celoteh · Tips

Pengalaman Perpanjang SIM

Jum’at (16-07-2010) kemarin aku sengaja ambil cuti dari kantor untuk memperpanjang SIM motorku yang sudah habis masa berlakunya sejak bulan lalu. Bersama Iqbal dan juga diantar oleh teman ayahku, kami pergi ke Polres Jakarta Selatan di Jl. Wijaya. Jam 10.30 kami sudah tiba di sana, padahal kami berangkat dari jam 9 pagi. Macet di Jakarta terlebih jam-jam segitu memang tidak bisa dihindarkan, apalagi didukung oleh hujan yang turun semenjak dari pagi sehingga menambah macet jalan.

Sesampainya di Polres kami disambut dengan pemandangan para polisi yang sedang apel pagi. Kami langsung menuju tempat perpanjangan SIM. Syukurnya, tidak terlalu banyak orang yang mau memperpanjang SIM hari ini. Jadi kami tidak perlu lama mengantri. Berhubung aku tidak menyiapkan fotokopi KTP dan SIM makan aku harus fotokopi terlebih dahulu. Alhamdulillah, di sana tersedia tempat fotokopi sehingga aku tidak perlu bingung-bingung cari tempat fotokopian.

Hal pertama yang harus aku lakukan adalah periksa mata untuk mendapatkan surat keterangan sehat penglihatan. Untuk itu aku di arahkan untuk masuk ke sebuah ruangan yang bertuliskan praktek dokter pada pintunya. Di dalam ruang tersebut aku ditanya apakah menggunakan kacamata, Yang Alhamdulillah jawabannya masih “tidak”. Setelah itu aku disuruh membaca beberapa baris huruf dengan berbagai macam ukuran dari jarak tertentu seperti ketika kita mau melakukan pemeriksaan untuk kaca mata di optik. Proses ini berlangsung tidak sampai 10 menit dan untuk pemeriksaan mata tersebut aku dikenakan biaya Rp. 20.000,- .

Dari ruangan dokter itu kemudian aku diarahkan oleh seorang petugas polisi berseragam batik untuk membayar administrasi perpanjangan SIM di loket BRI yang terletak di belakang ruangan praktek dokter tadi. Ruangannya cukup kecil dan hanya tersedia satu teller meyebabkan aku harus mengantri sebentar. Biaya perpanjangan SIM C adalah sebesar Rp. 75.000,- sedangkan jika ingin memperpanjang SIM A maka biayanya menjadi Rp. 80.000,-.

Aku kira setelah membayar administrasi di Bank BRI tersebut aku sudah bisa langsung menuju loket perpanjangan SIM. Ternyata aku masih harus membayar asuransi kecelakaan diri pengemudi sebesar Rp. 30.000,- di loket lain. fiuh…. kenapa harus pindah-pindah sih. Ternyata ribet juga ya… Apa gak bisa ya dijadikan satu loket dan proses pembayarannya dikumpulkan jadi satu semuanya. Hmm…. just curious. Jika dilihat dari nilai asuransinya  mungkin tidak seberapa tapi cukup bagus laaah untuk menunjukkan peningkatan pelayanan dari pihak kepolisian. Hehehe mudah-mudahan bukan cuma bagian dari proyek aja ya ;).

Kartu Asuransi

Setelah semua persyaratan untuk memperpanjang SIM lengkap aku baru bisa menuju loket perpanjang SIM. Petugas di loket tersebut meminta semua kelengkapan berupa SK dokter, kuitansi dari BRI, bukti pembayaran asuransi, fotokopi KTP, dan SIM lamaku. Ternyataa di loket ini aku masih harus membayar biaya administrasi sebesar Rp. 50.000,-. Lho ternyata yang 7 ribu itu belum mencakup semua ya ?!!! Dan untuk pembayaran administrasi ini aku tidak mendapat bukti pembayaran atau kuitansi seperti yang di BRI tadi lho !!! Cuma karena aku paling malas cari ribut makanya aku diam dan bayarkan saja (hehehe yang ini jangan ditiru ya). Bersamaan dengan selesainya proses di loket perpanjangan SIM ternyata kartu asuransinya pun sudah jadi. Begini nih tampak muka dari kartu asuransinya.

Proses masih belum selesai, berikutnya aku harus masuk ke ruangan foto untuk diambil foto, cap jempol tangan kanan dan kiri, serta tanda tangan. Selesai di foto maka aku masih harus menunggu sampai SIM-nya jadi. Alhamdulillah tidak sampai 5 menit namaku sudah dipanggil dari loket pengambilan SIM. Total waktu yang dibutuhkan dari awal proses sampai akhirnya SIM baru sampai di tanganku tidak sampai setengah jam lho.  Entahlah jika orang yang mau memperpanjang SIM cukup banyak apakah semua proses ini akan selancar tadi atau bisa lebih lama. Yang pasti karena ini pengalaman pertamaku maka aku cukup puas dengan pelayanan pihak Polres tersebut.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan perhatian sebelum teman-teman mau perpangjang SIM.

  • Jangan sampai telat untuk melakukan perpanjangan SIM, karena jika telat sampai setahun kita harus membuat SIM baru lho…
  • Siapkan fotokopi KTP & SIM sebelum berangkat ke Polres, biar lebih cepat aja prosesnya.
  • Pada waktu membuat tanda tangan sebaiknya besar-besar karena nanti setelah dicetak jadinya kecil bgt.
  • Ada baiknya kita meminta kuitansi atau bukti pembayaran bahwa kita sudah memberikan sejumlah uang untuk biaya administrasi. (Klo yang ini sarannya my hubby lho !!! Karena dia tipe orang yang sangat-sangat kritis sama masalah duit hehehe. )
  • Jangan lupa senyum pas di foto, biar hasil foto di SIM-nya bagus 🙂
my new SIM, tuuh kan jadinya tanda-tangannya kecil banget !

OK deh sekian dulu deh catatan perjalanan kali ini.

Advertisements
celoteh

Si Oranye Imut

Bukan….bukan karena sedang gandrung oleh salah satu permain dari tim Belanda yang sayangnya kalah oleh tim Spanyol di final piala dunia kemarin. Bukan juga melambangkan si metro mini yang berwarna oranye jurusan blok M – pondok Labu (yang sayangnya tidak imut). Tapi judul di atas itu adalah panggilanku untuk sebuah buku tulis dengan sampul berwarna oranye yang baru kuterima tadi pagi.

Si Oranye Imut - Special Present from my hubby

Warna yang cukup gonjreng dari semua koleksi buku harianku. Although it has unusual color (for me), this is very special book. Since it is a present from my hubby. Jarang-jarang loh suamiku itu kasih hadiah. Hehehe, since he is not kind of romantic man, as long as I know.  Jadi begitu dikasih kado ini langsung terbersit pertanyaan, is there any special meaning from this present ???. Hehehe, agak gak percaya gitu sama ketulusan hatinya (Maaf ya sayangkyu).  Waktu kutanya maksud pemberiannya dia cuma menjawab dengan tersenyum kecil dan mengatakan bahwa buku ini bisa lebih bermanfaat jika diberikan kepadaku. Atau jangan-jangan karena waktu itu si mas ngelihat aku lagi asik corat-coret rencana penelitian di sebuah mini note milikku dan sedikit kesusahan menggambar bagan karena ukuran note yg kecil itu. Aaah, apa pun alasan di balik pemberian suamiku itu, aku senaaaaang :).

Alhamdulillah, jazakallahu khairan katsir cintaku. Mudah-mudahan buku ini benar-benar bisa bermanfaat baik untuk menuangkan segala cerita ataupun ide-ide yang berkaitan dengan pekerjaan yang saat ini menumpuk di kepalaku tapi suka malas dituliskan di laptop. Apalagi semenjak di rumah gak ada internet, dengan adanya buku ini jadi gak ada alasan lagi untuk tidak menulis dengan alasan gimana mau nulis di blog, lha wong internetnya gak ada. Walaupun kesannya jadi gak hitech karena hariii gini gitu looh, di saat netbook, BB, ipad, ataupun i-phone mulai menjamur- kok masiiih ada aja yang nulis pakai buku :P. Teteeeup….this book means a lot to me.

Iqbal · Parenting

Pilih Play Group Untuk Iqbal

Kenapa tiba-tiba jadi ingin menulis lagi ? Ternyata terinspirasi oleh statusnya mba Asma Nadia di facebooknya. Begini bunyinya :

“Cobalah menulis. Cukup satu hari satu halaman. Satu tahun sudah punya buku setebal lebih dari 300 halaman. Anggap week end tidak perlu, Anda tetap bisa punya buku setebal 200 halaman. Kenapa tidak?”

Sebetulnya dari kemarin-kemarin itu juga banyak banget yang mau dituangkan dalam tulisan. Cerita di kepala rasanya sudah mau dimuntahkan ke blog ini. Tapi kok ya rasa malas itu gak kira-kira mendekamnya dalam diri, sehingga semua niat untuk rutin menulis setiap hari menjadi hanya tinggal niat saja. Sampai akhirnya tertohok oleh statusnya mba asma di atas.

Don’t think ….. just write !!! (by : Asma Nadia)

Makanya sekarang marii kita menulis lagi !!!! 🙂

And for today…. the story is about …. Iqbal !!!

Akhirnya kami, orang tuanya, memutuskan untuk mewjudkan permintaannya Iqbal (tentunya dengan pertolongan Allah), untuk memasukkan anak pertamaku itu ke Play Group. Awalnya aku dan suami masih enggan untuk memasukkannya ke kelompok bermain, karena menurut kami masih terlalu dini, lagian di rumah Iqbal juga memiliki banyak teman sebaya. Kami khawatir jika ia akan lebih cepat merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan sekolah. Usianya memang baru 3 tahun 3 bulan, tapi semangat sekolahnya “lagi” tinggi-tingginya. Hehehe kenapa aku bilang “lagi” karena belum tentu nanti-nanti dia masih akan sesemangat sekarang. Mungkin ia termotivasi oleh teman-teman mainnya di rumah yang sudah mulai sekolah, sehingga ia kerap merengek untuk meminta sekolah.

Tentunya putusan untuk menyekolahkan Iqbal ini akan diikuti oleh kewajiban-kewajiban kami berikutnya, yaitu memilihkan play group yang cocok bagi kami dan tentunya Iqbal. Pertimbangan awal kami ingin memasukkan Iqbal ke salah satu PG dan TK Islam yang berlokasi di dekat Pasar Cibinong. Kami sudah cocok sekali dengan metode pembelajaran dan guru-gurunya. Akan tetapi karena lokasinya yang cukup jauh dari rumah dan tidak tersedianya jemputan maka akhirnya kami tidak jadi memilih PG tersebut.

Dan pilihan pun jatuh ke PG yang letaknya dekat dengan rumah kami (lebih tepatnya berada di dalam perumahan tempat kami tinggal). Pertimbangannya cuma karena dekat saja. Sehingga lebih mudah untuk aku atau mbaknya untuk mengantar dan menjemputnya. Sejujurnya memang hatiku tidak sreg dengan tempatnya. Selain karena tempatnya yg sempit sehingga area bermainnya kecil, juga karena metode pembelajarannya yang tidak berbasis Islami. Klise memang…. tapi tak apalah. Toh pendidikan dasar yang paling baik itu di rumah. Jadi, tetap tugasku dan suami juga untuk mendidik Iqbal dan Alya dengan ajaran-ajaran Islam. Mudah-mudahan bisa sejalan dan saling melengkapi dengan pendidikan di Play Group. Amiiiin 🙂

1st day at school
celoteh

Sudah kusampaikan…

Alhamdulillah terucap juga kata-kata itu dari mulutku.
Bahwa sebenarnya ku menolak pekerjaan itu.
Tapi apa daya ternyata penolakan itu tak berhasil.
Pekerjaan harus tetap dilakukan. Walaupun hati kecil tak bersedia, tapi tetap saja HARUS….
Kenapa harus, aku juga tak tahu.
Dan kenapa harus di tempat ini, aku juga tak tahu.
Karena pasti alasannya terlalu tinggi untuk dipahami.
Akan penuh dengan bahasa politik, yang bikin malas untuk dibahas.
Mungkin ada maksud di belakang ini, entahlah….
Aku cuma berdoa semoga Allah tetap melindungiku kali ini dari maksud-maksud tersembunyi yang tidak baik.
Karena Allah Maha Tahu hal-hal yang tersembunyi.

celoteh · Renungan

Severn Suzuki – Girl Who Silenced the UN For 5 Minutes

Terpesona…. satu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya ketika membaca artikel ini di notes salah satu temanku di facebook. Apalagi setelah nonton videonya…. subhanallah. Jadi terpacu untuk lebih memperhatikan lingkungan, bukan untuk siapa-siapa tapi lebih untuk diri sendiri dan juga anak-anak saya kelak. Berikut ini saya tampilkan video dan juga terjemahan dari pidato Severn Suzuki – seorang gadis berumur 12 tahun dari Kanada – yang berhasil membungkam para pemimpin dunia di Konfrensi Lingkungan hidup PBB pada tahun 1992.

PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak dari Kanada bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato
kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin
dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun hingga bisa
membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang
sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk
tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa
datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian
orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga.
Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan
bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya
tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda
sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu
bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah
dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan
anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari
5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air
dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan
mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua
menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk
tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli
sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun
begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan
mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer
dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya,
dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan,
pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang
yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan
dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya
dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita
timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan
tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan
pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada
kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu,
bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang
A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB,
membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan
pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir
diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah
kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena
saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya
disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri
di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya
maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya
kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12
tahun ”

——— ——
*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk
mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari
kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang
sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti
ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.
*(Copyright from: Moe Joe Free)*

Iqbal · Kesehatan

HFMD (Hand-foot-and-mouth disease)

Berkaca dari pengalaman Iqbal yang sampai terkena dua kali (usia 18 bulan dan 2 tahun 7 bulan) oleh penyakit HFMD ini, saya jadi mencari informasi dan ingin berbagi informasi tersebut melalui blog ini.

Apa sih HFMD itu dan apa penyebabnya?

HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan biasa terjadi pada bayi dan anak-anak (di bawah 10 tahun). Karena umumnya bayi dan anak-anak masih memiliki antibodi yang rendah jika dibandingkan dengan orang dewasa. Akan tetapi HFMD yang terjadi pada manusia ini jangan disamakan dengan yang terjadi pada hewan ternak seperti sapi ya. Hehehe soalnya waktu pertama kali dengar dari dokternya Iqbal saya langsung kepikiran kesitu. Sedangkan perasaan saya Iqbal gak pernah main atau bersentuhan langsung dengan sapi atau binatang ternak yang lain :P.

Jadi ternyata virus yang menyerang manusia berbeda dengan yang menyerang hewan. Pada manusia penyakit HFMD  ini disebabkan oleh virus dari golongan enterovirus (polioviruses, coxsackieviruses, echoviruses, and enteroviruses) umumnya sih disebabkan oleh coxsackievirus A16.

Bagaimana gejala-gejalanya ?

Berdasarkan pengalaman waktu Iqbal sakit dan juga artikel dari CDC ternyata gejala- gejalanya :

  • Diawali dengan demam, sakit tenggorokan, terkadang nafsu makan menurun, dan badan lemas. (Sebelum demam, Iqbal sempat batuk pilek. Pas demam, suhu tubuhnya bisa mencapai 39, 3 derajat dan susah makan. Bahkan waktu terkena pertama kali Iqbal sama sekali gak mau makan selama 3 hari, cuma mau nyusu sama aku aja. BB-nya turun drastis banget. Kalau pas yang kedua mungkin karena antibodinya sudah lebih baik, masih bisa masuk makanan walaupun harus ekstra “maksanya”).
  • Satu atau dua hari setelah demam akan muncul luka di rongga mulut. Mulanya hanya seperti titik merah, lalu kelamaan akan melepuh dan akhirnya jadi sariawan. Jadi bentuknya kecil-kecil tapi banyak dan menyebar di mulut, lidah, gusi, bahkan sampai pada dinding rahang atas. (ini yang membuat anak jd susyaaah makan)
  • Setelah 1 – 2 hari juga akan keluar ruam kulit yang tidak gatal. Ruamnya berwarna merah bisa datar atau menggelembung, terkadang sampai melepuh. Biasanya timbul di daerah telapak tangan, kaki, bahkan terkadang juga keluar di daerah pantat dan atau alat kelamin. (Kalau Iqbal, waktu pertama kali terkena HFMD, bercak merah pada telapak tangan dan kaki tidak keluar, hanya ada sariawan saja. Sedangkan yang kedua kalinya bercak ini banyak muncul di kaki. Sedangkan di telapak tangan dan bagian pantat hanya sedikit. Cuma ruamnya itu tidak sampai melepuh, dan tidak terlihat secara kasat mata. Tetapi jika telapak kakinya diraba maka akan terasa ada yg menjendol. Iqbal juga mengeluh kakinya sakit. Baru setelah demamnya reda terlihat bahwa di telapak kaki dan tangannya ada bercak-bercak merah).

Jadi, pada penderita mungkin muncul hanya ruam saja atau sariawan saja atau kedua-duanya.

Beberapa gambar mengenai ruam yang timbul.

"Ruam di tangan"
http://allaboutyourchild.com/wp-content/uploads/2008/04/hand_foot_mouth.jpg
"Sariawan di mulut"
http://www.hpb.gov.sg/health_articles/hfmd/images/mouth_thumb.jpg
http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM01479

Bagaimana cara penyebarannya ?

Penularannya umunya melalui kontak langsung dengan penderita. Virus ditemukan pada sekresi dari hidung dan tenggorokan (ingus dan riak), air liur, cairan yang keluar dari ruam dari orang yang terinfeksi. Umumnya dapat menyebar dari tangan penderita yang tidak sering dicuci atau permukaan yang terkontaminasi oleh virus.

Penderita sangat besar kemungkinan menularkan infeksi virus ini pada minggu pertama ia sakit. Akan tetapi, virus penyebab HFMD ini dapat tinggal di tubuh penderita lebih dari seminggu, bakan ketika gejala-gejalanya telah hilang. Artinya walaupun sudah sembuh si penderita masih dapat menularkan virus tersebut kepada anak-anak lain.

Pada beberapa penderita – umumnya orang dewasa -, gejala seperti yang di atas mungkin tidak keluar, tapi bagi yang terinfeksi virus tetap bisa menularkan kepada orang lain. Virus HFMD pada manusia tidak berpindah dari atau ke hewan peliharaan atau hewan lainnya. Jangka waktu dari infeksi awal ke keluarnya tanda-tanda dan gejala (masa inkubasi) adalah selama tiga sampai tujuh hari.

Contohnya pada kasus Iqbal, ia mungkin tertular oleh Tantenya atau ayahnya yang sebelumnya juga terkena flu. Saya pikir hanya flu biasa tapi ternyata gejalanya menunjukkan gejala  HFMD. Mungkin saja ayah atau tantenya sebenarnya terkena virus penyebab HFMD tapi gejalanya tidak keluar. Iqbal mengalami demam mulai hari Kamis siang – Jum’at malam, untuk mencegah penularan kepada teman-temannya, maka Iqbal saya larang untuk main sampai 5 hari setelah demamnya reda (baru boleh main hari Kamis minggu depannya). Naah yang susah itu menjauhkan dia dari adiknya yang masih bayi. Tapi mudah-mudahan adiknya yang masih 4 bulan gak kena juga ya :(. Sampai saat tulisan ini dibuat sih Alhamdulillah tidak menunjukkan gejala-gejala seperti di atas. Kalau kata dokternya Iqbal sih, selama ini pada pasien-pasiennya, HFMD ini jarang menyerang bayi. Jika ada kasus pun hanya satu atau dua saja.

Orang-orang yang belum pernah terinfeksi enterovirus yang menyebabkan HFMD beresiko untuk terinfeksi. Akan tetapi, tidak semua orang yang terinfeksi akan menjadi sakit HFMD. Seperti disebutkan di atas, bahwa umumnya terjadi pada anak di bawah 10 tahun tapi dapat juga terjadi pada orang dewasa. Pada anak-anak kemungkinan terinfeksi virus dan sakit HFMD  lebih besar karena mungkin anak-anak masih memiliki sedikit antibodi yang dapat melindungi mereka dari virus penyebab HFMD. Antibodi akan terbentuk di dalam tubuh sejak kita terpapar oleh enterovirus penyebab HFMD. Infeksi akan menghasilkan kekebalan untuk melindungi dari virus penyebab HFMD dari jenis yang sama. Jika seseorang sakit HFMD yang kedua kalinya maka infeksi yang terjadi disebabkan oleh jenis virus yang lain dari golongan enterovirus.

Seperti pada Iqbal, virus yang menginfeksi pada kali pertama ia terkena HFMD mungkin berbeda dengan virus yang menginfeksi pada kali kedua. Akan tetapi karena ia pernah terkena HFMD sebelumnya maka ketika ia terinfeksi pada yang kedua kalinya, sakit yang dideritanya tidak terlalu parah. (Thanx to Iqbal’s doctor for the explanation).

Lalu jika sudah sakit, bagaimana cara pengobatannya ?

Karena sejak awal sudah disebutkan bahwa HFMD itu disebabkan oleh virus maka tidak ada treatment atau pengobatan khusus untuk penyakit HFMD ini. Tanda-tanda atau gejalanya akan hilang dengan sendiri dalam 7 sampai 10 hari.

Untuk demamnya dapat dilakukan “home treatment” seperti perbanyak asupan cairan, kompres dengan air hangat, makan buah, serta pemberian parasetamol jika suhu tubuh sudah di atas 38,5 atau 40 derajat atau jika anak tidak merasa nyaman.

Nyeri akibat luka/sariawan di mulut biasanya menyebabkan anak-anak menjadi tidak mau makan. Hal ini dapat diobati dengan obat pereda rasa sakit  seperti acetaminophen (Tylenol, dll) atau ibuprofen (Advil, Motrin, dll) yang dapat menghilangkan ketidaknyamanan.

Kalau dokternya Iqbal sih menyarankan untuk memberikan makanan yang dingin-dingin, seperti agar-agar, es krim, dan jus buah. Bisa juga memberi makanan yang halus seperti bubur, puree kentang, atau memblender makanan sehingga menjadi lebih halus lalu menyuapinya dengan menggunakan pipet. Jika anak benar-benar tidak mau makan bisa juga diberi obat pereda rasa sakit sebelum makan. Emang sih butuh kesabaran ekstra dalam hal membujuk dan memberi makan pada anak ketika sakit HFMD ini. Alhamdulillah waktu kemarin sakit Iqbal masih mau minum air putih, susu, dan minum jus buah serta makan nasi dan bakpau walaupun dengan sedikit dipaksa. Yang penting ada yang masuk, jadi badannya gak lemas. Kalau anaknya sudah bisa berkumur, mungkin bisa dicoba berkumur dengan air hangat yang diberi garam setelah makan yang dapat berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Jadi, tidak perlu antibiotik ya !!! 😉

Adakah cara untuk pencegahannya?

Semenjak tidak ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terpapar virus penyebab HFMD, maka cara pencegahan yang paling baik adalah dengan

  • Sering-sering mencuci tangan terutama setelah buang air dan mengganti popok, juga sebelum menyiapkan makanan dan makan. Jika tidak ada air bisa menggunakan tisu basah atau hand sanitizer yang mengandung alkohol pembunuh kuman.
  • Rajin-rajin membersihkan permukaan yang kotor juga mainan anak dengan sabun dan air serta larutan desinfektan.
  • Ajarkan anak untuk tidak meletakkan jari, tangan, atau benda-benda lain ke mulut (menjaga kehigienisan).
  • Hindari bersentuhan langsung dengan penderita HFMD (mencium, memeluk, sharing peralatan makan atau gelas dengan penderita, dll).
  • Usaakan untuk mengisolasi penderita HFMD supaya tidak menularkan kepada orang lain. Jadi kalau anak Anda terkena HFMD ada baiknya libur sekolah atau ke day care dulu sampai lewat masa penularannya. 🙂

Demikian sekilas tentang HFMD… mudah-mudahan bisa menambah informasi untuk Anda dan bisa bermanfaat. Untuk artikel lengkapnya bisa langsung mengunjungi alamat web di bawah ini. Dengan mengetahui gejala dan cara pengobatannya mudah-mudahan tidak panik ketika anak Anda terinfeksi virus penyebab HFMD ini. Tetap observasi dan jika ingin berkonsultasi lebih lanjut silahkan kunjungi dokter anak Anda :).


Sumber

celoteh · Parenting

Belajar Membagi Waktu

Akhir-akhir ini aku sedang kelimpungan dalam membagi waktu antara melakukan kegiatan rumah tangga, mengurus dua anak, dan menyusui. Karena selama ini benar-benar tergantung sama asisten rumah tangga terutama dalam hal masak-memasak. Belum lagi jika harus ditambah jika nanti masa cutiku habis dan harus masuk kantor lagi. Selama satu minggu terakhir ini aku mencoba beradaptasi dengan keadaan ini dan hasilnya masih kelimpungan juga. Alhamdulillah, akhirnya aku mendapatkan artikel bagus dari blognya mba maya mengenai cara membagi waktu bagi ibu-ibu yang sudah punya anak. Berikut ini aku lampirkan artikelnya. Semoga bermanfaat juga untuk yg lain :).

Membagi Diri Membagi Waktu

Banyak temen2 di milis yg tanya bagaimana caraku mengatur sehingga sepertinya semuanya beres…rumah beres, anak terurus, tapi tetep bisa ngenet…

Well…memang gak mudah…karena aku ini walaupun FTM aka Full Time Mom..aka IRT…aka Ibu Rumah Tangga…tapi aku ya sama aja sibuknya dg ibu bekerja aka working mom..

Mungkin yg gak tahu latar belakangnya menganggap…ah itu sih biasa…gak hebat.. tapi banyak juga yg terheran2..terutama ibu2 baru…bagaimana caranya?

Aku ini memang cuma FTM / IRT…tapi punya anak 3, yg dua terhitung masih balita 5,5 th & 4 th, dan yg satu lagi terhitung masih bayi 11 bln…trus? Dimana letak anehnya? Aku ini gak punya asisten rumah tangga (ART) sama sekali apalagi babysitter (BS).

Kalau buat yg tinggal di luar negeri.. mereka mungkin sudah biasa menghadapi masalah beginian…karena bayar ART & BS di luar negri sana kan mahalnya minta ampun. Tapi mungkin buat yg tinggal di Indonesia, mungkin aneh…secara bisa bayar org kog buat jd ART, jd pasti gak kebayang kalo sampe harus gak punya ART & BS…dg anak 3 yg masih kecil2.

Nah…mulai kebayang kan…bagaimana “repotnya”? Punya anak satu aja repot kalo gak punya asisten or babysitter..apalagi punya anak 3?

Yah..memang repot …namanya cuma punya tangan cuma dua..tapi harus mampu “membagi diri & membagi waktu” sehingga seolah2 aku ini harus punya tangan delapan! Lho kog?

Lah iya toh…bapaknya anak2 kan harus masuk hitungan anak2 juga ..karena dlm bbp hal kadang2 bapaknya anak2 ini juga manjanya bisa melebihi anaknya…hahaha

Trus gimana caranya donk??? Gampang….belah aja dirimu menjadi bbp bagian..dan lakukan pekerjaan itu dlm sekali waktu…hahahaha

Selama ini sih jurus jitu yg aku pake sih masih sama lah..doing multiple job in one time…. Dg begitu aku bisa sedikit menghemat waktu & punya sedikit waktu santai2 di waktu lain.

Contoh mudah spt yg bbp hari lalu aku lakukan.

Kebayang nggak bisa nyuci baju, bikin kue, cuci piring, & masak dlm satu waktu?

Jaman sekarang semua bisa diatur…berkat kecanggihan teknologi…jd pekerjaan pun jd sedikit lebih mudah.

Oke…begini caranya….

pertama isi bak cucian dulu (mesin cucinya masih manual) pake selang…….              sembari menunggu aku siapkan bahan2 kue & mulai mengocok telur dg standing mixer, sembari menunggu aku mulai merebus ayam utk sop & menghaluskan bumbu dg blender, membersihkan beras & memasak nasi di magic com.                                          Jadi….sambil menunggu cucian di mesin cuci, kocokan telur di mixer, rebusan ayam & blenderan bumbu, aku sambi dg mencuci piring sedikit2 (manual) & menggoreng tempe/tahu/ikan..fiuhhhh

Sudah selesai? Belum donk…cucian masih digiling lagi bbp kali..diisi baknya lagi bbp kali.. jd ya musti mondar mandir liatin cucian…masukin bahan2 kue ke cetakan utk dipanggang… nguleg sambel utk pelengkap makan, memotong2 sayur utk sop, sambil mencuci piring sedikit2….

Di lain waktu….

Sambil nyusuin Falda…nemenin kakak2nya main…menunggu goreng ikan/ayam/tempe di dapur…ngisi bak mandi…yippppiiiii dua tiga pulau terlampauiiiii

Jadi tempe yg lagi digoreng..kan gak harus ditungguin..
trus keran dibuka buat isi bak mandi
tinggal dulu trus nyusuin Falda sambil duduk..
sementara kakak2nya main di dekatku…
tangan kiri megang Falda..tangan kanan yg bebas bantuin kakaknya dg mainannya
berhubung Falda nyusunya cuma bentar2 jadi begitu selesai nyusu..
aku ke dapur ngecek gorengan…trus ke kamar mandi ngecek bak mandi dah penuh ato belum….fiuuuuuhhhhh

Di suatu pagi…

Pagi2 bikin kopi ayah…sambil nyiapin sarapan…disambi nyiapin perangkat sekolah Faldi…nyetrika baju Faldi…mandiin Falda…Faldi-Ferdi mandi sendiri…

Another time….

Saat aku nyapu…air lagi direbus dikompor..nasi lagi dimasak di magic com bersama telor…cucian lagi direndam di tpt cucian..horeeee…

Trus istirahatnya kapan?

Saat sedang menyusui Falda…aku susui Falda sambil tiduran…lumayan…bisa meluruskan kaki & mengendurkan sedikit otot2 yg pegel….atau saat menemani anak2 bermain.

Trus internetannya kapan?

Ya sambil menyusui bisa..sambil nemenin anak2 main bisa….sambil nunggu kue selesai dipanggang…ato sambil nunggu gorengan/kukusan/rebusan matang…sambil menunggu cucian kelar….

Smoga bisa jd inspirasi

Sumber : Maya Siswadi (http://bunda2f.multiply.com/journal/item/82)