Pilih Play Group Untuk Iqbal

Kenapa tiba-tiba jadi ingin menulis lagi ? Ternyata terinspirasi oleh statusnya mba Asma Nadia di facebooknya. Begini bunyinya :

“Cobalah menulis. Cukup satu hari satu halaman. Satu tahun sudah punya buku setebal lebih dari 300 halaman. Anggap week end tidak perlu, Anda tetap bisa punya buku setebal 200 halaman. Kenapa tidak?”

Sebetulnya dari kemarin-kemarin itu juga banyak banget yang mau dituangkan dalam tulisan. Cerita di kepala rasanya sudah mau dimuntahkan ke blog ini. Tapi kok ya rasa malas itu gak kira-kira mendekamnya dalam diri, sehingga semua niat untuk rutin menulis setiap hari menjadi hanya tinggal niat saja. Sampai akhirnya tertohok oleh statusnya mba asma di atas.

Don’t think ….. just write !!! (by : Asma Nadia)

Makanya sekarang marii kita menulis lagi !!!! 🙂

And for today…. the story is about …. Iqbal !!!

Akhirnya kami, orang tuanya, memutuskan untuk mewjudkan permintaannya Iqbal (tentunya dengan pertolongan Allah), untuk memasukkan anak pertamaku itu ke Play Group. Awalnya aku dan suami masih enggan untuk memasukkannya ke kelompok bermain, karena menurut kami masih terlalu dini, lagian di rumah Iqbal juga memiliki banyak teman sebaya. Kami khawatir jika ia akan lebih cepat merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan sekolah. Usianya memang baru 3 tahun 3 bulan, tapi semangat sekolahnya “lagi” tinggi-tingginya. Hehehe kenapa aku bilang “lagi” karena belum tentu nanti-nanti dia masih akan sesemangat sekarang. Mungkin ia termotivasi oleh teman-teman mainnya di rumah yang sudah mulai sekolah, sehingga ia kerap merengek untuk meminta sekolah.

Tentunya putusan untuk menyekolahkan Iqbal ini akan diikuti oleh kewajiban-kewajiban kami berikutnya, yaitu memilihkan play group yang cocok bagi kami dan tentunya Iqbal. Pertimbangan awal kami ingin memasukkan Iqbal ke salah satu PG dan TK Islam yang berlokasi di dekat Pasar Cibinong. Kami sudah cocok sekali dengan metode pembelajaran dan guru-gurunya. Akan tetapi karena lokasinya yang cukup jauh dari rumah dan tidak tersedianya jemputan maka akhirnya kami tidak jadi memilih PG tersebut.

Dan pilihan pun jatuh ke PG yang letaknya dekat dengan rumah kami (lebih tepatnya berada di dalam perumahan tempat kami tinggal). Pertimbangannya cuma karena dekat saja. Sehingga lebih mudah untuk aku atau mbaknya untuk mengantar dan menjemputnya. Sejujurnya memang hatiku tidak sreg dengan tempatnya. Selain karena tempatnya yg sempit sehingga area bermainnya kecil, juga karena metode pembelajarannya yang tidak berbasis Islami. Klise memang…. tapi tak apalah. Toh pendidikan dasar yang paling baik itu di rumah. Jadi, tetap tugasku dan suami juga untuk mendidik Iqbal dan Alya dengan ajaran-ajaran Islam. Mudah-mudahan bisa sejalan dan saling melengkapi dengan pendidikan di Play Group. Amiiiin 🙂

Iqbal with batik uniform

plus topi

1st day at school

1st day at school
Advertisements

HFMD (Hand-foot-and-mouth disease)

Berkaca dari pengalaman Iqbal yang sampai terkena dua kali (usia 18 bulan dan 2 tahun 7 bulan) oleh penyakit HFMD ini, saya jadi mencari informasi dan ingin berbagi informasi tersebut melalui blog ini.

Apa sih HFMD itu dan apa penyebabnya?

HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan biasa terjadi pada bayi dan anak-anak (di bawah 10 tahun). Karena umumnya bayi dan anak-anak masih memiliki antibodi yang rendah jika dibandingkan dengan orang dewasa. Akan tetapi HFMD yang terjadi pada manusia ini jangan disamakan dengan yang terjadi pada hewan ternak seperti sapi ya. Hehehe soalnya waktu pertama kali dengar dari dokternya Iqbal saya langsung kepikiran kesitu. Sedangkan perasaan saya Iqbal gak pernah main atau bersentuhan langsung dengan sapi atau binatang ternak yang lain :P.

Jadi ternyata virus yang menyerang manusia berbeda dengan yang menyerang hewan. Pada manusia penyakit HFMD  ini disebabkan oleh virus dari golongan enterovirus (polioviruses, coxsackieviruses, echoviruses, and enteroviruses) umumnya sih disebabkan oleh coxsackievirus A16.

Bagaimana gejala-gejalanya ?

Berdasarkan pengalaman waktu Iqbal sakit dan juga artikel dari CDC ternyata gejala- gejalanya :

  • Diawali dengan demam, sakit tenggorokan, terkadang nafsu makan menurun, dan badan lemas. (Sebelum demam, Iqbal sempat batuk pilek. Pas demam, suhu tubuhnya bisa mencapai 39, 3 derajat dan susah makan. Bahkan waktu terkena pertama kali Iqbal sama sekali gak mau makan selama 3 hari, cuma mau nyusu sama aku aja. BB-nya turun drastis banget. Kalau pas yang kedua mungkin karena antibodinya sudah lebih baik, masih bisa masuk makanan walaupun harus ekstra “maksanya”).
  • Satu atau dua hari setelah demam akan muncul luka di rongga mulut. Mulanya hanya seperti titik merah, lalu kelamaan akan melepuh dan akhirnya jadi sariawan. Jadi bentuknya kecil-kecil tapi banyak dan menyebar di mulut, lidah, gusi, bahkan sampai pada dinding rahang atas. (ini yang membuat anak jd susyaaah makan)
  • Setelah 1 – 2 hari juga akan keluar ruam kulit yang tidak gatal. Ruamnya berwarna merah bisa datar atau menggelembung, terkadang sampai melepuh. Biasanya timbul di daerah telapak tangan, kaki, bahkan terkadang juga keluar di daerah pantat dan atau alat kelamin. (Kalau Iqbal, waktu pertama kali terkena HFMD, bercak merah pada telapak tangan dan kaki tidak keluar, hanya ada sariawan saja. Sedangkan yang kedua kalinya bercak ini banyak muncul di kaki. Sedangkan di telapak tangan dan bagian pantat hanya sedikit. Cuma ruamnya itu tidak sampai melepuh, dan tidak terlihat secara kasat mata. Tetapi jika telapak kakinya diraba maka akan terasa ada yg menjendol. Iqbal juga mengeluh kakinya sakit. Baru setelah demamnya reda terlihat bahwa di telapak kaki dan tangannya ada bercak-bercak merah).

Jadi, pada penderita mungkin muncul hanya ruam saja atau sariawan saja atau kedua-duanya.

Beberapa gambar mengenai ruam yang timbul.

Bagaimana cara penyebarannya ?

Penularannya umunya melalui kontak langsung dengan penderita. Virus ditemukan pada sekresi dari hidung dan tenggorokan (ingus dan riak), air liur, cairan yang keluar dari ruam dari orang yang terinfeksi. Umumnya dapat menyebar dari tangan penderita yang tidak sering dicuci atau permukaan yang terkontaminasi oleh virus.

Penderita sangat besar kemungkinan menularkan infeksi virus ini pada minggu pertama ia sakit. Akan tetapi, virus penyebab HFMD ini dapat tinggal di tubuh penderita lebih dari seminggu, bakan ketika gejala-gejalanya telah hilang. Artinya walaupun sudah sembuh si penderita masih dapat menularkan virus tersebut kepada anak-anak lain.

Pada beberapa penderita – umumnya orang dewasa -, gejala seperti yang di atas mungkin tidak keluar, tapi bagi yang terinfeksi virus tetap bisa menularkan kepada orang lain. Virus HFMD pada manusia tidak berpindah dari atau ke hewan peliharaan atau hewan lainnya. Jangka waktu dari infeksi awal ke keluarnya tanda-tanda dan gejala (masa inkubasi) adalah selama tiga sampai tujuh hari.

Contohnya pada kasus Iqbal, ia mungkin tertular oleh Tantenya atau ayahnya yang sebelumnya juga terkena flu. Saya pikir hanya flu biasa tapi ternyata gejalanya menunjukkan gejala  HFMD. Mungkin saja ayah atau tantenya sebenarnya terkena virus penyebab HFMD tapi gejalanya tidak keluar. Iqbal mengalami demam mulai hari Kamis siang – Jum’at malam, untuk mencegah penularan kepada teman-temannya, maka Iqbal saya larang untuk main sampai 5 hari setelah demamnya reda (baru boleh main hari Kamis minggu depannya). Naah yang susah itu menjauhkan dia dari adiknya yang masih bayi. Tapi mudah-mudahan adiknya yang masih 4 bulan gak kena juga ya :(. Sampai saat tulisan ini dibuat sih Alhamdulillah tidak menunjukkan gejala-gejala seperti di atas. Kalau kata dokternya Iqbal sih, selama ini pada pasien-pasiennya, HFMD ini jarang menyerang bayi. Jika ada kasus pun hanya satu atau dua saja.

Orang-orang yang belum pernah terinfeksi enterovirus yang menyebabkan HFMD beresiko untuk terinfeksi. Akan tetapi, tidak semua orang yang terinfeksi akan menjadi sakit HFMD. Seperti disebutkan di atas, bahwa umumnya terjadi pada anak di bawah 10 tahun tapi dapat juga terjadi pada orang dewasa. Pada anak-anak kemungkinan terinfeksi virus dan sakit HFMD  lebih besar karena mungkin anak-anak masih memiliki sedikit antibodi yang dapat melindungi mereka dari virus penyebab HFMD. Antibodi akan terbentuk di dalam tubuh sejak kita terpapar oleh enterovirus penyebab HFMD. Infeksi akan menghasilkan kekebalan untuk melindungi dari virus penyebab HFMD dari jenis yang sama. Jika seseorang sakit HFMD yang kedua kalinya maka infeksi yang terjadi disebabkan oleh jenis virus yang lain dari golongan enterovirus.

Seperti pada Iqbal, virus yang menginfeksi pada kali pertama ia terkena HFMD mungkin berbeda dengan virus yang menginfeksi pada kali kedua. Akan tetapi karena ia pernah terkena HFMD sebelumnya maka ketika ia terinfeksi pada yang kedua kalinya, sakit yang dideritanya tidak terlalu parah. (Thanx to Iqbal’s doctor for the explanation).

Lalu jika sudah sakit, bagaimana cara pengobatannya ?

Karena sejak awal sudah disebutkan bahwa HFMD itu disebabkan oleh virus maka tidak ada treatment atau pengobatan khusus untuk penyakit HFMD ini. Tanda-tanda atau gejalanya akan hilang dengan sendiri dalam 7 sampai 10 hari.

Untuk demamnya dapat dilakukan “home treatment” seperti perbanyak asupan cairan, kompres dengan air hangat, makan buah, serta pemberian parasetamol jika suhu tubuh sudah di atas 38,5 atau 40 derajat atau jika anak tidak merasa nyaman.

Nyeri akibat luka/sariawan di mulut biasanya menyebabkan anak-anak menjadi tidak mau makan. Hal ini dapat diobati dengan obat pereda rasa sakit  seperti acetaminophen (Tylenol, dll) atau ibuprofen (Advil, Motrin, dll) yang dapat menghilangkan ketidaknyamanan.

Kalau dokternya Iqbal sih menyarankan untuk memberikan makanan yang dingin-dingin, seperti agar-agar, es krim, dan jus buah. Bisa juga memberi makanan yang halus seperti bubur, puree kentang, atau memblender makanan sehingga menjadi lebih halus lalu menyuapinya dengan menggunakan pipet. Jika anak benar-benar tidak mau makan bisa juga diberi obat pereda rasa sakit sebelum makan. Emang sih butuh kesabaran ekstra dalam hal membujuk dan memberi makan pada anak ketika sakit HFMD ini. Alhamdulillah waktu kemarin sakit Iqbal masih mau minum air putih, susu, dan minum jus buah serta makan nasi dan bakpau walaupun dengan sedikit dipaksa. Yang penting ada yang masuk, jadi badannya gak lemas. Kalau anaknya sudah bisa berkumur, mungkin bisa dicoba berkumur dengan air hangat yang diberi garam setelah makan yang dapat berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Jadi, tidak perlu antibiotik ya !!! 😉

Adakah cara untuk pencegahannya?

Semenjak tidak ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terpapar virus penyebab HFMD, maka cara pencegahan yang paling baik adalah dengan

  • Sering-sering mencuci tangan terutama setelah buang air dan mengganti popok, juga sebelum menyiapkan makanan dan makan. Jika tidak ada air bisa menggunakan tisu basah atau hand sanitizer yang mengandung alkohol pembunuh kuman.
  • Rajin-rajin membersihkan permukaan yang kotor juga mainan anak dengan sabun dan air serta larutan desinfektan.
  • Ajarkan anak untuk tidak meletakkan jari, tangan, atau benda-benda lain ke mulut (menjaga kehigienisan).
  • Hindari bersentuhan langsung dengan penderita HFMD (mencium, memeluk, sharing peralatan makan atau gelas dengan penderita, dll).
  • Usaakan untuk mengisolasi penderita HFMD supaya tidak menularkan kepada orang lain. Jadi kalau anak Anda terkena HFMD ada baiknya libur sekolah atau ke day care dulu sampai lewat masa penularannya. 🙂

Demikian sekilas tentang HFMD… mudah-mudahan bisa menambah informasi untuk Anda dan bisa bermanfaat. Untuk artikel lengkapnya bisa langsung mengunjungi alamat web di bawah ini. Dengan mengetahui gejala dan cara pengobatannya mudah-mudahan tidak panik ketika anak Anda terinfeksi virus penyebab HFMD ini. Tetap observasi dan jika ingin berkonsultasi lebih lanjut silahkan kunjungi dokter anak Anda :).


Sumber

Perjuangan Untuk Suapan Pertama

Pondok Labu, 6 Agustus 2009.

Fiuh… pagi ini perjuanganku untuk membuat Iqbal berhasil dilakukan tanpa harus dengan marah-marah dan ancaman :). Kemarin aku memang bertekad untuk bisa membujuk anak pertamaku ini untuk mau makan pagi tanpa harus menarik otot :D. Karena akhir-akhir ini, lebih tepatnya dimulai semenjak kandunganku sudah mendekati 8-9 bulan sampai aku akhirnya melahirkan, Iqbal makannya mulai susah. Dia pintar sekali memancing amarahku sehingga membuatku harus sedikit bersuara keras kepadanya dan mengancamnya supaya dia mau makan. Sebetulnya aku tahu jika cara ini mungkin kurang baik, tapi bingung mau bagaimana lagi karena kalau dibujuk dengan kata-kata halus dia seperti meledek. Hmm…mungkin akunya saja yang kurang sabar :(, walhasil kalau sudah begitu aku menyerah deh !!! Dan kebiasaan susah makannya ini semakin menjadi ketika aku tinggal di rumah orang tuaku setelah melahirkan. Wah…dia makin punya cara untuk menolak jika disuruh makan, dari mulai minta tidur, kejar-kejaran dengan mbaknya, sampai minta perlindungan kepada aki-ninnya. Untuk cara yang terakhir dia bisa sampe nangis-nangis ke aki-ninnya. Jadi serba salah deh… yang ada akunya makin khawatir karena takut berat badannya turun (padahal dia udah termasuk kategori kurus lho) dan sakit.

Alhamdulillah pagi ini berbeda….kucoba melakukan pendekatan halus kepadanya. Kuajak dia bermain dan menonton acara anak-anak favoritnya. Awalnya dia mencoba menolak suapan pertama, tapi kucoba lagi sambil membujuknya dengan memasang muka ceria dan tertawa padahal dihatiku sudah takut akan mendapat penolakan lagi. Tapi….yippie…hoooreeee ketika kucoba mendekatkan sendok ke mulutnya tanpa disangka-sangka dia membuka mulutnya dan aku sukses memasukkan suapan pertama tanpa perlu marah-marah seperti biasanya :). Suapan kedua, ketiga, dan seterusnya berhasil pula kulakukan. Memang sih tak semulus  pada suapan pertama karena jika dia sudah bosan dengan mainan yang aku berikan atau ketika sedang iklan dia pasti berhenti makan dan mulai ngeyel lagi. Kalau sudah begitu kucoba cari mainan baru untuknya, apa saja kucoba untuk dijadikan umpan. Mulai dari krayon dan kertas, cat air, kartu UNO milik om dan tantenya sampai memutar video barney kesukaannya. Yang penting targetku agar dia makan sampai habis tercapai. Dan memang akhirnya target itu tercapai :), walaupun mungkin memakan waktu dan harus memutar otak agar kreatif tapi Alhamdulillah hasilnya dia mau menghabiskan makannya.

Jika ditanya bagaimana rasanya….wah lega sekali dan suatu kepuasaan tersendiri. Yang pasti berbeda rasanya ketika berhasil membuat Iqbal menghabiskan makanannya dengan cara halus dibandingkan dengan cara marah-marah. Iqbal terlihat lebih menikmati makannya karena tidak berada dalam tekanan dan rasa takut. Aku yakin ini semua tidak lepas dari pertolongan Allah yang sudah menunjukkan ilham agar aku lebih kreatif dan melunakkan hati Iqbal agar mau makan. Karena hanya Allah yang menguasai segala makhluk…. Dia bisa mengeraskan hati seseorang semudah Dia melunakkannya. Seberapa besar pun tenaga dan pikiran kita berusaha untuk mengubah hati seseorang jika kita tidak meminta pertolongan Allah untuk membolak-balikkan hatinya maka akan sia-sialah usaha kita.

Hari ini aku kembali mendapat suatu pelajaran berharga. Pelajaran yang aku dapat dengan menjadi orang tua. Aku jadi bisa mengerti perasaan ibuku ketika dulu aku juga susah makan. Hmm…. Sesuatu yang mungkin belum tentu kumengerti jika aku belum merasakannya sendiri. Terima kasih Allah, karena Kau telah menganugerahkan kesempatan ini… membuatku semakin menghargai apa yang sudah ibuku lakukan untukku selamat ini !!! Untuk para ibu, bunda, atau pun mamah di dunia ini, tetap semangat dan jangan menyerah untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita dengan cara-cara yang disukai Allah SWT. Jika anak anda susah makan, tetaplah kreatif dan inovatif dalam membujuk anak-anak kita supaya mau makan J. Insya Allah, perjuangan kita akan bernilai pahala di mata Allah SWT. Amiiin.

Cium…cium ya Bunda

Selasa pagi entah kenapa perutku terasa mengeras dan tegang sekali serta ada rasa nyeri sedikit. Rasa itu semakin mejadi-jadi ketika aku sedang menyuapi anakku Iqbal. Berhubung anak usia 2 tahunku ini sangat aktif sehingga makan pun tak bisa duduk diam, walhasil aku harus ikut-ikutan duduk berdiri- duduk berdiri. Akibatnya perutku terasa makin tak keru-keruan.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah delapan sudah waktunya berangkat ke kantor. Akan tetapi perutku masih terasa tegang dan agak nyeri. Sebetulnya hari ini aku masih harus membantu rekan satu lab-ku untuk mengambil data di laboratorium, tetapi karena khawatir jika rasa tegang diperutku yang tidak hilang-hilang akan berlanjut ke kontraksi, akhirnya aku putuskan untuk istirahat di rumah. Memang kehamilan keduaku ini terasa lebih ringkih dibandingkan waktu hamil Iqbal dulu. Sekarang aku lebih sering keram perut dan mudah lelah. Mungkin hal ini disebabkan pada kehamilan kedua ini lebih banyak aktivitas yang harus kulakukan baik di kantor maupun di rumah.

Aah tapi bukan ini inti dari ceritaku sebenarnya. Ada kejadian mengharukan pagi itu ketika akhirnya aku memutuskan untuk tidak masuk kantor. Seperti biasa setelah selesai makan pagi dan mandi Iqbal pasti akan langsung minta ditemani oleh pengasuhnya untuk main ke luar, karena biasanya setelah memberinya makan dan memandikannya aku akan langsung bersiap-siap untuk ke kantor. Ketika anakku itu pulang dari bermain dan mendapatkan ibunya tergolek di atas tempat tidur karena sakit perut, tiba-tiba dia langsung mendekatiku dan berkata, “Bunda…atiit?!”. Lalu kujawab, “iya sayang perut bunda sakit, makanya bunda tiduran”, sambil berusaha tersenyum. Lalu hal mengejutkan itu terjadi, dia tiba-tiba mendekatiku seraya berkata, “cium….cium…ya !” Dan mendaratlah dua buah ciuman di pipiku. Masya Allah, anak dua tahun ini benar-benar telah membuatku melupakan rasa sakit di perutku. Memang selama ini jika dia habis jatuh atau ada bagian tubuhnya yang dikeluhkan terasa sakit, aku selalu menghiburnya dengan mencium bagian yang sakit dan kubilang bahwa itu adalah obat supaya cepat sembuh. Aku tidak menyangka bahwa ia benar-benar merekam apa yang kerap kulakulan padanya. Terlepas apakah dampak dari kebiasaanku itu bagus atau tidak, yang pasti aku merasa terharu sekali dengan sikapnya pagi ini. Alhamdulillah, Allah sudah menganugerahkan anak yang menyayangi diriku. Semoga aku terus bisa menanamkan kasih sayang dan kelembutan kepada sesama dalam dirinya. Aku sadar bahwa hal tersebut sangat bergantung pada diriku dan suamiku sebagai contoh bagi anak kami. Semoga Allah senantiasa menolong dan membimbing kami dalam meberikan tarbiyah bagi anak-anak kami, Amin.

Setahun Sudah

Tidak terasa ternyata sudah setahun saya menjadi seorang Ibu. Pengalaman yang penuh dengan warna-warni, suka dan duka. Iqbal sekarang sudah bertambah besar dan pintar. Alhamdulillah, walaupun dari postur tubuh cenderung kurus tapi perkembangan motorik kasar, halus, kognitif, sosial-emosi, dan bahasanya sangat baik.

Saat ini ia sudah mulai senang dititah, maunya jalaaan terus. Sudah bisa berdiri sendiri tanpa harus dibantu dan dipegangi. Hanya perlu diberi semangat terus, karena masih belum berani untuk berjalan sendiri . Bisa sih, tapi 3 sampai 4 langkah sudah jatuh . Sudah bisa memegang benda-benda kecil seperti kacang dan bahkan mencoba memakannya beberapa kali tanpa sepengetahuan saya . Lucunya jika ia ingin memasukkan benda asing ke dalam mulutnya pasti posisi tubuhnya akan membelakangi saya, seperti memberi kesan “ngumpet” supaya tidak ketahuan . It’s so smart n funny. I’ve never thought that he could be very smart .

Iqbal juga sudah mulai mengenal orang-orang yang ada disekitarnya sehingga agak sulit meninggalkannya dengan orang baru walalupun itu adalah Kung atau Utinya sendiri. Maunya nempeeeel terus sama Bundanya, termasuk sudah bisa menangis ketika bundanya berangkat kerja. Padahal duru mah boro-boro nangis, cueks beybe ajah . Ia mulai bersikap posesif pada mainan-mainannya. Mulai mengenal teman-teman seusianya. Sudah bisa memanggil bundanya walaupun cuma bisa ujung belakangnya saja (Jadi sebel karena dia lebih bisa memanggil ayah ke Mas Aji dari pada Bunda ke saya). Sangat senang bermain ci luk ba dengan benda apa pun . Terkadang ketika ia bangun tidur pun masih sempat-sempatnya ci luk ba dengan ayahnya. Sangat senang menggoyangkan pantatnya alias berjoget jika mendengarkan musik apa pun (ini mungkin gara2 Bundanya pas lagi hamil seneng banget dengerin musik daripada murathal hehehe). Sudah mulai jadi peniru, apalagi kalau diajari memeletkan lidah oleh tantenya pasti langsung ditiru.

Sudah bisa buang air besar dengan teratur setiap hari dan di kamar mandi pula. Kalau mau pipis pasti mencari lantai, klo lagi berdiri di karpet atau ada di atas kasur pasti dia kan berusaha untuk pindah dari karpet atau kasurnya . Masya Allah…..begitu banyak momen-momen spesial yang telah Saya lalui bersamanya.

Walaupun tak sedikit kenakalan, kekreatifannya, dan kekeras kepalaannya yang membuat aku jadi geleng-geleng kepala . Apalagi kalo sudah berhubungan dengan makan, wuiiiiih perlu kesabaran ekstra besar. Walaupun dia bukan anak yang tipe mengemut makanan (ngunyahnya jago bener deh), tapi yang susah itu adalah memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Kalau sudah liat sendok dan piring makannya kepalanya langsung geleng-geleng ke kanan dan ke kiri untuk menghindari suapan Bundanya. Tapi kalau sudah diberi pisang, hmmm langsung kayak jalan tol deh makannya, bebas hambatan :P. Satu lagi yang suka bikin pusing dari Iqbal adalah pola tidurnya yang kacau di malam hari. Meskipun sudah tidur sebelum jam 8 malam pasti bangunnya jam 3 atau jam 4 pagi, kadang-kadang jam 12 malam juga suka bangun dan ngajak main. Jika sudah begitu maka yang ketempuhan adalah ayahnya .

Saya sadar sekali masih banyak kekurangan saya sebagai seorang Bunda untuk Iqbal. Banyak momen-momen spesial terjadi tanpa kehadiran saya disisinya. Bagaimana Saya sudah melewatkan langkah pertamanya, kata pertamanya, senyuman pertamanya, dsb. Waktu yang terlampau singkat untuk sekedar bermain bersamanya (walapun Bunda sebetulnya ingin bersamamu setiap saan Nak). Oleh karena alasan itulah, saya kekeuh untuk tetap memberikan nutrisi terbaik untukIqbal supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat, walaupun untuk itu Saya harus bermuka tebal dengan mengambil jam kantor untuk mengumpulkan ASI. Menolak tugas-tugas dinas ke luar kota agar tetap bisa memberinya ASI. Dan juga mengemis mohon izin agar bisa merawat dan menemaninya ketika tidak ada pembantu. Rasanya Itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan waktu untuk Iqbal yang sudah Saya korbankan hanya untuk bekerja di luar rumah.

Setahun sudah saya menjadi seorang ibu. Insya Allah perjuangan masih panjang dan belum berakhir. Saya masih harus belajar untuk membagi waktu dengan baik, meyusun menu makanannya supaya tidak bosan, belajar untuk mendidiknya dengan baik, dll. Belajar mencintainya dengan proporsional, karena sekali lagi Iqbal adalah makhluk Allah yang dititipkan kepada Saya dan Mas AJi untuk dididik dan diasuh dengan penuh kasih sayang dan dapat diambil kapan pun juga oleh Pemiliknya. Maka saya harus siap ketika saat itu datang . Memang tidak mudah tapi juga tidak ada kata sulit, karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, dan hanya kepada Allah-lah kita berharap dan menggantungkan segala urusan. (Q.S. Al-Insyirah : 5-8).

Wallahu a’lam bi shahwab.

Dear Iqbal, Bunda love you ’cause of Allah.