20, 2008
Posted by ikawahyuni in Coba-coba resep.Tags: Add new tag, bolkus, kue
4 comments
Finally, I made it. Yup, bolu kukus strawberry. Padahal beli buku resepnya udah lama banget, dari zaman mas Aji masih di Kanada. Alhamdulillah baru bisa dipraktekkin sekarang. Dan hasilnya…..eng…ing….eng, hehehe bantet bow
. Tapi rasanya Alhamdulillah masih bisa dinikmati, buktinya Iqbal suka.
Curaaaang masak iqbal dijadiin patokan, diakan belum tau rasa, yaa jelas aja suka. Hehehe, kan namanya juga usaha. Lagian saya buat kue juga buat Iqbal, biar Iqbal bisa dapat camilan sehat. Daripada terus-terusan makan biskuit buatan pabrik
, mending buat kue sendiri deh.
Kalau dianalisa sih (dasar org kimia), sepertinya bantatnya itu karena waktu ngocok putih telurnya kan terpisah antara putih telur yang sudah kaku dgn air, nah si air ini ikut masuk ke campuran tepung terigu, walhasil walaupun udah pake baking powder tetep aja kue gak bisa ngembang deh. Hiks…hiks…hiks… krn kurang ilmu jd kesalahan kecil bisa jadi gak sukses dalam buat kue. 
Cuma kok waktu buat kue kemarin itu aku ragu sama kehalalan beberapa bahan pembuat kuenya
. Salahnya aku, saking bersemangatnya bikin kue gak ngecek dulu di halal-guide. Yaa bismillah aja deh. Sekarang jd PR tersendiri buatku untuk cari keterangan soal bahan kue seperti cream of tar-tar n baking powder. Insya Allah akan aku buat ringkasannya di tulisan mendatang dari hasil searching soal bahan kue yang halal.
Ups…maaf ya, lupa bawa buku resepnya jadi belum bisa bagi2 resep bolkus ini. Insya Allah untuk eksperimen yg tiga bisa menyertakan resepnya.
Ok deh…. sampai jumpa di coba-coba resep selanjutnya.
Ibu Rumah Tangga May 12, 2008
Posted by ikawahyuni in Renungan.add a comment
Hasil browsing internet, dapat artikel bagus soal Ibu Rumah Tangga. Insya Allah makin membuat mantap akan pilihan profesi saya ke depannya. Saya tahu hal ini akan sulit dan akan banyak mendapat pertentangan dari keluarga besar terutama dari orang tua. Juga akan menimbulkan persepsi negatif dari orang-orang di kantor. Biarlah orang berpikir semaunya, saya lebih mengenal diri saya dan kemampuan saya. Yang pasti Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi diri saya.
Tuesday, May 09, 2006
Saya adalah Ibu Rumah Tangga
21 Apr 2006 06:48 WIB
Untuk rencana hari ini, dalam buku agenda tertulis: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection… Dan beberapa jadwal lainnya. Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya hanya seorang isteri dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga. Saya ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat purchase order; acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba saya istilahkan dengan meeting supplier; sedangkan incoming inspection adalah istilah untuk rapi-rapi rumah. Semua saya lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.
Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian yaitu general affair saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu bagian. Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuannya nanti harus dilaporkan pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.
Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani perkerjaan sebagai ibu rumah tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui. Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga. Ternyata, setelah benar-benar terjun fulltime menjalani pekerjaan rumah tangga, pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.
Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan, kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.
Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem. Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.
Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini merupakan komitmen saya. Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena cape ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Di sinilah karir saya ditempa. Saya adalah fasilator bagi berjalannya managemen rumah tangga. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji` berupa palaha tak terhingga dari Allah swt. Juga `bonus` berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah.
Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksible dalam mengembangakan potensi untuk meraih prestasi. Di antaranya saya dapat lulus Nihongo Nouryoku Shiken (Tes Kemampuan Bahasa Jepang) level satu setelah berusaha keras belajar di antara waktu luang yang ada, juga dapat mengembangkan hobi menulis. Siapa yang menyangka jika setelah menjadi ibu rumah tangga, saya justru diamanahi menjadi ketua di salah satu forum kepenulisan.
Saya bercermin dari ummahatul mukminin di antaranya Siti Khadijah ra., seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan sang suami Rasulullah saw. Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah saw yaitu Fatimah ra., yang tangannya selalu membekas karena sering menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan kendi, bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.
Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk menghiburnya, “Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Perempuan mana yang menghamparkan tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), Teruskanlah amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang.”
Betapa saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini. Sebuah profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri – ibu rumah tangga. Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini. Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda? Tanpa ragu lagi akan keluar jawaban, “Saya adalah ibu rumah tangga.”
[Renungan diri oleh: Lizsa Anggraeny , aishliz et yahoo.com.sg, FLP Jepang]
Newsletter yang ke-4 dari BundaInBiz April 24, 2008
Posted by ikawahyuni in Parenting.add a comment
Alhamdulillah, pagi ini mencoba memeriksa e-mail yang di gmail ternyata ada newsletter baru dari BundaInBiz. BundaInBIz ? Apa tuh ? Hehehe, itu merupakan nama komunitas Ibu-ibu yang bekerja dari rumah. Mereka lebih memilih untuk mengelola bisnis dari rumah daripada bekerja kantoran. Banyak sih motivasi yang membuat para ibu-ibu ini lebih memilih kerja di rumah tapi yang utama sih karena supaya bisa tetap mengurus anak-anaknya
. Bravo… niat yang amat mulia. I wish I could do that. Of course you can also do that. Why not ???!!!! Insya Allah, sedang dalam tahap perencanaan kok. Tinggal tunggu aja tanggal mainnya
. Makanya sekarang saya coba berlangganan newsletter dari BundaInBiz ini. Jadi bisa belajar lebih banyak mengenai memulai sebuah bisnis dari rumah. Ternyata isinya sangat menarik, karena berisi pengalaman-pengalaman pribadi para ibu-ibu anggota komunitas ini dalam memulai bisnis mereka
. Kalau berdasarkan pengalaman pribadikan jadi lebih mengena, sehingga membuat pembaca jadi berpikir dan tertantang “jika ibu ini saja bisa, mengapa saya tidak”. Ya…paling tidak itulah yang selalu saya rasakan setelah membaca newsletter tersebut
.
Newsletter yang keempat ini salah satunya menjelaskan tentang cara mengatur keuangan bisnis yang sedang dirintis. Menurut Mba’ Nurul Abidah, si penulis, berapa pun kecilnya bisnis yang sedang kita jalani tetap harus menerapkan yang namanya manajemen keuangan bisnis. Dan yang paling penting adalah jangan sampai keuangan bisnis kita menjadi satu dengan keuangan keluarga. Hal ini dapat membuat kita sebagai pelaku bisnis jadi susah mengontrol keuangan bisnis kita dan jadi ribet ke belakangnya. Bisa gak jelas untung atau rugi
. Kata beliau jangan sampai kita merasa nyaman-nyaman saja padahal di atas kertas, biaya yang dikeluarkan lebih besar daripa keuntungan yang di dapat
. Yang ada, Sudah jatuh tertimpa tangga pula
. Udah bisnis rugi, keuangan keluarga juga menipis karena terpakai tanpa sepengatuhan kita.
Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengontrol keuangan diantaranya adalah :
- Membuat rekening sendiri untuk modal usaha.
- Punya buku kas bisnis (yang ada debet, kredit, dan saldo) yang berguna untuk mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan bisnis SEKECIL APAPUN ITU
. - Menyiapkan dompet khusus untuk menyimpan uang kas bisnis sehingga kalau ada keperluan mendadak tidak perlu menggunakan uang keluarga.
- Bisa juga menggunakan software keuangan untuk mengontrol keuangan bisnis.
- Yang paling penting adalah displin membuat pembukuan keuangan setiap hari, tidak boleh tidak. (Naah ini kadang yang paling berat. Pantesan keuangan keluarga juga dedel duel, karena pencatatan yang tidak teratur sehingga banyak yang lupa.)
Ok deh….segitu dulu, mudah-mudahan tulisan pendek ini bermanfaat buat yang lain yang sedang mulai berbisnis. Saya juga harus mulai menerapkan manajemen keuangan pada bisnis kecil saya, supaya gak rugi
.
Tetap semangat dan berusaha untuk hari esok yang lebih baik !!!
Setahun Sudah April 21, 2008
Posted by ikawahyuni in Iqbal, Parenting.7 comments
Tidak terasa ternyata sudah setahun saya menjadi seorang Ibu. Pengalaman yang penuh dengan warna-warni, suka dan duka. Iqbal sekarang sudah bertambah besar dan pintar. Alhamdulillah, walaupun dari postur tubuh cenderung kurus tapi perkembangan motorik kasar, halus, kognitif, sosial-emosi, dan bahasanya sangat baik.
Saat ini ia sudah mulai senang dititah, maunya jalaaan terus. Sudah bisa berdiri sendiri tanpa harus dibantu dan dipegangi. Hanya perlu diberi semangat terus, karena masih belum berani untuk berjalan sendiri
. Bisa sih, tapi 3 sampai 4 langkah sudah jatuh
. Sudah bisa memegang benda-benda kecil seperti kacang dan bahkan mencoba memakannya beberapa kali tanpa sepengetahuan saya
. Lucunya jika ia ingin memasukkan benda asing ke dalam mulutnya pasti posisi tubuhnya akan membelakangi saya, seperti memberi kesan “ngumpet” supaya tidak ketahuan
. It’s so smart n funny. I’ve never thought that he could be very smart
.
Iqbal juga sudah mulai mengenal orang-orang yang ada disekitarnya sehingga agak sulit meninggalkannya dengan orang baru walalupun itu adalah Kung atau Utinya sendiri. Maunya nempeeeel terus sama Bundanya, termasuk sudah bisa menangis ketika bundanya berangkat kerja. Padahal duru mah boro-boro nangis, cueks beybe ajah
. Ia mulai bersikap posesif pada mainan-mainannya. Mulai mengenal teman-teman seusianya. Sudah bisa memanggil bundanya walaupun cuma bisa ujung belakangnya saja
(Jadi sebel karena dia lebih bisa memanggil ayah ke Mas Aji dari pada Bunda ke saya). Sangat senang bermain ci luk ba dengan benda apa pun
. Terkadang ketika ia bangun tidur pun masih sempat-sempatnya ci luk ba dengan ayahnya. Sangat senang menggoyangkan pantatnya alias berjoget jika mendengarkan musik apa pun
(ini mungkin gara2 Bundanya pas lagi hamil seneng banget dengerin musik daripada murathal hehehe). Sudah mulai jadi peniru, apalagi kalau diajari memeletkan lidah oleh tantenya pasti langsung ditiru.
Sudah bisa buang air besar dengan teratur setiap hari dan di kamar mandi pula. Kalau mau pipis pasti mencari lantai, klo lagi berdiri di karpet atau ada di atas kasur pasti dia kan berusaha untuk pindah dari karpet atau kasurnya
. Masya Allah…..begitu banyak momen-momen spesial yang telah Saya lalui bersamanya.
Walaupun tak sedikit kenakalan, kekreatifannya, dan kekeras kepalaannya yang membuat aku jadi geleng-geleng kepala
. Apalagi kalo sudah berhubungan dengan makan, wuiiiiih perlu kesabaran ekstra besar. Walaupun dia bukan anak yang tipe mengemut makanan (ngunyahnya jago bener deh), tapi yang susah itu adalah memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Kalau sudah liat sendok dan piring makannya kepalanya langsung geleng-geleng ke kanan dan ke kiri untuk menghindari suapan Bundanya. Tapi kalau sudah diberi pisang, hmmm langsung kayak jalan tol deh makannya, bebas hambatan
. Satu lagi yang suka bikin pusing dari Iqbal adalah pola tidurnya yang kacau di malam hari. Meskipun sudah tidur sebelum jam 8 malam pasti bangunnya jam 3 atau jam 4 pagi, kadang-kadang jam 12 malam juga suka bangun dan ngajak main
. Jika sudah begitu maka yang ketempuhan adalah ayahnya
.
Saya sadar sekali masih banyak kekurangan saya sebagai seorang Bunda untuk Iqbal. Banyak momen-momen spesial terjadi tanpa kehadiran saya disisinya. Bagaimana Saya sudah melewatkan langkah pertamanya, kata pertamanya, senyuman pertamanya, dsb. Waktu yang terlampau singkat untuk sekedar bermain bersamanya (walapun Bunda sebetulnya ingin bersamamu setiap saan Nak). Oleh karena alasan itulah, saya kekeuh untuk tetap memberikan nutrisi terbaik untukIqbal supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat, walaupun untuk itu Saya harus bermuka tebal dengan mengambil jam kantor untuk mengumpulkan ASI. Menolak tugas-tugas dinas ke luar kota agar tetap bisa memberinya ASI. Dan juga mengemis mohon izin agar bisa merawat dan menemaninya ketika tidak ada pembantu. Rasanya Itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan waktu untuk Iqbal yang sudah Saya korbankan hanya untuk bekerja di luar rumah.
Setahun sudah saya menjadi seorang ibu. Insya Allah perjuangan masih panjang dan belum berakhir. Saya masih harus belajar untuk membagi waktu dengan baik, meyusun menu makanannya supaya tidak bosan, belajar untuk mendidiknya dengan baik, dll. Belajar mencintainya dengan proporsional, karena sekali lagi Iqbal adalah makhluk Allah yang dititipkan kepada Saya dan Mas AJi untuk dididik dan diasuh dengan penuh kasih sayang dan dapat diambil kapan pun juga oleh Pemiliknya. Maka saya harus siap ketika saat itu datang . Memang tidak mudah tapi juga tidak ada kata sulit, karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, dan hanya kepada Allah-lah kita berharap dan menggantungkan segala urusan. (Q.S. Al-Insyirah : 5-8).
Wallahu a’lam bi shahwab.
Dear Iqbal, Bunda love you ’cause of Allah.

Just questioning March 10, 2008
Posted by ikawahyuni in Parenting, Renungan.5 comments
Humanosphere Science School 2008 & 92nd RISH Symposium February 11, 2008
Posted by ikawahyuni in Uncategorized.add a comment
Ada titipan publikasi seminar dari kantor. Buat yang berminat silahkan mendaftar segera ya =)
Telah kita ketahui bersama bahwa eksploitasi sumber daya alam khususnya hutan beserta hasil-hasilnya secara besar-besaran telah menghasilkan berbagai kerusakan terhadap ekosistem dan kehidupan manusia. Bencana demi bencana yang datangpun disinyalir salah satunya adalah akibat kerusakan hutan serta pengelolaannya yang tidak benar. Salah satu isu paling anyar abad ini adalah mengenai pemanasan global yang juga diakibatkan tingginya akumulasi CO2 di udara sementara rendahnya penyerapan oleh hutan.
Kaitannya dengan hal tersebut, maka pengelolaan yang tepat untuk lingkungan tempat tinggal manusia (Humanosphere) ini menjadi sangat penting. Untuk itu, Research and Development Unit for Biomaterials-LIPI, Research Institute for Sustainable Humanophere (RISH), dan Center for South East Asian Studies (CSEAS), yang disupport oleh Kyoto University dan G-COE Program, mengundang rekan-rekan, Dosen dan seluruh civitas untuk dapat menghadiri kegiatan :
“Humanosphere Science School 2008 (HSS 2008) & The 92nd RISH Symposium” dengan Tema :
Towards Establishment of Sustainable Humanosphere
Tanggal 21-23 Februari 2008
Tempat : Research and Development Unit for Biomaterials-LIPI
Jl. Raya Cibinong Km. 46 Cibinong, Bogor 16911
Acara Humanosphere Science School akan mengeksplore :
the forest atmospheric science, wood dendrchronology, biomass conversion, wood physics, biodiversity in tropical plantation forests, and wood-based materials. sedangkan RISH symposium : the concept of Humanosphere science, space and humanosphere, forest biotechnology and area study humanosphere.
Pembicara:
Prof. Endang Sukara (LIPI)
Prof. Bambang Subiyanto (LIPI)
Prof. Shuichi Kawai (RISH)
Prof. Mamoru Yamamoto (RISH)
Prof. Junji Sugiyama (RISH)
Prof. Takashi Watanabe (RISH)
Prof. Toshiaki Umezawa (RISH)
Prof. Kosuke Mizuno (CSEAS)
Prof. Kozo Matsubatashi (CSEAS)
Dr. Tsuyoshi Yoshimura (RISH)
Dr. Matoko Fujita (RISH)
Dr. Anita Firmanti (PUSKIM)
Dr. Naoki Shinohara (RISH)
Dr. Herwasono Soedjito (LIPI)
Dr. Eddy Hermawan (LAPAN)
Dr. Ragil Widyorini
Ms. Suyakto Mizuno
Schedule
Day 1st
February 21, 2008 (Thursday)
08.30 – 09.30 : Registration
09.30 – 10.00 : Opening Ceremony by Prof. Endang Sukara
10.00 – 10.30 : Coffee Break
10.30 – 11.30 : Lecture-1, Prof. Bambang Subyanto (RDUB)
“Utilization of Fast Growing Tress and Agrowaste
11.30 – 12.30 : Lecture-2, Prof. Mamoru Yamamoto (RISH)
“Overview of Study of Equatorial Atmosphere by RISH”
12.30 – 13.30 : Lunch
13.30 – 14.30 : Lecure-3, Prof. Junji Sugiyama (RISH)
“Wood Collection and Related Studies”
14.30 – 15.30 : Lecture-4, Prof. Takashi Watanabe,
“Biomass Conversion”
15.30 – 16.00 : Coffee Break
16.00 – 17.00 : Lecure-5, Dr. Subyakto (RDUB)
“Natural Fibers : Potentials and uses for Biocomposites”
Day 2nd
February 22, 2008 (Friday)
08.30 – 08.45 : Coffee Break
08.45 – 09.00 : Greeting
09.00 – 10.00 : Lecure-6, Dr. Tsuyoshi Yoshimura & Dr. Motoko Fujita (RISH)
Biodiversity in Tropical Plantation Forests
10.00 – 11.00 : Lecture-7, Dr. Anita Firmanti (RIHS), Wood as Building Materials
11.00 – 11.30 : Closing Ceremony by Prof Shuichi Kawai
11.30 – 13.30 : Lunch and Praying
13.30 – : Field Trip
18.00 – 20.00 : Banquet
The 92nd RISH Symposium
Towards Establishment of Sustainable Humanosphere
(Co-organized by RISH, CSEAS and RDUB-LIPI,
and supported by Kyoto University and G-COE Program–
In Search for Sustainable Humanosphere in Asia and Africa)
February 23, 2008
08.30 – 09.00 : Registration (only for RISH Symposium participant)
09.00 – 09.15 : Opening Ceremony
By Prof. Kawai and Prof. Endang sukara
09.15 – 09.45 : Prof. Shuichi Kawai (RISH),
Humanospehere Science – An Overview
09.45 – 10.15 : Coffee Break
10.15 – 10.45 : Dr. Naoki Shinohara (RISH), Space and Humanosphere
10.45 – 11.15 : Prof. Kosuke Mizuno (CSEAS), Area Study and Humanosphere
11.15 – 11.45 : Prof. Kozo Matsubayashi (CSEAS),
Local Neurological Diseases in Tropical Forest in New Guinea
11.45– 12.05 : Dr. Kyoko Nakamura (ASAFAS) How do "Maasai Warriors" encounter Curiosity-seeking Tourists? One aspect of globalization experienced in the Samburu society, Kenya
12.05 – 13.00 : Lunch
13.00 – 13.30 : Dr. Herwasono Soedjito (RC Biology – LIPI), Indonesian Biosphere Reserves To Linkage Biological and Cultural Diversity
13.30 – 14.00 : Prof. Toshiaki Umezawa (RISH), Tropical Tree Biotechnology
14.00 – 14.20 : Ms. Suyako Mizuno (Ph.D. Candidate, RISH), Humane Studies of Wooden Persona
14.20 – 14.40 : Ms. Kazunari Koishi (Ph.D. Candidate, RISH), Atmospheric Phenomena near the Tropical Tropopause
14.40 – 15.00 : Coffee Break
15.00 – 15.20 : Dr. Ragil Widyorini, Evaluation of Tree Growth and Biomass
Production of Plantation Forest in Tropical Area (PD. Fellow, RISH)
15.20 – 15.50 : Dr. Eddy Hermawan (LAPAN) "Observational Study of Atmospheric Dynamic over Indonesia based on Some Remote Sensing DataAnalysis"
15:50 – 16.10 : Closing Ceremony
Registration Fee:
1. RISH Symposium Rp. 100.000,-/person
2. HSS 2008 & RISH Symposium Rp. 250.000-/person
3. Fieldtrip * (tentative) Rp. 300.000/person
Payment
Dapat dibayarkan langsung di tempat, atau melalu rekening Bank Mandiri KK Cibinong dengan no. rekening 133-00-0414740-1 atas nama Euis Hermiati QQ JSPS.
Deadline
18 February 2008
Registration Form:
Kirimkan registration form (melalui fax atau email) ini kepada:
Dede Heri Yuli Yanto
facsimile : 021-87914510
E-mail : dhyy@biomaterial-lipi.org
Name :………………………….
Affiliation :…………………………..
Address :…………………………..
Phone :…………………………..
Fax :………………………….
Email :………………………….
Contact Address:
Dede Heri Yuli Yanto
Research and Development Unit for Biomaterials-LIPI
Jl. Raya Bogor Km.46, Cibinong, Bogor 16911
Phone : 021-87914511
Fax : 021-87914510
Email : dhyy@biomaterial-lipi.org
ANAK-ANAKMU February 8, 2008
Posted by ikawahyuni in Parenting, Renungan.Tags: Parenting, Renungan
add a comment
Tulisan ini saya ambil dari milis kantor yang dituliskan oleh teman saya dalam rangka memberi ucapan selamat kepada salah satu teman kantor yang baru saja dianugerahi seorang puteri. Tulisan yang amat menyentuh bagi saya sebagai seorang ibu baru. Setelah membaca tulisan ini saya seperti ditampar bolak-balik, begitu pas seperti yang baru-baru ini saja saya alami. Betapa kesabaran dalam mengurus dan mendidik anak benar-benar diuji. Ternyata Allah masih sayang sama saya walaupun sepertinya dosa saya kian menumpuk setiap harinya. Allah menegur sekaligus menolong saya dari arah yang tak terduga-duga.
ANAK-ANAKMU
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau
kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup
diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan
kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai
busur yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.
Dari “CINTA KEINDAHAN KESUNYIAN” -nya Khalil Gibran
* Makna yang dapat dipahami dari Gibran tsb adalah:
Anak-anak kita adalah titipan/amanah dari Allah Ta’ala, milik Allah Ta’ala, maka
harus dididik dan dipelihara dalam kasih sayang yang murni, yang ikhlas, tanpa
pernah ada rasa kesal, keluhan, berat hati.
Tak boleh kita memaksakan keinginan kita pada mereka sedikitpun, karena
jiwa-jiwa mereka ‘tinggal di rumah hari esok yang tak dapat dikunjungi walau
hanya dalam mimpi’, yang berarti mempunyai masa depan dan jalan hidup sendiri
yang telah digariskan-Nya, yang tak dapat seorang pun mengetahuinya kecuali Sang
Pemanah (Pencipta)-nya sendiri.
Allah Ta’ala Sang Mahasuci telah menciptakan mereka dengan sebaik-baiknya.
Apapun yang telah DIA karuniakan kepada kita, haruslah diterima dengan segenap
keikhlasan, kegembiraan, lapang dada, sebab
ketika anak-anak kita tumbuh menjadi manusia-manusia yang shalih dan shalihah
(yang bersih suci qalbunya), maka DIA Sang Pencipta pun akan mencintai kita
sebagai orang tuanya yang telah memelihara dan membesarkannya dengan seluruh
jiwa raga kita, dengan sepenuh keikhlasan sejati dalam dada dan qalbu kita,
semata demi mendapatkan Keridhoan-Nya.
Maka di saat itulah, segala penat, segala susah, segala kekesalan, segala sakit,
segala cemas, segala berat hati, akan hilang begitu saja dari dalam hati, lenyap
tanpa bekas, hanya karena Rahmat-Nya jua…
Teruntuk Iqbal tersayang (walaupun saat ini kamu belum bisa membaca) : Maafin Bunda ya sayang….Bunda masih kurang sabar dan sering mengeluh dalam menghadapi segala tingkah polahmu. Kadang-kadang Bunda suka kesal sendiri ketika kamu susah makan padahal mungkin kamu bosan masakan Bunda. Bunda masih sering merasa kesal dan berat hati ketika harus menemani pada saat bangun di malam hari. Padahal saat itu kamu hanya ingin mengajak bermain karena siang hari Bunda tidak ada di rumah untuk bermain bersamamu. Sekali lagi maafin Bunda sayang….. Bunda janji untuk senantiasa belajar menjadi ibu yang baik untuk kamu dan senantiasa lapang dada akan segala tingkah polahmu. Supaya Iqbal dapat menjadi anak yang sholeh yang disayang oleh Allah, Ayah dan Bunda, juga orang-orang disekitarmu. Amin.
Hello world! February 5, 2008
Posted by ikawahyuni in Uncategorized.add a comment
Hallo, selamat datang di blog saya. Blog sederhana yang berisi untaian cerita kehidupan sehari-hariku sebagai seorang istri, ibu, pegawai, dan yang utama sebagai hamba Allah yang sedang belajar dan sedang berusaha memperbaiki dirinya. Jangan berharap menemukan banyak kata-kata indah dalam tulisan saya seperti yang banyak ditemukan di dalam tulisan novel-novel best seller, karena saya tidak ahli dalam menulis dan merangkai kata. Tapi mudah-mudahan apa yg ada di dalam blog ini dapat bermanfaat bagi saya sebagai penulis dan juga bagi Anda yang membacanya. Jadi selamat membaca dan menyelami dunia saya =)







