Alya 5 Tahun 11 Bulan – Sangat suka bercerita

Tidak terasa bayi perempuan kecilku tahun ini akan menginjak usia 6 tahun. Alhamdulillah, syukur tidak terkira banyaak sekali perkembangan positif dari dirinya.  Kemampuannya yang sangat berkembang pesat adalah bahasa. Untuk ukuran anak 6 tahun kosa kata yang dia miliki sangat banyak, Alhamdulillah. Alya juga sangat suka menceritakan kembali segala sesuatu hahaha, entah itu cerita yang dia baca atau dengar dan juga kejadian yang dia lihat. Abis blogwalking ke blog favoritku (Cizkah dan Ummu Ahmad), jadi kepengen nyatet perkembangan anak-anak juga. Sebagai awal kupilih mencatat perkembangan Alya. Kenapa ? Karena setelah berhenti dari kerja sejak November tahun lalu aku lebih sering dan banyak berinteraksi dengannya jika dibandingkan dengan kakaknya Iqbal. Hal ini disebabkan waktu Alya di rumah lebih banyak jika dibandingkan dengan mas-nya yang sekolah full-day. In syaa Allah perkembangan Mas Iqbal juga akan dicatat.

Aqidah/Tauhid

Alhamdulillah sudah paham keberadaan Allah ada di atas Arsy dan mengetahui serta memahami bahwa Allah adalah pencipta alam semesta.

Sudah mengenal rukun iman dan Islam walaupun belum detil.

Sudah mampu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Belum dikenalkan tentang iman, tauhid rubbubiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat.

Adab & Akhlak

Sudah mulai mau mengucapkan salam ketika bertemu dan berpisah, tapi masih harus sering diingatkan

Memahami adab-adab ketika makan, tapi masih sering lupa membaca doa.

Memahami adab-adab di kamar mandi, masih harus diingatkan untuk mengamalkan.

Memahami adab-adab keluar rumah, masih harus diingatkan untuk mengamalkan.

Memahami adab-adab sebelum dan sesudah bangun tidur, masih harus diingatkan untuk mengamalkan.

Akhlaq terhadap orang yang lebih tua masih perlu pengarahan, kadang masih suka tidak patuh dan meledak-ledak. Jika salah masih gengsi untuk meminta maaf. Anaknya sopan dan ramah.

Fiqih & Ibadah

Alhamdulillah sudah memahami arti,tata cara, dan doa yang berkaitan dengan wudhu, walaupun masih belum sesuai tuntunan sunnah Rasulullah. Dan pada prateknya masih suka asal-asalan.

Sudah mengenak shalat yang lima waktu walaupun belum paham benar mengenai hikmah shalat dan mengapa kita harus shalat. sudah mulai latihan untuk melaksanakannya sesuai kemampuannya walaupun baru gerakan belum bacaannya.

Sudah 2 kali ikutan puasa Ramadhan yang pertama sampai jam 8 dan yang kedua sampai jam 10. Alhamdulillah hanya bolong sedikit.

Perlu pendalaman lagi tentang rukun Islam.

Hapalan Qur’an

Dengan tipe anak yang perfeksionis dan moody, Alhamdulillah hapalannya sudah sampai Al-A’la, walaupun masih harus sering di muraja’ah karena surat-surat sebelumnya banyak yang lupa lagi. Kalau sedang menghapal, jika ada ayat yang lupa maka dia akan mulai lagi dari awal dan akhirnya jadi malas-malasan. Mudah-mudahan pada usia 7 tahun sudah bisa mutqin juz 30-nya. Alhamdulillah makhrajul hurufnya juga sudah baik tinggal di fasihkan lagi saja. Untuk iqranya sudah mulai masuk surat-surat pendek.

Hapalan Hadits

Maa syaa Allah, Alhamdulillah untuk hapalan haditsnya sudah banyak sekali. Karena di PAUDnya juga ada pelajaran menghapal hadits. Akan tetapi masih harus sering di muraja’ah supaya tidak lupa.

Hadits yang sudah pernah dihapal : hadits menuntut ilmu, keutamaan mempelajari Al-Qur’an, tentang niat, tentang malu, tidah boleh saling membahayakan, senyum, memberi salam kepada orang yang lebih tua, berbakti kepada orang tua, larangan marah, larangan berkata tidak baik, bersuci adalah sebagian dari iman, keutamaan sedekah, Allah penyuka keindahan, memberi itu lebih baik, akhlak yang mulia.

Bahasa Arab

Alhamdulillah mufrodatnya sudah cukup banyak dan harus sering-sering di muraja’ah dengan permainan a ba ta tsa. Bundanya jadi merasa tertantang untuk menghapalkan mufradat juga.

Doa

Alhamdulillah sudah mulai dikenalkan dan menghapal doa-doa yang nyunnah. Kir-kira sudah 23 doa yang dihafal, tinggal rajin-rajin diamalkan dalam setiap keadaan.

Membaca

Alhamdulillah, Alya membacanya sudah lancaar pakai banget. Dan sangaaat senang membaca buku cerita dari yang bukunya tipis sampai tebal. Membacanya masih suka bersuara kerasa dengan intonasi seperti bundanya kalau sedang membacakan dia cerita hehehe. Perasaan bundanya tidak pernah mengajarkan secara khusus dan gak ada niat buat ngajarin juga. Alhamdulillah

Shiroh

Alhamdulillah, Alya sudah lebih mengenal tentang sejarah Islam dan Rasulullah. Kadang bundanya malu karena waktu umur segitu belum kenal sama sekali dengan sejarah Islam. Suka sekali membaca cerita Muhammad Teladanku, Nabi dan Rasul, serta kisah-kisah para sahabat dan shohabiyah.

Menulis

Alhamdulillah untuk urusan tulis-menulis Alya sangat rajin. Apa mungkin karena anak perempuan ya? Dan tulisannya pun lebih jelas dan rapi jika dibandingkan dengan mas Iqbal kakaknya (hehehe hayoo bunda tidak boleh membandingkan). Sudah mengenal abjad A-Z dan sudah bisa membedakan huruf besar dan kecil, walaupun ketika menuliskannya kadang suka lupa antara huruf b dan d posisinya menghadap mana. Juga sudah mengenal  dan menulis angka 1-20. Untuk huruf hijaiyah sudah mengenal dengan baik akan tetapi masih belum lancar menulisnya, masih harus rajin-rajin latihan.

Berhitung

Untuk materi yang satu ini, Alhamdulillah juga berkembang baik sekali. Minatnya cukup besar pada pelajaran berhitung seperti halnya membaca. Dalam hal ini bundanya yang agak sedikit mengerem, takut nanti Alya overload. Tapi kayaknya anaknya sih having fun aja.

Komputer

Kayaknya karena keseringan lihat ayah dan bundanya ketik-ketik di laptop akhirnya Alya juga tertarik dengan benda yang satu ini. Sudah bisa menggerakkan kursor baik dengan mouse maupun tidak. Sudah mulai ngetik kalimat atau nama-nama orang yang dia di word.  Suka browsing hewan-hewan dan nonton video masak (kalau yang  ini sih masih harus sama bunda dan biasanya masih di handphone).

Sains

Untuk kategori ini walaupun bundanya mantan peneliti , kayaknya Alya tidak terlalu berminat dengan sains, atau karena ayah dan bundanya kurang memberikan perhatian disini. In syaa Allah mulai usia 6 tahun ini akan dikenalkan pada percobaan-percobaan sains yang mudah.

Kemandirian

Alhamdulillah untuk anak usia 6 tahun Alya sudah cukup mandiri, walaupun terkadang timbul juga manjanya. Waktu di sekolah sudah bisa lepas dari orang tua atau ditinggal. Untuk hal-hal standar seperti pipis dan cebok sendiri, mandi, gosok gigi, buka dan pakai baju, dan ambil minum sudah biasa dilakukan sendiri. Paling bundanya hanya menemani sesekali dan mengecek saja. Yang masih perlu dilatih adalah makan sendiri dan tidak jalan-jalan ketika sedang makan. Sepertinya bunda harus lebih banyak bersabar untuk hal dua ini. Sedangkan untuk tidur masih suka ditemenin sama bundanya. Untuk tugas rumah tangga baru kebagian membereskan mainan sendiri, bundanya masih belum tega dan lebih tepatnya takut malah ngeberantakin. Untuk ke depannya harus mulai diberikan tanggung jawab yang lebih besar seperti membereskan kasur dan kamar serta cuci piring bekan makannya sendiri. In syaa Allah

Sosial emosional

Kalau untuk urusan sosialisasi, jika Alya sudah merasa nyaman dan kenal dengan orang-orang disekitarnya maka ia akan ramah dan mudah bermain dan  bergaul dengan orang yang seusia dengannya dan yang lebih muda. Akan tetapi kalau datang ke lingkungan baru maka ia akan cenderung diam dan malu-malu. Kalau sudah akrab dengan teman maka kalau tidak main keluar sehari saja misal karena sakit maka dia akan uring-uringan. Alya itu tipe ngemong teman-temannya yang berusia lebih muda. Cuma jeleknya ia kadang suka tidak bisa menolak permintaan temannya karena takut dijauhi. Dalam hal urusan berbagi, terkadang masih suka pelit terutama untuk makanan atau benda kesukaannya.

Untuk kategori penguasaan emosi diri masih labil alias masih suka meledak-ledak. Jika keinginannya tidak dituruti masih suka tantrum dan suka berkonflik dengan bundanya. Masih perlu dilatih untuk belajar berkompromi.

Perkembangan fisik dan kognitif

Untuk kategori motorik dasar sudah oke akan tetapi yang masih harus diasah itu ya motorik halusnya. Terkadang Alya masih suka malas untuk mewarnai, melipat kertas, melakukan antivitas gunting-tempel, merangkai puzzle, atau meronce. Alasannya adaaaa aja dari mulai tidak bisa sampai malas. Intinya kalau sudah tidak mood yang jangan ngimpi mau dikerjakan. Tapi kalau sedang semangat bundanya yang kewalahan harus menyiapkan bahannya.

Di usianya yang mau menginjak 6 tahun ini Alya sudah mengenai warna, bentuk, dan ukuran benda. Sudah bisa mengelompokkan benda berdasarkan jenisnya. Sudah kenal dan bisa menyebutkan nama hari serta bulan dalam bahasa Indonesia dan Arab. Sudah tahu urutan surat dalam Al-Qur’an 1-10. Alhamdulillah.

 

————————————————-

Secara garis besar dalam hal akademis memang Alya sudah menunjukkan kematangan untuk sekolah tingkat SD, tapi kalau ditilik dari segi mental hehehe rasanya jauh dari siap. PR terbesar bagi aku dan ayahnya adalah melatih Alya untuk lebih mengendalikan emosinya supaya tidak meledak-ledak dan moody. Alhamdulillah di sekolah yang akan kami tuju baru mau menerima murid usia 7 tahun, jadi masih ada waktu satu tahun lagi untuk menyiapkan mentalnya untuk masuk SD.

Barakallahu fiik ya Alya, semoga Allah senantiasa melindungimu dan menjadikanmu anak yang shalihah. Aammiin.

Love Ayah dan Bunda.

Keep Calm and Write Something

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Setelah hampir 3 tahun blog ini vakum, akhirnya saya memberanikan diri untuk mulai menulis lagi. Sebetulnya banyak cerita yang ingin saya tuangkan dalam tulisan, akan tetapi bolak-balik rasa malas dan takut membuat “deadlock” alias kehabisan kata-kata alias mentok. Alhamdulillah, Allah kasih inspirasi lewat blognya Mba Trias yang punya program #seharimenulissatu. Saya jadi semangat lagi untuk menulis, walaupun kayaknya targetnya agak diturunin jadi #seminggumenulissatu. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

So, keep calm and write something.

 

mood-writing

(source : http://www.rebellesociety.com/2012/10/11/the-writers-way-week-two-facing-procrastination/)

 

 

Adaptasi

Setelah sekian lama gak nulis, akhirnya milih judul ini sebagai tulisan perdana.

Kenapa ya? Hehehe jawabannya yaaa pengen aja.

Adaptasi kalo menurut Kamus Bahasa Indonesia itu definisinya adalah penyesuaian thd lingkungan, pekerjaan, dan pelajaran. Pas banget sama kondisi saya sekarang yang Alhamdulillah kuliah dah kelar dan tentunya akan mulai adaptasi lagi sama dunia kantor yang notabene beda sama waktu pas kuliah. Yang pasti sekarang :

  • Mulai teratur lagi kerja dari 07.30 – 16.00, jadi bisa meminimalisasi pulang malam🙂.
  • Trus, di kantor juga pastinya sudah menunggu kerjaan yg harus diselesaikan. Hehehe waktu kuliah kebanyakan ngeles sih. Jadi alhasil numpuk dan sekarang dah gak bisa mengelak lagi😛.
  • Alhamdulillah jarak kantor dan rumah deket😀. Jadi cukup naik motor saja. So, gak perlu lagi desak-desakan di kereta. Bye…bye….commuter🙂. (cukuplah 2 tahun jadi “anker”).
  • Bisa mulai eksperimen masak n baking lagi. Yeaaaay ini yang penting, jadi bisa kasih camilan sehat buat my zaujiy n anak-anak tercinta.

Sebetulnya ada juga sih alasan lain kenapa saya ambil judul ini. Hmm, di kantor gak terasa akan ada pergantian pimpinan lagi nih. Gak terasa sudah 3 tahun berselang sedari waktu saya menulis tentang pimpinan yang sekarang ini (bisa dibaca disini). Selama tiga tahun lebih berjalan pasti ada kelebihan dan kekurangan. Tapi dari proses ini saya belajar banyaaaak. Bahwa seorang pemimpin itu tidak akan pernah bisa memuaskan seluruh bawahannya. Karena pasti ada yg pro dan kontra akan segala keputusan yg diambil. Jadiiii sebagai pegawai yang penting bekerja dengan profesional dan cukup mencari ridha Allah, biar gak pusing hehehe !

Peace…… terselip doa, semoga pimpinan yang baru bisa bikin Biomaters lebih kompak lagi😀 !!!

STATUS OWH STATUS

Hari ini aku mendapat pelajaran berharga sekali berkaitan dengan hal membuat status di jejaring sosial Facebook. Kenapa sih ? Hmm…. ada baiknya sih tidak usah membahas latar belakang masalahnya karena nanti bisa bikin masalah baru lagi. Pelajaran yang aku ambil adalah jangan nulis status sembarangan di FB, apalagi yang ada kaitannya dengan orang-orang di sekitar kita. Apalagi kalau nulisnya sambil kesel hehehe karena status yang keluar bisa bikin salah persepsi ke orang lain yang akhirnya bisa menimbulkan masalah🙂.
Bener kata pepatah : Diam adalah emas. Dan lebih baik diam daripada berkata yang tidak bermanfaat. Jadi kalau mau mengungkapkan segala kekesalan lebih baik nulis di buku aja deeeh. Kapok…kapok….. !!!!

Pengalaman Perpanjang SIM

Jum’at (16-07-2010) kemarin aku sengaja ambil cuti dari kantor untuk memperpanjang SIM motorku yang sudah habis masa berlakunya sejak bulan lalu. Bersama Iqbal dan juga diantar oleh teman ayahku, kami pergi ke Polres Jakarta Selatan di Jl. Wijaya. Jam 10.30 kami sudah tiba di sana, padahal kami berangkat dari jam 9 pagi. Macet di Jakarta terlebih jam-jam segitu memang tidak bisa dihindarkan, apalagi didukung oleh hujan yang turun semenjak dari pagi sehingga menambah macet jalan.

Sesampainya di Polres kami disambut dengan pemandangan para polisi yang sedang apel pagi. Kami langsung menuju tempat perpanjangan SIM. Syukurnya, tidak terlalu banyak orang yang mau memperpanjang SIM hari ini. Jadi kami tidak perlu lama mengantri. Berhubung aku tidak menyiapkan fotokopi KTP dan SIM makan aku harus fotokopi terlebih dahulu. Alhamdulillah, di sana tersedia tempat fotokopi sehingga aku tidak perlu bingung-bingung cari tempat fotokopian.

Hal pertama yang harus aku lakukan adalah periksa mata untuk mendapatkan surat keterangan sehat penglihatan. Untuk itu aku di arahkan untuk masuk ke sebuah ruangan yang bertuliskan praktek dokter pada pintunya. Di dalam ruang tersebut aku ditanya apakah menggunakan kacamata, Yang Alhamdulillah jawabannya masih “tidak”. Setelah itu aku disuruh membaca beberapa baris huruf dengan berbagai macam ukuran dari jarak tertentu seperti ketika kita mau melakukan pemeriksaan untuk kaca mata di optik. Proses ini berlangsung tidak sampai 10 menit dan untuk pemeriksaan mata tersebut aku dikenakan biaya Rp. 20.000,- .

Dari ruangan dokter itu kemudian aku diarahkan oleh seorang petugas polisi berseragam batik untuk membayar administrasi perpanjangan SIM di loket BRI yang terletak di belakang ruangan praktek dokter tadi. Ruangannya cukup kecil dan hanya tersedia satu teller meyebabkan aku harus mengantri sebentar. Biaya perpanjangan SIM C adalah sebesar Rp. 75.000,- sedangkan jika ingin memperpanjang SIM A maka biayanya menjadi Rp. 80.000,-.

Aku kira setelah membayar administrasi di Bank BRI tersebut aku sudah bisa langsung menuju loket perpanjangan SIM. Ternyata aku masih harus membayar asuransi kecelakaan diri pengemudi sebesar Rp. 30.000,- di loket lain. fiuh…. kenapa harus pindah-pindah sih. Ternyata ribet juga ya… Apa gak bisa ya dijadikan satu loket dan proses pembayarannya dikumpulkan jadi satu semuanya. Hmm…. just curious. Jika dilihat dari nilai asuransinya  mungkin tidak seberapa tapi cukup bagus laaah untuk menunjukkan peningkatan pelayanan dari pihak kepolisian. Hehehe mudah-mudahan bukan cuma bagian dari proyek aja ya😉.

Kartu Asuransi

Setelah semua persyaratan untuk memperpanjang SIM lengkap aku baru bisa menuju loket perpanjang SIM. Petugas di loket tersebut meminta semua kelengkapan berupa SK dokter, kuitansi dari BRI, bukti pembayaran asuransi, fotokopi KTP, dan SIM lamaku. Ternyataa di loket ini aku masih harus membayar biaya administrasi sebesar Rp. 50.000,-. Lho ternyata yang 7 ribu itu belum mencakup semua ya ?!!! Dan untuk pembayaran administrasi ini aku tidak mendapat bukti pembayaran atau kuitansi seperti yang di BRI tadi lho !!! Cuma karena aku paling malas cari ribut makanya aku diam dan bayarkan saja (hehehe yang ini jangan ditiru ya). Bersamaan dengan selesainya proses di loket perpanjangan SIM ternyata kartu asuransinya pun sudah jadi. Begini nih tampak muka dari kartu asuransinya.

Proses masih belum selesai, berikutnya aku harus masuk ke ruangan foto untuk diambil foto, cap jempol tangan kanan dan kiri, serta tanda tangan. Selesai di foto maka aku masih harus menunggu sampai SIM-nya jadi. Alhamdulillah tidak sampai 5 menit namaku sudah dipanggil dari loket pengambilan SIM. Total waktu yang dibutuhkan dari awal proses sampai akhirnya SIM baru sampai di tanganku tidak sampai setengah jam lho.  Entahlah jika orang yang mau memperpanjang SIM cukup banyak apakah semua proses ini akan selancar tadi atau bisa lebih lama. Yang pasti karena ini pengalaman pertamaku maka aku cukup puas dengan pelayanan pihak Polres tersebut.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan perhatian sebelum teman-teman mau perpangjang SIM.

  • Jangan sampai telat untuk melakukan perpanjangan SIM, karena jika telat sampai setahun kita harus membuat SIM baru lho…
  • Siapkan fotokopi KTP & SIM sebelum berangkat ke Polres, biar lebih cepat aja prosesnya.
  • Pada waktu membuat tanda tangan sebaiknya besar-besar karena nanti setelah dicetak jadinya kecil bgt.
  • Ada baiknya kita meminta kuitansi atau bukti pembayaran bahwa kita sudah memberikan sejumlah uang untuk biaya administrasi. (Klo yang ini sarannya my hubby lho !!! Karena dia tipe orang yang sangat-sangat kritis sama masalah duit hehehe. )
  • Jangan lupa senyum pas di foto, biar hasil foto di SIM-nya bagus🙂

my new SIM, tuuh kan jadinya tanda-tangannya kecil banget !

OK deh sekian dulu deh catatan perjalanan kali ini.

Si Oranye Imut

Bukan….bukan karena sedang gandrung oleh salah satu permain dari tim Belanda yang sayangnya kalah oleh tim Spanyol di final piala dunia kemarin. Bukan juga melambangkan si metro mini yang berwarna oranye jurusan blok M – pondok Labu (yang sayangnya tidak imut). Tapi judul di atas itu adalah panggilanku untuk sebuah buku tulis dengan sampul berwarna oranye yang baru kuterima tadi pagi.

Si Oranye Imut - Special Present from my hubby

Warna yang cukup gonjreng dari semua koleksi buku harianku. Although it has unusual color (for me), this is very special book. Since it is a present from my hubby. Jarang-jarang loh suamiku itu kasih hadiah. Hehehe, since he is not kind of romantic man, as long as I know.  Jadi begitu dikasih kado ini langsung terbersit pertanyaan, is there any special meaning from this present ???. Hehehe, agak gak percaya gitu sama ketulusan hatinya (Maaf ya sayangkyu).  Waktu kutanya maksud pemberiannya dia cuma menjawab dengan tersenyum kecil dan mengatakan bahwa buku ini bisa lebih bermanfaat jika diberikan kepadaku. Atau jangan-jangan karena waktu itu si mas ngelihat aku lagi asik corat-coret rencana penelitian di sebuah mini note milikku dan sedikit kesusahan menggambar bagan karena ukuran note yg kecil itu. Aaah, apa pun alasan di balik pemberian suamiku itu, aku senaaaaang🙂.

Alhamdulillah, jazakallahu khairan katsir cintaku. Mudah-mudahan buku ini benar-benar bisa bermanfaat baik untuk menuangkan segala cerita ataupun ide-ide yang berkaitan dengan pekerjaan yang saat ini menumpuk di kepalaku tapi suka malas dituliskan di laptop. Apalagi semenjak di rumah gak ada internet, dengan adanya buku ini jadi gak ada alasan lagi untuk tidak menulis dengan alasan gimana mau nulis di blog, lha wong internetnya gak ada. Walaupun kesannya jadi gak hitech karena hariii gini gitu looh, di saat netbook, BB, ipad, ataupun i-phone mulai menjamur- kok masiiih ada aja yang nulis pakai buku😛. Teteeeup….this book means a lot to me.

Pilih Play Group Untuk Iqbal

Kenapa tiba-tiba jadi ingin menulis lagi ? Ternyata terinspirasi oleh statusnya mba Asma Nadia di facebooknya. Begini bunyinya :

“Cobalah menulis. Cukup satu hari satu halaman. Satu tahun sudah punya buku setebal lebih dari 300 halaman. Anggap week end tidak perlu, Anda tetap bisa punya buku setebal 200 halaman. Kenapa tidak?”

Sebetulnya dari kemarin-kemarin itu juga banyak banget yang mau dituangkan dalam tulisan. Cerita di kepala rasanya sudah mau dimuntahkan ke blog ini. Tapi kok ya rasa malas itu gak kira-kira mendekamnya dalam diri, sehingga semua niat untuk rutin menulis setiap hari menjadi hanya tinggal niat saja. Sampai akhirnya tertohok oleh statusnya mba asma di atas.

Don’t think ….. just write !!! (by : Asma Nadia)

Makanya sekarang marii kita menulis lagi !!!!🙂

And for today…. the story is about …. Iqbal !!!

Akhirnya kami, orang tuanya, memutuskan untuk mewjudkan permintaannya Iqbal (tentunya dengan pertolongan Allah), untuk memasukkan anak pertamaku itu ke Play Group. Awalnya aku dan suami masih enggan untuk memasukkannya ke kelompok bermain, karena menurut kami masih terlalu dini, lagian di rumah Iqbal juga memiliki banyak teman sebaya. Kami khawatir jika ia akan lebih cepat merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan sekolah. Usianya memang baru 3 tahun 3 bulan, tapi semangat sekolahnya “lagi” tinggi-tingginya. Hehehe kenapa aku bilang “lagi” karena belum tentu nanti-nanti dia masih akan sesemangat sekarang. Mungkin ia termotivasi oleh teman-teman mainnya di rumah yang sudah mulai sekolah, sehingga ia kerap merengek untuk meminta sekolah.

Tentunya putusan untuk menyekolahkan Iqbal ini akan diikuti oleh kewajiban-kewajiban kami berikutnya, yaitu memilihkan play group yang cocok bagi kami dan tentunya Iqbal. Pertimbangan awal kami ingin memasukkan Iqbal ke salah satu PG dan TK Islam yang berlokasi di dekat Pasar Cibinong. Kami sudah cocok sekali dengan metode pembelajaran dan guru-gurunya. Akan tetapi karena lokasinya yang cukup jauh dari rumah dan tidak tersedianya jemputan maka akhirnya kami tidak jadi memilih PG tersebut.

Dan pilihan pun jatuh ke PG yang letaknya dekat dengan rumah kami (lebih tepatnya berada di dalam perumahan tempat kami tinggal). Pertimbangannya cuma karena dekat saja. Sehingga lebih mudah untuk aku atau mbaknya untuk mengantar dan menjemputnya. Sejujurnya memang hatiku tidak sreg dengan tempatnya. Selain karena tempatnya yg sempit sehingga area bermainnya kecil, juga karena metode pembelajarannya yang tidak berbasis Islami. Klise memang…. tapi tak apalah. Toh pendidikan dasar yang paling baik itu di rumah. Jadi, tetap tugasku dan suami juga untuk mendidik Iqbal dan Alya dengan ajaran-ajaran Islam. Mudah-mudahan bisa sejalan dan saling melengkapi dengan pendidikan di Play Group. Amiiiin🙂

Iqbal with batik uniform

plus topi

1st day at school

1st day at school