Adaptasi

Setelah sekian lama gak nulis, akhirnya milih judul ini sebagai tulisan perdana.

Kenapa ya? Hehehe jawabannya yaaa pengen aja.

Adaptasi kalo menurut Kamus Bahasa Indonesia itu definisinya adalah penyesuaian thd lingkungan, pekerjaan, dan pelajaran. Pas banget sama kondisi saya sekarang yang Alhamdulillah kuliah dah kelar dan tentunya akan mulai adaptasi lagi sama dunia kantor yang notabene beda sama waktu pas kuliah. Yang pasti sekarang :

  • Mulai teratur lagi kerja dari 07.30 – 16.00, jadi bisa meminimalisasi pulang malam :).
  • Trus, di kantor juga pastinya sudah menunggu kerjaan yg harus diselesaikan. Hehehe waktu kuliah kebanyakan ngeles sih. Jadi alhasil numpuk dan sekarang dah gak bisa mengelak lagi :P.
  • Alhamdulillah jarak kantor dan rumah deket :D. Jadi cukup naik motor saja. So, gak perlu lagi desak-desakan di kereta. Bye…bye….commuter :). (cukuplah 2 tahun jadi “anker”).
  • Bisa mulai eksperimen masak n baking lagi. Yeaaaay ini yang penting, jadi bisa kasih camilan sehat buat my zaujiy n anak-anak tercinta.

Sebetulnya ada juga sih alasan lain kenapa saya ambil judul ini. Hmm, di kantor gak terasa akan ada pergantian pimpinan lagi nih. Gak terasa sudah 3 tahun berselang sedari waktu saya menulis tentang pimpinan yang sekarang ini (bisa dibaca disini). Selama tiga tahun lebih berjalan pasti ada kelebihan dan kekurangan. Tapi dari proses ini saya belajar banyaaaak. Bahwa seorang pemimpin itu tidak akan pernah bisa memuaskan seluruh bawahannya. Karena pasti ada yg pro dan kontra akan segala keputusan yg diambil. Jadiiii sebagai pegawai yang penting bekerja dengan profesional dan cukup mencari ridha Allah, biar gak pusing hehehe !

Peace…… terselip doa, semoga pimpinan yang baru bisa bikin Biomaters lebih kompak lagi 😀 !!!

STATUS OWH STATUS

Hari ini aku mendapat pelajaran berharga sekali berkaitan dengan hal membuat status di jejaring sosial Facebook. Kenapa sih ? Hmm…. ada baiknya sih tidak usah membahas latar belakang masalahnya karena nanti bisa bikin masalah baru lagi. Pelajaran yang aku ambil adalah jangan nulis status sembarangan di FB, apalagi yang ada kaitannya dengan orang-orang di sekitar kita. Apalagi kalau nulisnya sambil kesel hehehe karena status yang keluar bisa bikin salah persepsi ke orang lain yang akhirnya bisa menimbulkan masalah :).
Bener kata pepatah : Diam adalah emas. Dan lebih baik diam daripada berkata yang tidak bermanfaat. Jadi kalau mau mengungkapkan segala kekesalan lebih baik nulis di buku aja deeeh. Kapok…kapok….. !!!!

The Hottest Female Blogger Award

hottest-female-blogger-award

Dapat tantangan baru dari Tante Yani niiih. Baru pertama kali dapat award di blog, secara nge-blog pun masih jarang-jarang, tapi gara-gara ditantang sama Tante Yani jadi mau gak mau harus tugasnya harus dilaksanakan.

Menurut Tante Yani penghargaan ini ditujukan khusus untuk perempuan yang punya blog (hehehe ya iyalah…judulnya aja the hottest female blogger :D). Bagi penerima award ini ada beberapa tugas yang perlu dilakukan, diantaranya :

  1. Pasang banner the hottest female blog award di blog masing-masing tapi tidak boleh dirubah, warna, tulisan termasuk signature kecuali mengubah ukurannya.
  2. Menulis nama dan url pemberi award di postingannya dan juga hyperlink url ke awardnya.
  3. Memilih 10 blogger perempuan untuk menerima award ini dan memberikan alasan kenapa mereka pantas mendapatkannya
  4. Buka search engine Google
    Tulis nama kamu dilanjutkan dengan kata “needs” misalnya : “yani needs” kemudian klik “search”
    Tuliskan 10 hasil pertama yang muncul dihalaman itu.

Hehehe banyak juga ya tugasnya. Hmm, sekarang waktunya untuk memilih dan menampilkan ke-10 blogger wanita pilihanku. Here they are :

  1. Mba sisil, alasannya karena dari blognya aku bisa dapat resep-resep camilan untuk anak yg sehat :).
  2. Mba Anne, karena blognya menarik n banyak resep kue :).
  3. Mba Rina Rinso, banyak memberi info tentang bahan-bahan kue dan makanan juga resep :).
  4. Mba Lutvita, kalo yang ini banyak info kesehatan bayi dan anak :).
  5. Mba Maya, karena tulisannya banyak kasih info mengenai parenting 🙂
  6. Mira, hmm…. biar Mira tambah rajin nulis 🙂
  7. Mba Liza, naaah klo disini banyak cerita tentang kehidupan di Jepang :).
  8. Bunda Helvy, Kalo yang satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi kehebatannya di dunia tulis-menulis. 🙂
  9. Sarqina, nice blog.
  10. Asma Nadia, sama kayak Bunda Helvy. She is one of my favorite author :).

Dan sekarang hasil pencarian di google dengan keyword “Ika needs” (aneh-aneh tenan) :

  1. Ika needs 0.91 more points to get some more icons! anyone wants to help me to get there?
  2. ika needs your help to be cooler and better!
  3. Ika needs foods.
  4. IKA needs a JOB!!!
  5. Ika needs to do to get her a diamond.
  6. Ika needs no introduction to bass anglers.
  7. Ika needs not be recalled here: for God has already taken away the reproach of the people.
  8. I.K.A. needs your help today, to fight the battle that will be our children’s future of tomorrow.
  9. IKA needs to be exposed and denounced as Traitors by ALL True Klansmen Nation Wide!
  10. Ika needs tutorials.

Hehehe…. silahkan diterjemahkan sendiri deh :).

Oia…. makasih untuk Tante Yani telah memberi kehormatan untuk mendapatkan award ini. Mudah-mudahan aku jadi lebih rajin lagi ngisi blognya :).

Ika needs 0.91 more points to get some more icons!

Bagaimana agar Anak Kita Sehat dan Cerdas ?

Artikel dari http://www.medicastore.com/asi_susuformula/

Bagaimana agar Anak Kita Sehat dan Cerdas ?

Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang sehat dan cerdas. Segala daya dan upaya akan dilakukan oleh sang ibu dan ayah agar tujuan tersebut tercapai. Mulai dari sering mendengar musik klasik, minum vitamin, rajin berolahraga sampai memberikan susu formula yang mengandung AA dan DHA yang dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan anak.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada cara yang mudah dan murah agar anak sehat dan cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia mengatakan, “Menyusui ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak.”

Sayangnya, para ibu di Indonesia banyak yang tidak memberikan ASI kepada bayinya. Padahal dengan memberikan ASI, kesehatan dan kecerdasan sang bayi pun terjamin. Tidak hanya itu, sang ibu pun mendapatkan salah satu manfaat yaitu menjadi lebih jarang terkena kanker payudara.

Tengoklah Nia (28), karyawati yang memiliki dua putri ini mengaku memberikan ASI dan vitamin yang bagus agar anaknya sehat dan cerdas. Ibu yang sangat peduli tentang kesehatan ini lebih memilih yang alami seperti ASI (Air Susu Ibu). Baginya, penting agar anak selalu diberi kasih sayang dan memenuhi kebutuhan psikologisnya.

Anda mungkin bingung, bagaimana ASI dapat menyehatkan dan mencerdaskan anak anda?ASI jelas adalah hak sang bayi dan inisiasi menyusu dini ASI berperan penting dalam menyukseskan ASI eksklusif. Mengenai kelebihan ASI dibandingkan susu formula dan agar bijaksana dalam memilih dan menggunakan susu formula, Anda bisa simak uraian di bawah ini.

  1. Kunci Agar Anak Sehat dan Cerdas
  2. Sehat dan Cerdas dengan ASI
    1. Air Susu Ibu adalah Hak Bayi
    2. Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ASI
    3. Kelebihan ASI dibanding Susu Formula
    4. Problema Ibu Menyusui
  3. Bijaksana memilih dan menggunakan Susu Formula

1. Kunci Agar Anak Sehat dan Cerdas

Ada 2 faktor yang mempengaruhi kecerdasan, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Menurut dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, Amerika Serikat memperkirakan faktor genetik hanya menyumbang 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan.

Lingkungan penting karena memiliki peran lebih besar daripada genetik. Faktor lingkungan terdiri dari asuh, asah dan asih. Asuh berarti memberikan kebutuhan untuk pertumbuhan fisik, Asah berarti memberikan stimulasi atau pendidikan, Asih berarti memberikan kebutuhan psychososial.

Agar perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak tidak terganggu, orang tua perlu menjaga nutrisi. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terutama otak karena kepandaian berhubungan dengan pertumbuhan otak.

“ASI Eksklusif adalah nutrisi terbaik dalam kualitas dan kuantitas pada saat masa lompatan pertumbuhan otak yang terjadi dari 0 sampai 6 bulan”, ungkap Dr. Utami Roesli, Sp.A yang baru saja berulang tahun di bulan September lalu.

ASI mengandung nutrient yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori.

Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan selain bagus untuk perkembangan otak, juga bagus untuk mempersiapkan sistem pencernaan bayi karena pada saat lahir, enzim pencernaan bayi masih belum lengkap dan hanya bisa digunakan untuk mencerna ASI. Perlu diketahui bahwa ASI mengandung lebih dari 100 macam enzim yang membantu penyerapan zat gizi yang terkandung di dalam ASI.

Lebih lanjut, dr. Utami Roesli, Sp.A yang lebih akrab disapa dr. Tami menambahkan, “Proses menyusui ASI tidak hanya sekedar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial”. Proses menyusui itu merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu.

2. Sehat dan Cerdas dengan ASI

jenis strokeDi luar negeri telah banyak dilakukan penelitian terhadap anak yang menyusui ASI lebih dari setengah abad yang lalu. Mulai dari Douglas tahun 1950 yang menemukan bahwa anak ASI lebih cepat bisa berjalan, sampai penelitian oleh Lucas (1996) dan Riva (1998) yang menemukan bahwa nilai IQ anak ASI lebih tinggi beberapa poin.

Berdasarkan hasil studi Horwood & Fergusson tahun 1998 terhadap 1000 anak berusia 13 tahun di Selandia Baru, tampak kecenderungan kenaikan lama pemberian ASI sesuai dengan peningkatan IQ, hasil tes kecerdasan standar, peningkatan rangking di sekolah dan peningkatan angka di sekolah.

Tidak hanya itu, penelitian lain yang dilakukan di negara yang berbeda pada tahun 2002 juga seiya sekata dengan hasil studi Horwood & Fergusson. Richards dkk di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI secara bermakna menunjukkan hasil pendidikan yang lebih tinggi.

Semua hasil penelitian tersebut menyakinkan manfaat positif memberikan ASI bahwa anak ASI lebih cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A ini menegaskan, “ Anak yang diberi ASI akan lebih sehat, IQ lebih tinggi, EQ dan SQ lebih baik bahkan soleh dan soleha ”.

  1. Air Susu Ibu adalah Hak Bayi

    Kucing dan macan termasuk jenis mamalia yang ibunya melahirkan dan menyusui anaknya. Coba perhatikan bahwa susu induk kucing bisa dinikmati anak kucing dan susu induk macan bisa dinikmati oleh anak macan. Namun, air susu kucing tidak cocok untuk macan, demikian sebaliknya.

    “Tuhan telah menciptakan air susu ibu selalu cocok untuk anaknya”, ungkap dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC yang mengambil spesialis dokter anak di FK UNPAD, Bandung. Hebatnya lagi bahwa ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu berjumlah sesuai dengan yang bisa diserap oleh pencernaan si bayi. Bahkan anugrah yang satu ini juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi secara real time, misalnya bila cuma haus maka akan lebih banyak cairan dan seterusnya.

    Meskipun dalam beberapa jam kelahirannya, bayi belum lapar atau haus karena masih ada bekal dari di dalam kandungan, bayi baru lahir berhak mendapatkan kolostrum yaitu cairan emas kaya antibodi yang pertama kali keluar dari puting payudara ibu setelah melahirkan.

    ASI merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup bayi dan tumbuh kembang secara optimal. Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI memiliki banyak manfaat yang terutama berperan dalam menyehatkan dan mencerdaskan bayi.

    ASI bermanfaat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan perkembangan emosional karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu, dan mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman.

  2. Pentingnya Inisiasi Menyusu ASI

    Pada awal Agustus lalu, pekan ASI sedunia 2007 juga dirayakan di Indonesia dengan tema Menyusu “Satu Jam Pertama Kehidupan Dilanjutkan dengan Menyusu Eksklusif 6 Bulan, Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi”.

    Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini (early latch on) sebagai tindakan life saving, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global.

    “Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkwalitas, ”ujar Ibu Ani Yudhono dalam acara puncak pekan ASI Sedunia 2007.

    Inisiasi menyusu dini adalah dengan meletakkan bayi baru lahir di atas perut atau dada ibunya. Dalam waktu hampir 1 jam, bayi akan mulai bergerak mencari puting ibu dan mulai menyusu sendiri. Dr. Tami menyebutkan bahwa di luar negeri hal ini diketahui sudah lama tapi di Indonesia baru sejak tahun 2006 lalu.

    Inisiasi menyusu dini dapat membantu memunculkan refleks bayi untuk menyusui dan berperan penting untuk kesuksesan menjalankan ASI eksklusif. Sayangnya, belum semua tenaga kesehatan di Indonesia yang mengetahui hal ini.

    Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang pemberian air susu ibu secara eksklusif pada bayi di Indonesia sudah disahkan sejak 2004 lalu. Para ibu dan calon ibu dapat ikut mendukung program pemerintah dengan memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Mungkin hal kecil bagi kita tapi sangat berarti bagi kehidupan si bayi kelak.

  3. Kelebihan ASI dibanding Susu Formula

    Bayi yang diberi susu formula terancam obesitas. Kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Kita tahu bahwa hewan cenderung lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan manusia.

    Tidak heran sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mendapat ASI tidak segemuk bayi yang mendapat susu formula. Pertumbuhannya lebih bagus dan jarang sakit. Tidak sedikit bayi diare akibat susu formula karena gula susu sapi (laktosa) pada beberapa bayi.

    Susu formula di pasaran kini banyak mengandung tambahan nutrisi berupa asam lemak seperti AA dan DHA yang dipercaya dapat mencerdaskan anak. Namun, bayi tidak memiliki kemampuan untuk mencerna semua zat gizi tersebut.

    Pada bayi produksi enzim belum sempurna untuk dapat mencerna lemak, sedangkan dalam ASI sudah disiapkan enzim lipase yang membantu mencerna lemak, dan enzim ini tidak terdapat pada susu formula atau susu hewan.

    Lemak yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal oleh tubuh bayi dari pada lemak yang ada pada susu formula, sehingga tinja bayi susu formula lebih banyak mengandung makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuhnya.

    Kemudian, di dalam ASI terkandung asam lemak esensial yang tidak didapat di dalam susu sapi atau susu formula. Asam lemak esensial ini dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah.

    Di dalam ASI juga terkandung Vitamin C, sehingga bayi ASI tidak perlu mendapat suplemen vitamin C, vitamin C biasanya diberikan untuk bayi-bayi yang diberi susu formula. Zat Besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga tidak terserang anemia (kekurangan darh akibat defisinesi zat besi).

    Saat dilahirkan bayi mempunyai persediaan cukup zat besi, tetapi itu kembali kepada ibunya, apakah saat hamil dia mempunyai persediaan zat besi yang cukup. Semua jenis susu mengandung sedikit zat besi sekitar 100ml, atau 0.5-0.7mg/i, namun perbedaannya zat besi yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal sampai 50% oleh bayi, berbeda dengan zat besi yang ada pada susu hewan yang hanya 10% saja.

    Pada tahun pertama kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap penyakit, sehingga memerlukan perlindungan ekstra dari ibunya. ASI mengandung sel-sel darah putih dan sejumlah faktor anti-infektif yang membantu melindungi bayi dari infeksi. ASI juga mengandung antibodi terhadap berbagai infeksi yang pernah dialami ibu sebelumnya.

  4. Problema Ibu Menyusui

    Dr. Utami Roesli menyayangkan bahwa kurangnya informasi adalah kendala terbesar ibu tidak menyusui ASI. Informasi tentang susu formula jauh lebih banyak dan meyakinkan dibandingkan ASI sehingga para ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya.

    ASI adalah satu-satunya yang baik untuk bayi. Ibu sebaiknya memahami mengenai susu formula sebelum memberikannya kepada bayi. Carilah informasi yang tepat dan seimbang mengenai susu formula dan ASI.

    Sangat disayangkan bahwa tidak semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif. Banyak faktor yang mempengaruhi sang ibu sehingga tidak bisa menyusui anaknya. Salah satunya adalah masalah psikologis ibu pasca melahirkan atau puting susu yang tidak normal. Bisa juga karena sakit kronis, infeksi payudara dan radang payudara.

    Kalau sudah begitu, jalan keluarnya adalah dengan memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula bagi bayi berumur di bawah satu tahun tidak dianjurkan. Dokter menyarankan agar bayi diberi ASI sampai berusia 6 bulan yang disebut dengan ASI Eksklusif dan tetap dilanjutkan sampai 2 tahun jika masih menyusui.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan ada kondisi dimana susu formula boleh diberikan. Susu formula hanya boleh diberikan pada keadaan sangat terbatas, yaitu telah dilakukan penilaian terhadap status menyusui dari ibu, dan relaktasi tidak memungkinkan serta diberikan hanya kepada anak yang tidak dapat menyusu, misalnya: anak piatu.

3. Bijaksana memilih dan menggunakan Susu Formula

Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris.

Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar.

Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal.

Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Susu yang paling enak dan disukai bukan juga merupakan pertimbangan utama pemilihan susu.

Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu.

Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut.

Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHA pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga WHO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja.

Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak:

  1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi.
  2. Langkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir.Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak.

    Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.

  3. Masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik.Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula.

    Pemberian susu formula membutuhkan biaya yang besar. Untuk pembelian susu formula selama 6 bulan di Indonesia diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 7,920 trilyun – Rp. 14,720 trilyun. Padahal belum tentu keluarga-keluarga tersebut mampu secara ekonomi. Bukan tidak mungkin ekonomi mereka semakin terpuruk.

  4. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut.

Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.

Kontributor :

Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC

Dr.Utami Rusli,Sp.A, MBA, IBCLCDokter yang masih segar di usia yang tak lagi muda ini mengemban tugas sebagai Ketua Sentra Laktasi Indonesia dan Sekretaris Pokja ASI PB IDAI. Dokter yang lebih akrab dipanggil dr.Tami ini lulusan kedokteran dan spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung.

Dr. Tami pernah mengikuti pendidikan neonatalogy di Belanda tahun 1987, instruktur massage di Amerika Serikat tahun 1999. Beliau mendapatkan sertifikat sebagai konsultan laktasi internasional (International Board Certified Lactation Consultant-IBCLC) tahun 2001 dan diperbaharui tahun 2006.

Dr. Tami sering mendapat penghargaan dari Presiden, Menteri Kesehatan maupun IDI atas dalam pengembangan program ASI eksklusif dan keikutsertaan dalam Pekan ASI Sedunia di Indonesia. Diantara banyak keanggotaan profesi, beliau menjadi anggota Aliansi Dunia Aksi Menyusui (WABA-World Alliance of Breastfeeding Action) dan Asosiasi Konsultan laktasi Internasional (International Lactation Consultant Association-ILCA)

Dokter yang sering memberikan pelatihan dan seminar seIndonesia ini, sangat religius dan selalu berusaha mengamalkan ilmu yang diperolehnya. Dr. Tami yang murah senyum ini bisa ditemui di ruang prakteknya di RS St .Carolus.

Sumber :

ASI ibu gak cocok untuk bayinya ? Masaaaak sih…. ???!!!!

Pernah denger gak kalo ada anak gak cocok sama ASI ibunya, trus gara-gara itu si anak jadi sakit-sakitan terus n badannya jadi kurus? Terus setelah anaknya gak dikasih ASI lagi n diganti sama susu formula, eeeh anaknya jadi sehat n gendut. Haaah, teori apaan tuh ? Aduuh jd pusing dengerinnya…. Udah segitu parahnyakah produsen susu formula, terutama untuk bayi, mencuci otak ibu-ibu sehingga menyalahkan ASI krn anaknya sakit-sakitan n kurus. Dan apakah anak itu harus gendut ya supaya dibiliang sehat ? Dan begonya lagi mulutku cuma bisa bilang “oooh gitu ya? aku baru tahu tuh soal itu” tanpa bisa mendebatnya lebih jauh dan yg punya pengalaman soal itu dengan yakinnya membenarkan hal itu. Hiks….hiks…hiks…. sediiihnya =(.

Mengutip perkataannya dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia yang mengambil spesialis dokter anak di FK UNPAD, Bandung, bahwa Tuhan telah menciptakan air susu ibu selalu cocok untuk anaknya. Hebatnya lagi bahwa ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu berjumlah sesuai dengan yang bisa diserap oleh pencernaan si bayi. Bahkan anugrah yang satu ini juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi secara real time, misalnya bila cuma haus maka akan lebih banyak cairan dan seterusnya.

Tuuuh coba bayangin kurang bagus apanya coba ASI itu. Bayi yang diberi susu formula memang cenderung akan lebih gendut bahkan bisa sampai obesitas karena kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Jadi jelaslah klo anak ASI itu terkadang tidak segemuk yg diberi susu formula.

Pada posting berikutnya aku tampilkan artikel yang menyatakan kelebihan ASI.

Humanosphere Science School 2008 & 92nd RISH Symposium

Ada titipan publikasi seminar dari kantor. Buat yang berminat silahkan mendaftar segera ya =)

                                                                                                                                                                 
Telah kita ketahui bersama bahwa eksploitasi sumber daya alam khususnya hutan beserta hasil-hasilnya secara besar-besaran telah menghasilkan berbagai kerusakan terhadap ekosistem dan kehidupan manusia. Bencana demi bencana yang datangpun disinyalir salah satunya adalah akibat kerusakan hutan serta pengelolaannya yang tidak benar. Salah satu isu paling anyar abad ini adalah mengenai pemanasan global yang juga diakibatkan tingginya akumulasi CO2 di udara sementara rendahnya penyerapan oleh hutan.

Kaitannya dengan hal tersebut, maka pengelolaan yang tepat untuk lingkungan tempat tinggal manusia (Humanosphere) ini menjadi sangat penting. Untuk itu, Research and Development Unit for Biomaterials-LIPI, Research Institute for Sustainable Humanophere (RISH), dan Center for South East Asian Studies (CSEAS), yang disupport oleh Kyoto University dan G-COE Program, mengundang rekan-rekan, Dosen dan seluruh civitas untuk dapat menghadiri kegiatan :

 

“Humanosphere Science School 2008 (HSS 2008) & The 92nd RISH Symposium” dengan Tema :

Towards Establishment of Sustainable Humanosphere

Tanggal 21-23 Februari 2008

Tempat : Research and Development Unit for Biomaterials-LIPI

              Jl. Raya Cibinong Km. 46 Cibinong, Bogor 16911

 

 

Acara Humanosphere Science School akan mengeksplore :

the forest atmospheric science, wood dendrchronology, biomass conversion, wood physics, biodiversity in tropical plantation forests, and wood-based materials. sedangkan RISH symposium : the concept of Humanosphere science, space and humanosphere, forest biotechnology and area study humanosphere. 

 

Pembicara:

Prof. Endang Sukara (LIPI)

Prof. Bambang Subiyanto (LIPI)

Prof. Shuichi Kawai (RISH)

Prof. Mamoru Yamamoto (RISH)

Prof. Junji Sugiyama (RISH)

Prof. Takashi Watanabe (RISH)

Prof. Toshiaki Umezawa (RISH)

Prof. Kosuke Mizuno (CSEAS)

Prof. Kozo Matsubatashi (CSEAS)

Dr. Subyakto (LIPI)

Dr. Tsuyoshi Yoshimura (RISH)

Dr. Matoko Fujita (RISH)

Dr. Anita Firmanti (PUSKIM)

Dr. Naoki Shinohara (RISH)

Dr. Herwasono Soedjito (LIPI)

Dr. Eddy Hermawan (LAPAN)

Dr. Ragil Widyorini

Ms. Suyakto Mizuno

 

 

Schedule

 

Day 1st

February 21, 2008 (Thursday)

 

08.30 – 09.30      :   Registration

09.30 – 10.00      :   Opening Ceremony by Prof. Endang Sukara

10.00 – 10.30      :   Coffee Break

 10.30 – 11.30      :   Lecture-1, Prof. Bambang Subyanto (RDUB)

                              “Utilization of Fast Growing Tress and Agrowaste

11.30 – 12.30      :   Lecture-2, Prof. Mamoru Yamamoto (RISH)

                              “Overview of Study of Equatorial Atmosphere by RISH”

12.30 – 13.30      :   Lunch

13.30 – 14.30      :   Lecure-3, Prof. Junji Sugiyama (RISH)

                              “Wood Collection and Related Studies”

14.30 – 15.30      :   Lecture-4, Prof. Takashi Watanabe,

                              “Biomass Conversion”                     

15.30 – 16.00      :   Coffee Break

16.00 – 17.00      :   Lecure-5, Dr. Subyakto (RDUB)

                              “Natural Fibers : Potentials and uses for Biocomposites”

 

Day 2nd

February 22, 2008 (Friday)

 

08.30 – 08.45      :   Coffee Break

08.45 – 09.00      :   Greeting

09.00 – 10.00      :   Lecure-6, Dr. Tsuyoshi Yoshimura & Dr. Motoko Fujita (RISH)

                              Biodiversity in Tropical Plantation Forests

10.00 – 11.00      :   Lecture-7, Dr. Anita Firmanti (RIHS), Wood as Building Materials

11.00 – 11.30      :   Closing Ceremony by Prof Shuichi Kawai

11.30 – 13.30      :   Lunch and Praying

13.30 –               :   Field Trip

18.00 – 20.00      :   Banquet

 

The 92nd RISH Symposium

Towards Establishment of Sustainable Humanosphere

(Co-organized by RISH, CSEAS and RDUB-LIPI,

and supported by Kyoto University and G-COE Program–

In Search for Sustainable Humanosphere in Asia and Africa)

 February 23, 2008

08.30 – 09.00      :   Registration (only for RISH Symposium participant)

09.00 – 09.15      :   Opening Ceremony

                              By Prof. Kawai and Prof. Endang sukara

09.15 – 09.45      :   Prof. Shuichi Kawai (RISH),

                              Humanospehere Science – An Overview

09.45 – 10.15      :   Coffee Break

10.15 – 10.45      :   Dr. Naoki Shinohara (RISH), Space and Humanosphere

10.45 – 11.15      :   Prof. Kosuke Mizuno (CSEAS), Area Study and Humanosphere

11.15 – 11.45      :   Prof. Kozo Matsubayashi (CSEAS),

                              Local Neurological Diseases in Tropical Forest in New Guinea

11.45– 12.05       :  Dr. Kyoko Nakamura (ASAFAS) How do "Maasai Warriors" encounter Curiosity-seeking Tourists? One aspect of globalization experienced in the Samburu society, Kenya
12.05 – 13.00      :   Lunch
13.00 – 13.30    :   Dr. Herwasono Soedjito (RC Biology – LIPI), Indonesian Biosphere Reserves To Linkage Biological and Cultural  Diversity

13.30 – 14.00      :   Prof. Toshiaki Umezawa (RISH), Tropical Tree Biotechnology

14.00 – 14.20      :   Ms. Suyako Mizuno (Ph.D. Candidate, RISH), Humane Studies of Wooden Persona
14.20 – 14.40      :   Ms. Kazunari Koishi (Ph.D. Candidate, RISH), Atmospheric Phenomena near the Tropical Tropopause

14.40 – 15.00      :   Coffee Break

15.00 – 15.20      :   Dr. Ragil Widyorini, Evaluation of Tree Growth and Biomass   
                                   Production of Plantation Forest in Tropical Area (PD. Fellow, RISH)                                                                                     
15.20 – 15.50      :   Dr. Eddy Hermawan (LAPAN) "Observational Study of Atmospheric Dynamic over Indonesia based
                                   on Some Remote Sensing DataAnalysis"

15:50 – 16.10      :   Closing Ceremony

 

Registration Fee:

1. RISH Symposium   Rp. 100.000,-/person

2. HSS 2008 & RISH Symposium Rp. 250.000-/person

3. Fieldtrip *    (tentative)   Rp. 300.000/person

 

Payment

Dapat dibayarkan langsung di tempat, atau melalu rekening Bank Mandiri KK Cibinong dengan no. rekening 133-00-0414740-1 atas nama Euis Hermiati QQ JSPS.

 

Deadline

18 February 2008

 

Registration Form:

Kirimkan registration form (melalui fax atau email) ini kepada:

Dede Heri Yuli Yanto

facsimile  : 021-87914510

E-mail     :  dhyy@biomaterial-lipi.org

 

Name                     :………………………….

Affiliation                :…………………………..

Address                 :…………………………..

Phone                    :…………………………..

Fax                        :………………………….

Email                     :………………………….

 

Contact Address:

Dede Heri Yuli Yanto

Research and Development Unit for Biomaterials-LIPI

Jl. Raya Bogor Km.46, Cibinong, Bogor 16911

Phone : 021-87914511

Fax     : 021-87914510

Email  : dhyy@biomaterial-lipi.org