Pengalaman Perpanjang SIM

Jum’at (16-07-2010) kemarin aku sengaja ambil cuti dari kantor untuk memperpanjang SIM motorku yang sudah habis masa berlakunya sejak bulan lalu. Bersama Iqbal dan juga diantar oleh teman ayahku, kami pergi ke Polres Jakarta Selatan di Jl. Wijaya. Jam 10.30 kami sudah tiba di sana, padahal kami berangkat dari jam 9 pagi. Macet di Jakarta terlebih jam-jam segitu memang tidak bisa dihindarkan, apalagi didukung oleh hujan yang turun semenjak dari pagi sehingga menambah macet jalan.

Sesampainya di Polres kami disambut dengan pemandangan para polisi yang sedang apel pagi. Kami langsung menuju tempat perpanjangan SIM. Syukurnya, tidak terlalu banyak orang yang mau memperpanjang SIM hari ini. Jadi kami tidak perlu lama mengantri. Berhubung aku tidak menyiapkan fotokopi KTP dan SIM makan aku harus fotokopi terlebih dahulu. Alhamdulillah, di sana tersedia tempat fotokopi sehingga aku tidak perlu bingung-bingung cari tempat fotokopian.

Hal pertama yang harus aku lakukan adalah periksa mata untuk mendapatkan surat keterangan sehat penglihatan. Untuk itu aku di arahkan untuk masuk ke sebuah ruangan yang bertuliskan praktek dokter pada pintunya. Di dalam ruang tersebut aku ditanya apakah menggunakan kacamata, Yang Alhamdulillah jawabannya masih “tidak”. Setelah itu aku disuruh membaca beberapa baris huruf dengan berbagai macam ukuran dari jarak tertentu seperti ketika kita mau melakukan pemeriksaan untuk kaca mata di optik. Proses ini berlangsung tidak sampai 10 menit dan untuk pemeriksaan mata tersebut aku dikenakan biaya Rp. 20.000,- .

Dari ruangan dokter itu kemudian aku diarahkan oleh seorang petugas polisi berseragam batik untuk membayar administrasi perpanjangan SIM di loket BRI yang terletak di belakang ruangan praktek dokter tadi. Ruangannya cukup kecil dan hanya tersedia satu teller meyebabkan aku harus mengantri sebentar. Biaya perpanjangan SIM C adalah sebesar Rp. 75.000,- sedangkan jika ingin memperpanjang SIM A maka biayanya menjadi Rp. 80.000,-.

Aku kira setelah membayar administrasi di Bank BRI tersebut aku sudah bisa langsung menuju loket perpanjangan SIM. Ternyata aku masih harus membayar asuransi kecelakaan diri pengemudi sebesar Rp. 30.000,- di loket lain. fiuh…. kenapa harus pindah-pindah sih. Ternyata ribet juga ya… Apa gak bisa ya dijadikan satu loket dan proses pembayarannya dikumpulkan jadi satu semuanya. Hmm…. just curious. Jika dilihat dari nilai asuransinya  mungkin tidak seberapa tapi cukup bagus laaah untuk menunjukkan peningkatan pelayanan dari pihak kepolisian. Hehehe mudah-mudahan bukan cuma bagian dari proyek aja ya ;).

Kartu Asuransi

Setelah semua persyaratan untuk memperpanjang SIM lengkap aku baru bisa menuju loket perpanjang SIM. Petugas di loket tersebut meminta semua kelengkapan berupa SK dokter, kuitansi dari BRI, bukti pembayaran asuransi, fotokopi KTP, dan SIM lamaku. Ternyataa di loket ini aku masih harus membayar biaya administrasi sebesar Rp. 50.000,-. Lho ternyata yang 7 ribu itu belum mencakup semua ya ?!!! Dan untuk pembayaran administrasi ini aku tidak mendapat bukti pembayaran atau kuitansi seperti yang di BRI tadi lho !!! Cuma karena aku paling malas cari ribut makanya aku diam dan bayarkan saja (hehehe yang ini jangan ditiru ya). Bersamaan dengan selesainya proses di loket perpanjangan SIM ternyata kartu asuransinya pun sudah jadi. Begini nih tampak muka dari kartu asuransinya.

Proses masih belum selesai, berikutnya aku harus masuk ke ruangan foto untuk diambil foto, cap jempol tangan kanan dan kiri, serta tanda tangan. Selesai di foto maka aku masih harus menunggu sampai SIM-nya jadi. Alhamdulillah tidak sampai 5 menit namaku sudah dipanggil dari loket pengambilan SIM. Total waktu yang dibutuhkan dari awal proses sampai akhirnya SIM baru sampai di tanganku tidak sampai setengah jam lho.  Entahlah jika orang yang mau memperpanjang SIM cukup banyak apakah semua proses ini akan selancar tadi atau bisa lebih lama. Yang pasti karena ini pengalaman pertamaku maka aku cukup puas dengan pelayanan pihak Polres tersebut.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan perhatian sebelum teman-teman mau perpangjang SIM.

  • Jangan sampai telat untuk melakukan perpanjangan SIM, karena jika telat sampai setahun kita harus membuat SIM baru lho…
  • Siapkan fotokopi KTP & SIM sebelum berangkat ke Polres, biar lebih cepat aja prosesnya.
  • Pada waktu membuat tanda tangan sebaiknya besar-besar karena nanti setelah dicetak jadinya kecil bgt.
  • Ada baiknya kita meminta kuitansi atau bukti pembayaran bahwa kita sudah memberikan sejumlah uang untuk biaya administrasi. (Klo yang ini sarannya my hubby lho !!! Karena dia tipe orang yang sangat-sangat kritis sama masalah duit hehehe. )
  • Jangan lupa senyum pas di foto, biar hasil foto di SIM-nya bagus 🙂

my new SIM, tuuh kan jadinya tanda-tangannya kecil banget !

OK deh sekian dulu deh catatan perjalanan kali ini.

Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman Perpanjang SIM

  1. Hmm, perlu untuk diperhatikan itu:
    – berapa sih ongkos pembuatan/ perpanjangan sim ?
    – kalau sudah jelas jumlahnya, kenapa sih tdk dibuat 1 loket? Kan lebih memudahkan masyarakat jadinya, dan menghindarkan diri dari “pemalak bayangan”
    – tanda bukti pembayaran!!
    – knp tdk dibuatkan bagan proses perpanjangan sim, shg menutup pintu calo2, apa malahan ada unsur2 kesengajaan yg dilematis ??

    Keep writing ya cinta, keep encouraging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s