Iqbal · Parenting · pendidikan anak

Ajari anak kita adab yang baik

#Inhaleexhale

PR berat buat ibu ika, apalagi ketika anak2 sudah terlanjur cerdas. Semoga belum terlambat. Karena metode yang paling efektif adalah menjadi teladan buat anak-anak, tapi ternyata kok susah yaa. Menyuruh anak supaya bisa sabar tapi ternyata kitanya gak sabar. Mereka baru buat kesalahan sedikit saja, si ibu sudah marah-marah. Subhanallah…

Jadi inget quote
“The kids who need most love will ask for it in the most unloving way”

Mungkin ibu harus belajar lebih banyak tentang dirimu wahai anakku. Belajar memahami apa yang kau suka dan tidak suka. Bukan cuma ibu yang meminta dirimu untuk memahami ibu.
Belajar menumbuhkan kepercayaan dirimu, karena kelak engkau akan menjadi imam bagi keluarga kecilmu.
Belajar menyayangimu agar engkau dapat menjadi ayah yang penuh kasih sayang kpd anak-anakmu.
Yang paling utama adalah ibu harus belajar agar engkau dapat tumbuh menjadi lelaki yang sholih dan mandiri sehingga kelak jika ibu tidak ada engkau tidak akan menyusahkan orang lain.

#10yearsoldboy #motherandson

Advertisements
Alya · Parenting · pendidikan anak · Perkembangan anak

Mother and daughter trust

Punya anak perempuan dan anak laki-laki itu ternyata beda “perlakuannya” ya.
Sepertinya setiap hari kalau anak perempuan itu ada saja cerita yg dibawa dr sekolah. Setiap pulang sekolah ibunya ini selalu tanya “ada kejadian apa dek di sekolah?” Dan pasti selalu ada hal yg diceritakan baik soal pelajaran atau pun soal “kasus-kasus” tertentu yg berkaitan dengan dia dan temannya.

Beberapa waktu yang lalu, memang Alya menjadi agak sedikit tertutup, jarang cerita-cerita lagi, dan kalaupun cerita pendek aja. Setelah ditelusuri ternyata karena saya, ibunya, selalu “akhirnya” marah-marah dan menyalahkan dia ketika dia bercerita. Akibatnya dia jd malas untuk bercerita lagi.

Sampai pada suatu saat, saya mendapat kabar kalau dia ditegur wali kelasnya dan juga terjadi satu kasus di kelasnya dan dia menjadi bagian yg terlibat. Sayangnya saya mendengar hal ini dr org lain bukan dr Alya langsung. Fiuh, mulailah saya crosscheck. Awalnya saya tanya agak mencecar, sudah layaknya detektif bertanya pada tersangka, betul saja dia langsung mengambil sikap bertahan dan gak jujur dlm bercerita. Apa yg saya harapkan ternyata gagal saya dapatkan. Akhirnya saya coba redakan amarah, dan bertanya lagi dilain waktu dalam situasi dan intonasi suara yg lbh tenang. Tidak saya duga, meluncurlah semua kata-kata dari mulutnya bercerita tentang kejadian- kejadian di sekolahnya, sambil terisak dan meminta supaya jangan marah.

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal, walaupun cerita yg saya dapat itu bukan hal yang patut dibanggakan tapi dalam hati saya bersyukur karena ia telah jujur. Sesuatu yang sulit dilakukan oleh seorang anak yang berada dalm posisi terpojok (kita yang dewasa saja sering berkelit atas kesalahan yang kita lakukan bukan ?!)

Pada momen itu kami akhirnya kembali bersepakat, saya meminta Alya untuk kembali terbuka dan bercerita tentang kejadian2 di sekolahnya dan dia meminta agar jika dia bercerita saya mau sedikit bersabar untuk mendengarkan dan tdk ujuk-ujuk langsung marah jika dia salah. As simple as that. Saya juga menekankan bahwa lbh baik saya mendengar langsung dr dia bukan dr orang lain.

Alhamdulillah, ternyata hasilnya cukup signifikan. Sekarang dia mulai terbuka lagi. Mulai jujur kembali bercerita kejadian2 di sekolah yang hehehe gak selalu baik. Tapi paling tidak saya gak deg2an lagi dan tinggal crosscheck dengan guru/walikelasnya di sekolah.

Anak kita mungkin tidak selalu benar, akan tetapi mereka tetap butuh di dengar dan dipercaya. Tugas kita sebagai orang tua untuk membangun kepercayaan anak agar ketika mereka salah mereka mau jujur kpd orang tuanya, mengakui kesalahannya, dan memperbaiki diri.

Jadi ingat salah satu isi tausiyah yang disampaikan ustadz kepala sekolahnya anak2 disetiap sabtu. Kecerdasan itu dibangun atas 4 hal yaitu jujur, santun, rajin, kuat/sabar. Jadi jangan bangga kalau anak cerdas tapi tidak memiliki ke-4 kriteria tersebut. Fiuuh PR besar buat ayah dan ibunya yang juga masih terseok-seok belajar. Semoga Allah mudahkan kami mendidik anak-anak kami menjadi anak yang shalih dan shalihah. Aamiin.

#coretanibu
#belajarterusjadiortuyangbaik

Alya · Parenting · pendidikan anak · Perkembangan anak

Alya 5 Tahun 11 Bulan – Sangat suka bercerita

Tidak terasa bayi perempuan kecilku tahun ini akan menginjak usia 6 tahun. Alhamdulillah, syukur tidak terkira banyaak sekali perkembangan positif dari dirinya.  Kemampuannya yang sangat berkembang pesat adalah bahasa. Untuk ukuran anak 6 tahun kosa kata yang dia miliki sangat banyak, Alhamdulillah. Alya juga sangat suka menceritakan kembali segala sesuatu hahaha, entah itu cerita yang dia baca atau dengar dan juga kejadian yang dia lihat. Abis blogwalking ke blog favoritku (Cizkah dan Ummu Ahmad), jadi kepengen nyatet perkembangan anak-anak juga. Sebagai awal kupilih mencatat perkembangan Alya. Kenapa ? Karena setelah berhenti dari kerja sejak November tahun lalu aku lebih sering dan banyak berinteraksi dengannya jika dibandingkan dengan kakaknya Iqbal. Hal ini disebabkan waktu Alya di rumah lebih banyak jika dibandingkan dengan mas-nya yang sekolah full-day. In syaa Allah perkembangan Mas Iqbal juga akan dicatat.

Aqidah/Tauhid

Alhamdulillah sudah paham keberadaan Allah ada di atas Arsy dan mengetahui serta memahami bahwa Allah adalah pencipta alam semesta.

Sudah mengenal rukun iman dan Islam walaupun belum detil.

Sudah mampu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Belum dikenalkan tentang iman, tauhid rubbubiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat.

Adab & Akhlak

Sudah mulai mau mengucapkan salam ketika bertemu dan berpisah, tapi masih harus sering diingatkan

Memahami adab-adab ketika makan, tapi masih sering lupa membaca doa.

Memahami adab-adab di kamar mandi, masih harus diingatkan untuk mengamalkan.

Memahami adab-adab keluar rumah, masih harus diingatkan untuk mengamalkan.

Memahami adab-adab sebelum dan sesudah bangun tidur, masih harus diingatkan untuk mengamalkan.

Akhlaq terhadap orang yang lebih tua masih perlu pengarahan, kadang masih suka tidak patuh dan meledak-ledak. Jika salah masih gengsi untuk meminta maaf. Anaknya sopan dan ramah.

Fiqih & Ibadah

Alhamdulillah sudah memahami arti,tata cara, dan doa yang berkaitan dengan wudhu, walaupun masih belum sesuai tuntunan sunnah Rasulullah. Dan pada prateknya masih suka asal-asalan.

Sudah mengenak shalat yang lima waktu walaupun belum paham benar mengenai hikmah shalat dan mengapa kita harus shalat. sudah mulai latihan untuk melaksanakannya sesuai kemampuannya walaupun baru gerakan belum bacaannya.

Sudah 2 kali ikutan puasa Ramadhan yang pertama sampai jam 8 dan yang kedua sampai jam 10. Alhamdulillah hanya bolong sedikit.

Perlu pendalaman lagi tentang rukun Islam.

Hapalan Qur’an

Dengan tipe anak yang perfeksionis dan moody, Alhamdulillah hapalannya sudah sampai Al-A’la, walaupun masih harus sering di muraja’ah karena surat-surat sebelumnya banyak yang lupa lagi. Kalau sedang menghapal, jika ada ayat yang lupa maka dia akan mulai lagi dari awal dan akhirnya jadi malas-malasan. Mudah-mudahan pada usia 7 tahun sudah bisa mutqin juz 30-nya. Alhamdulillah makhrajul hurufnya juga sudah baik tinggal di fasihkan lagi saja. Untuk iqranya sudah mulai masuk surat-surat pendek.

Hapalan Hadits

Maa syaa Allah, Alhamdulillah untuk hapalan haditsnya sudah banyak sekali. Karena di PAUDnya juga ada pelajaran menghapal hadits. Akan tetapi masih harus sering di muraja’ah supaya tidak lupa.

Hadits yang sudah pernah dihapal : hadits menuntut ilmu, keutamaan mempelajari Al-Qur’an, tentang niat, tentang malu, tidah boleh saling membahayakan, senyum, memberi salam kepada orang yang lebih tua, berbakti kepada orang tua, larangan marah, larangan berkata tidak baik, bersuci adalah sebagian dari iman, keutamaan sedekah, Allah penyuka keindahan, memberi itu lebih baik, akhlak yang mulia.

Bahasa Arab

Alhamdulillah mufrodatnya sudah cukup banyak dan harus sering-sering di muraja’ah dengan permainan a ba ta tsa. Bundanya jadi merasa tertantang untuk menghapalkan mufradat juga.

Doa

Alhamdulillah sudah mulai dikenalkan dan menghapal doa-doa yang nyunnah. Kir-kira sudah 23 doa yang dihafal, tinggal rajin-rajin diamalkan dalam setiap keadaan.

Membaca

Alhamdulillah, Alya membacanya sudah lancaar pakai banget. Dan sangaaat senang membaca buku cerita dari yang bukunya tipis sampai tebal. Membacanya masih suka bersuara kerasa dengan intonasi seperti bundanya kalau sedang membacakan dia cerita hehehe. Perasaan bundanya tidak pernah mengajarkan secara khusus dan gak ada niat buat ngajarin juga. Alhamdulillah

Shiroh

Alhamdulillah, Alya sudah lebih mengenal tentang sejarah Islam dan Rasulullah. Kadang bundanya malu karena waktu umur segitu belum kenal sama sekali dengan sejarah Islam. Suka sekali membaca cerita Muhammad Teladanku, Nabi dan Rasul, serta kisah-kisah para sahabat dan shohabiyah.

Menulis

Alhamdulillah untuk urusan tulis-menulis Alya sangat rajin. Apa mungkin karena anak perempuan ya? Dan tulisannya pun lebih jelas dan rapi jika dibandingkan dengan mas Iqbal kakaknya (hehehe hayoo bunda tidak boleh membandingkan). Sudah mengenal abjad A-Z dan sudah bisa membedakan huruf besar dan kecil, walaupun ketika menuliskannya kadang suka lupa antara huruf b dan d posisinya menghadap mana. Juga sudah mengenal  dan menulis angka 1-20. Untuk huruf hijaiyah sudah mengenal dengan baik akan tetapi masih belum lancar menulisnya, masih harus rajin-rajin latihan.

Berhitung

Untuk materi yang satu ini, Alhamdulillah juga berkembang baik sekali. Minatnya cukup besar pada pelajaran berhitung seperti halnya membaca. Dalam hal ini bundanya yang agak sedikit mengerem, takut nanti Alya overload. Tapi kayaknya anaknya sih having fun aja.

Komputer

Kayaknya karena keseringan lihat ayah dan bundanya ketik-ketik di laptop akhirnya Alya juga tertarik dengan benda yang satu ini. Sudah bisa menggerakkan kursor baik dengan mouse maupun tidak. Sudah mulai ngetik kalimat atau nama-nama orang yang dia di word.  Suka browsing hewan-hewan dan nonton video masak (kalau yang  ini sih masih harus sama bunda dan biasanya masih di handphone).

Sains

Untuk kategori ini walaupun bundanya mantan peneliti , kayaknya Alya tidak terlalu berminat dengan sains, atau karena ayah dan bundanya kurang memberikan perhatian disini. In syaa Allah mulai usia 6 tahun ini akan dikenalkan pada percobaan-percobaan sains yang mudah.

Kemandirian

Alhamdulillah untuk anak usia 6 tahun Alya sudah cukup mandiri, walaupun terkadang timbul juga manjanya. Waktu di sekolah sudah bisa lepas dari orang tua atau ditinggal. Untuk hal-hal standar seperti pipis dan cebok sendiri, mandi, gosok gigi, buka dan pakai baju, dan ambil minum sudah biasa dilakukan sendiri. Paling bundanya hanya menemani sesekali dan mengecek saja. Yang masih perlu dilatih adalah makan sendiri dan tidak jalan-jalan ketika sedang makan. Sepertinya bunda harus lebih banyak bersabar untuk hal dua ini. Sedangkan untuk tidur masih suka ditemenin sama bundanya. Untuk tugas rumah tangga baru kebagian membereskan mainan sendiri, bundanya masih belum tega dan lebih tepatnya takut malah ngeberantakin. Untuk ke depannya harus mulai diberikan tanggung jawab yang lebih besar seperti membereskan kasur dan kamar serta cuci piring bekan makannya sendiri. In syaa Allah

Sosial emosional

Kalau untuk urusan sosialisasi, jika Alya sudah merasa nyaman dan kenal dengan orang-orang disekitarnya maka ia akan ramah dan mudah bermain dan  bergaul dengan orang yang seusia dengannya dan yang lebih muda. Akan tetapi kalau datang ke lingkungan baru maka ia akan cenderung diam dan malu-malu. Kalau sudah akrab dengan teman maka kalau tidak main keluar sehari saja misal karena sakit maka dia akan uring-uringan. Alya itu tipe ngemong teman-temannya yang berusia lebih muda. Cuma jeleknya ia kadang suka tidak bisa menolak permintaan temannya karena takut dijauhi. Dalam hal urusan berbagi, terkadang masih suka pelit terutama untuk makanan atau benda kesukaannya.

Untuk kategori penguasaan emosi diri masih labil alias masih suka meledak-ledak. Jika keinginannya tidak dituruti masih suka tantrum dan suka berkonflik dengan bundanya. Masih perlu dilatih untuk belajar berkompromi.

Perkembangan fisik dan kognitif

Untuk kategori motorik dasar sudah oke akan tetapi yang masih harus diasah itu ya motorik halusnya. Terkadang Alya masih suka malas untuk mewarnai, melipat kertas, melakukan antivitas gunting-tempel, merangkai puzzle, atau meronce. Alasannya adaaaa aja dari mulai tidak bisa sampai malas. Intinya kalau sudah tidak mood yang jangan ngimpi mau dikerjakan. Tapi kalau sedang semangat bundanya yang kewalahan harus menyiapkan bahannya.

Di usianya yang mau menginjak 6 tahun ini Alya sudah mengenai warna, bentuk, dan ukuran benda. Sudah bisa mengelompokkan benda berdasarkan jenisnya. Sudah kenal dan bisa menyebutkan nama hari serta bulan dalam bahasa Indonesia dan Arab. Sudah tahu urutan surat dalam Al-Qur’an 1-10. Alhamdulillah.

 

————————————————-

Secara garis besar dalam hal akademis memang Alya sudah menunjukkan kematangan untuk sekolah tingkat SD, tapi kalau ditilik dari segi mental hehehe rasanya jauh dari siap. PR terbesar bagi aku dan ayahnya adalah melatih Alya untuk lebih mengendalikan emosinya supaya tidak meledak-ledak dan moody. Alhamdulillah di sekolah yang akan kami tuju baru mau menerima murid usia 7 tahun, jadi masih ada waktu satu tahun lagi untuk menyiapkan mentalnya untuk masuk SD.

Barakallahu fiik ya Alya, semoga Allah senantiasa melindungimu dan menjadikanmu anak yang shalihah. Aammiin.

Love Ayah dan Bunda.

Iqbal · Parenting

Pilih Play Group Untuk Iqbal

Kenapa tiba-tiba jadi ingin menulis lagi ? Ternyata terinspirasi oleh statusnya mba Asma Nadia di facebooknya. Begini bunyinya :

“Cobalah menulis. Cukup satu hari satu halaman. Satu tahun sudah punya buku setebal lebih dari 300 halaman. Anggap week end tidak perlu, Anda tetap bisa punya buku setebal 200 halaman. Kenapa tidak?”

Sebetulnya dari kemarin-kemarin itu juga banyak banget yang mau dituangkan dalam tulisan. Cerita di kepala rasanya sudah mau dimuntahkan ke blog ini. Tapi kok ya rasa malas itu gak kira-kira mendekamnya dalam diri, sehingga semua niat untuk rutin menulis setiap hari menjadi hanya tinggal niat saja. Sampai akhirnya tertohok oleh statusnya mba asma di atas.

Don’t think ….. just write !!! (by : Asma Nadia)

Makanya sekarang marii kita menulis lagi !!!! 🙂

And for today…. the story is about …. Iqbal !!!

Akhirnya kami, orang tuanya, memutuskan untuk mewjudkan permintaannya Iqbal (tentunya dengan pertolongan Allah), untuk memasukkan anak pertamaku itu ke Play Group. Awalnya aku dan suami masih enggan untuk memasukkannya ke kelompok bermain, karena menurut kami masih terlalu dini, lagian di rumah Iqbal juga memiliki banyak teman sebaya. Kami khawatir jika ia akan lebih cepat merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan sekolah. Usianya memang baru 3 tahun 3 bulan, tapi semangat sekolahnya “lagi” tinggi-tingginya. Hehehe kenapa aku bilang “lagi” karena belum tentu nanti-nanti dia masih akan sesemangat sekarang. Mungkin ia termotivasi oleh teman-teman mainnya di rumah yang sudah mulai sekolah, sehingga ia kerap merengek untuk meminta sekolah.

Tentunya putusan untuk menyekolahkan Iqbal ini akan diikuti oleh kewajiban-kewajiban kami berikutnya, yaitu memilihkan play group yang cocok bagi kami dan tentunya Iqbal. Pertimbangan awal kami ingin memasukkan Iqbal ke salah satu PG dan TK Islam yang berlokasi di dekat Pasar Cibinong. Kami sudah cocok sekali dengan metode pembelajaran dan guru-gurunya. Akan tetapi karena lokasinya yang cukup jauh dari rumah dan tidak tersedianya jemputan maka akhirnya kami tidak jadi memilih PG tersebut.

Dan pilihan pun jatuh ke PG yang letaknya dekat dengan rumah kami (lebih tepatnya berada di dalam perumahan tempat kami tinggal). Pertimbangannya cuma karena dekat saja. Sehingga lebih mudah untuk aku atau mbaknya untuk mengantar dan menjemputnya. Sejujurnya memang hatiku tidak sreg dengan tempatnya. Selain karena tempatnya yg sempit sehingga area bermainnya kecil, juga karena metode pembelajarannya yang tidak berbasis Islami. Klise memang…. tapi tak apalah. Toh pendidikan dasar yang paling baik itu di rumah. Jadi, tetap tugasku dan suami juga untuk mendidik Iqbal dan Alya dengan ajaran-ajaran Islam. Mudah-mudahan bisa sejalan dan saling melengkapi dengan pendidikan di Play Group. Amiiiin 🙂

1st day at school
celoteh · Parenting

Belajar Membagi Waktu

Akhir-akhir ini aku sedang kelimpungan dalam membagi waktu antara melakukan kegiatan rumah tangga, mengurus dua anak, dan menyusui. Karena selama ini benar-benar tergantung sama asisten rumah tangga terutama dalam hal masak-memasak. Belum lagi jika harus ditambah jika nanti masa cutiku habis dan harus masuk kantor lagi. Selama satu minggu terakhir ini aku mencoba beradaptasi dengan keadaan ini dan hasilnya masih kelimpungan juga. Alhamdulillah, akhirnya aku mendapatkan artikel bagus dari blognya mba maya mengenai cara membagi waktu bagi ibu-ibu yang sudah punya anak. Berikut ini aku lampirkan artikelnya. Semoga bermanfaat juga untuk yg lain :).

Membagi Diri Membagi Waktu

Banyak temen2 di milis yg tanya bagaimana caraku mengatur sehingga sepertinya semuanya beres…rumah beres, anak terurus, tapi tetep bisa ngenet…

Well…memang gak mudah…karena aku ini walaupun FTM aka Full Time Mom..aka IRT…aka Ibu Rumah Tangga…tapi aku ya sama aja sibuknya dg ibu bekerja aka working mom..

Mungkin yg gak tahu latar belakangnya menganggap…ah itu sih biasa…gak hebat.. tapi banyak juga yg terheran2..terutama ibu2 baru…bagaimana caranya?

Aku ini memang cuma FTM / IRT…tapi punya anak 3, yg dua terhitung masih balita 5,5 th & 4 th, dan yg satu lagi terhitung masih bayi 11 bln…trus? Dimana letak anehnya? Aku ini gak punya asisten rumah tangga (ART) sama sekali apalagi babysitter (BS).

Kalau buat yg tinggal di luar negeri.. mereka mungkin sudah biasa menghadapi masalah beginian…karena bayar ART & BS di luar negri sana kan mahalnya minta ampun. Tapi mungkin buat yg tinggal di Indonesia, mungkin aneh…secara bisa bayar org kog buat jd ART, jd pasti gak kebayang kalo sampe harus gak punya ART & BS…dg anak 3 yg masih kecil2.

Nah…mulai kebayang kan…bagaimana “repotnya”? Punya anak satu aja repot kalo gak punya asisten or babysitter..apalagi punya anak 3?

Yah..memang repot …namanya cuma punya tangan cuma dua..tapi harus mampu “membagi diri & membagi waktu” sehingga seolah2 aku ini harus punya tangan delapan! Lho kog?

Lah iya toh…bapaknya anak2 kan harus masuk hitungan anak2 juga ..karena dlm bbp hal kadang2 bapaknya anak2 ini juga manjanya bisa melebihi anaknya…hahaha

Trus gimana caranya donk??? Gampang….belah aja dirimu menjadi bbp bagian..dan lakukan pekerjaan itu dlm sekali waktu…hahahaha

Selama ini sih jurus jitu yg aku pake sih masih sama lah..doing multiple job in one time…. Dg begitu aku bisa sedikit menghemat waktu & punya sedikit waktu santai2 di waktu lain.

Contoh mudah spt yg bbp hari lalu aku lakukan.

Kebayang nggak bisa nyuci baju, bikin kue, cuci piring, & masak dlm satu waktu?

Jaman sekarang semua bisa diatur…berkat kecanggihan teknologi…jd pekerjaan pun jd sedikit lebih mudah.

Oke…begini caranya….

pertama isi bak cucian dulu (mesin cucinya masih manual) pake selang…….              sembari menunggu aku siapkan bahan2 kue & mulai mengocok telur dg standing mixer, sembari menunggu aku mulai merebus ayam utk sop & menghaluskan bumbu dg blender, membersihkan beras & memasak nasi di magic com.                                          Jadi….sambil menunggu cucian di mesin cuci, kocokan telur di mixer, rebusan ayam & blenderan bumbu, aku sambi dg mencuci piring sedikit2 (manual) & menggoreng tempe/tahu/ikan..fiuhhhh

Sudah selesai? Belum donk…cucian masih digiling lagi bbp kali..diisi baknya lagi bbp kali.. jd ya musti mondar mandir liatin cucian…masukin bahan2 kue ke cetakan utk dipanggang… nguleg sambel utk pelengkap makan, memotong2 sayur utk sop, sambil mencuci piring sedikit2….

Di lain waktu….

Sambil nyusuin Falda…nemenin kakak2nya main…menunggu goreng ikan/ayam/tempe di dapur…ngisi bak mandi…yippppiiiii dua tiga pulau terlampauiiiii

Jadi tempe yg lagi digoreng..kan gak harus ditungguin..
trus keran dibuka buat isi bak mandi
tinggal dulu trus nyusuin Falda sambil duduk..
sementara kakak2nya main di dekatku…
tangan kiri megang Falda..tangan kanan yg bebas bantuin kakaknya dg mainannya
berhubung Falda nyusunya cuma bentar2 jadi begitu selesai nyusu..
aku ke dapur ngecek gorengan…trus ke kamar mandi ngecek bak mandi dah penuh ato belum….fiuuuuuhhhhh

Di suatu pagi…

Pagi2 bikin kopi ayah…sambil nyiapin sarapan…disambi nyiapin perangkat sekolah Faldi…nyetrika baju Faldi…mandiin Falda…Faldi-Ferdi mandi sendiri…

Another time….

Saat aku nyapu…air lagi direbus dikompor..nasi lagi dimasak di magic com bersama telor…cucian lagi direndam di tpt cucian..horeeee…

Trus istirahatnya kapan?

Saat sedang menyusui Falda…aku susui Falda sambil tiduran…lumayan…bisa meluruskan kaki & mengendurkan sedikit otot2 yg pegel….atau saat menemani anak2 bermain.

Trus internetannya kapan?

Ya sambil menyusui bisa..sambil nemenin anak2 main bisa….sambil nunggu kue selesai dipanggang…ato sambil nunggu gorengan/kukusan/rebusan matang…sambil menunggu cucian kelar….

Smoga bisa jd inspirasi

Sumber : Maya Siswadi (http://bunda2f.multiply.com/journal/item/82)

celoteh · Iqbal · Parenting

Perjuangan Untuk Suapan Pertama

Pondok Labu, 6 Agustus 2009.

Fiuh… pagi ini perjuanganku untuk membuat Iqbal berhasil dilakukan tanpa harus dengan marah-marah dan ancaman :). Kemarin aku memang bertekad untuk bisa membujuk anak pertamaku ini untuk mau makan pagi tanpa harus menarik otot :D. Karena akhir-akhir ini, lebih tepatnya dimulai semenjak kandunganku sudah mendekati 8-9 bulan sampai aku akhirnya melahirkan, Iqbal makannya mulai susah. Dia pintar sekali memancing amarahku sehingga membuatku harus sedikit bersuara keras kepadanya dan mengancamnya supaya dia mau makan. Sebetulnya aku tahu jika cara ini mungkin kurang baik, tapi bingung mau bagaimana lagi karena kalau dibujuk dengan kata-kata halus dia seperti meledek. Hmm…mungkin akunya saja yang kurang sabar :(, walhasil kalau sudah begitu aku menyerah deh !!! Dan kebiasaan susah makannya ini semakin menjadi ketika aku tinggal di rumah orang tuaku setelah melahirkan. Wah…dia makin punya cara untuk menolak jika disuruh makan, dari mulai minta tidur, kejar-kejaran dengan mbaknya, sampai minta perlindungan kepada aki-ninnya. Untuk cara yang terakhir dia bisa sampe nangis-nangis ke aki-ninnya. Jadi serba salah deh… yang ada akunya makin khawatir karena takut berat badannya turun (padahal dia udah termasuk kategori kurus lho) dan sakit.

Alhamdulillah pagi ini berbeda….kucoba melakukan pendekatan halus kepadanya. Kuajak dia bermain dan menonton acara anak-anak favoritnya. Awalnya dia mencoba menolak suapan pertama, tapi kucoba lagi sambil membujuknya dengan memasang muka ceria dan tertawa padahal dihatiku sudah takut akan mendapat penolakan lagi. Tapi….yippie…hoooreeee ketika kucoba mendekatkan sendok ke mulutnya tanpa disangka-sangka dia membuka mulutnya dan aku sukses memasukkan suapan pertama tanpa perlu marah-marah seperti biasanya :). Suapan kedua, ketiga, dan seterusnya berhasil pula kulakukan. Memang sih tak semulus  pada suapan pertama karena jika dia sudah bosan dengan mainan yang aku berikan atau ketika sedang iklan dia pasti berhenti makan dan mulai ngeyel lagi. Kalau sudah begitu kucoba cari mainan baru untuknya, apa saja kucoba untuk dijadikan umpan. Mulai dari krayon dan kertas, cat air, kartu UNO milik om dan tantenya sampai memutar video barney kesukaannya. Yang penting targetku agar dia makan sampai habis tercapai. Dan memang akhirnya target itu tercapai :), walaupun mungkin memakan waktu dan harus memutar otak agar kreatif tapi Alhamdulillah hasilnya dia mau menghabiskan makannya.

Jika ditanya bagaimana rasanya….wah lega sekali dan suatu kepuasaan tersendiri. Yang pasti berbeda rasanya ketika berhasil membuat Iqbal menghabiskan makanannya dengan cara halus dibandingkan dengan cara marah-marah. Iqbal terlihat lebih menikmati makannya karena tidak berada dalam tekanan dan rasa takut. Aku yakin ini semua tidak lepas dari pertolongan Allah yang sudah menunjukkan ilham agar aku lebih kreatif dan melunakkan hati Iqbal agar mau makan. Karena hanya Allah yang menguasai segala makhluk…. Dia bisa mengeraskan hati seseorang semudah Dia melunakkannya. Seberapa besar pun tenaga dan pikiran kita berusaha untuk mengubah hati seseorang jika kita tidak meminta pertolongan Allah untuk membolak-balikkan hatinya maka akan sia-sialah usaha kita.

Hari ini aku kembali mendapat suatu pelajaran berharga. Pelajaran yang aku dapat dengan menjadi orang tua. Aku jadi bisa mengerti perasaan ibuku ketika dulu aku juga susah makan. Hmm…. Sesuatu yang mungkin belum tentu kumengerti jika aku belum merasakannya sendiri. Terima kasih Allah, karena Kau telah menganugerahkan kesempatan ini… membuatku semakin menghargai apa yang sudah ibuku lakukan untukku selamat ini !!! Untuk para ibu, bunda, atau pun mamah di dunia ini, tetap semangat dan jangan menyerah untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita dengan cara-cara yang disukai Allah SWT. Jika anak anda susah makan, tetaplah kreatif dan inovatif dalam membujuk anak-anak kita supaya mau makan J. Insya Allah, perjuangan kita akan bernilai pahala di mata Allah SWT. Amiiin.

celoteh · Iqbal · Parenting

Cium…cium ya Bunda

Selasa pagi entah kenapa perutku terasa mengeras dan tegang sekali serta ada rasa nyeri sedikit. Rasa itu semakin mejadi-jadi ketika aku sedang menyuapi anakku Iqbal. Berhubung anak usia 2 tahunku ini sangat aktif sehingga makan pun tak bisa duduk diam, walhasil aku harus ikut-ikutan duduk berdiri- duduk berdiri. Akibatnya perutku terasa makin tak keru-keruan.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah delapan sudah waktunya berangkat ke kantor. Akan tetapi perutku masih terasa tegang dan agak nyeri. Sebetulnya hari ini aku masih harus membantu rekan satu lab-ku untuk mengambil data di laboratorium, tetapi karena khawatir jika rasa tegang diperutku yang tidak hilang-hilang akan berlanjut ke kontraksi, akhirnya aku putuskan untuk istirahat di rumah. Memang kehamilan keduaku ini terasa lebih ringkih dibandingkan waktu hamil Iqbal dulu. Sekarang aku lebih sering keram perut dan mudah lelah. Mungkin hal ini disebabkan pada kehamilan kedua ini lebih banyak aktivitas yang harus kulakukan baik di kantor maupun di rumah.

Aah tapi bukan ini inti dari ceritaku sebenarnya. Ada kejadian mengharukan pagi itu ketika akhirnya aku memutuskan untuk tidak masuk kantor. Seperti biasa setelah selesai makan pagi dan mandi Iqbal pasti akan langsung minta ditemani oleh pengasuhnya untuk main ke luar, karena biasanya setelah memberinya makan dan memandikannya aku akan langsung bersiap-siap untuk ke kantor. Ketika anakku itu pulang dari bermain dan mendapatkan ibunya tergolek di atas tempat tidur karena sakit perut, tiba-tiba dia langsung mendekatiku dan berkata, “Bunda…atiit?!”. Lalu kujawab, “iya sayang perut bunda sakit, makanya bunda tiduran”, sambil berusaha tersenyum. Lalu hal mengejutkan itu terjadi, dia tiba-tiba mendekatiku seraya berkata, “cium….cium…ya !” Dan mendaratlah dua buah ciuman di pipiku. Masya Allah, anak dua tahun ini benar-benar telah membuatku melupakan rasa sakit di perutku. Memang selama ini jika dia habis jatuh atau ada bagian tubuhnya yang dikeluhkan terasa sakit, aku selalu menghiburnya dengan mencium bagian yang sakit dan kubilang bahwa itu adalah obat supaya cepat sembuh. Aku tidak menyangka bahwa ia benar-benar merekam apa yang kerap kulakulan padanya. Terlepas apakah dampak dari kebiasaanku itu bagus atau tidak, yang pasti aku merasa terharu sekali dengan sikapnya pagi ini. Alhamdulillah, Allah sudah menganugerahkan anak yang menyayangi diriku. Semoga aku terus bisa menanamkan kasih sayang dan kelembutan kepada sesama dalam dirinya. Aku sadar bahwa hal tersebut sangat bergantung pada diriku dan suamiku sebagai contoh bagi anak kami. Semoga Allah senantiasa menolong dan membimbing kami dalam meberikan tarbiyah bagi anak-anak kami, Amin.